Current Issue Mei 2017

Asyiknya Ngabuburit di Museum KAA : Dari Belajar Protokol Negara Hingga Temu Relawan

Para mahasiswa yang tergabung dalam Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) dari berbagai kampus di Jawa Barat berdiskusi secara interaktif bersama narasumber Kementerian Luar Negeri. (Sumber Foto: Dokumentasi Museum KAA)

Sabtu (10/6/2017) sore, Sebanyak 80 mahasiswa dari berbagai kampus di Jawa Barat seperti Universitas Padjadjaran, UIN Sunan Gunung Djati, dan Universitas Kuningan berkumpul di Museum KAA untuk mengisi hari ke-15 Ramadan tahun ini dengan kegiatan positif berupa diskusi seputar etiket dan keprotokolan. Berpuasa sama sekali tidak menyurutkan semangat mereka untuk datang dan mengikuti kegiatan Ramadan yang secara tahunan dilaksanakan oleh Museum yang terletak di Jalan Asia Afrika tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala Museum KAA Meinarti Fauzie menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu perwujudan dari komitmen Museum KAA untuk melakukan community outreach melalui kegiatan-kegiatan yang konstruktif dan sejalan dengan nilai-nilai Dasa Sila Bandung.Namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kegiatan Ramadan Museum KAA kali ini lebih difokuskan kepada pembangunan kapasitas bagi komunitas.

Kepala Museum KAA juga mengatakan, adanya acara itu untuk mewujudkan komitmen Museum KAA sebagai tempat yang menyenangkan bagi masyarakat tak hanya pada hari-hari biasa tapi juga di bulan Ramadan.Keberadaan Museum KAA yang sering menjadi destinasi kunjungan para pejabat negara sahabat memerlukan pengetahuan yang baik soal etiket dan protokol negara. Keadaan itu, kata dia, mau tidak mau menuntut tak hanya pengelola Museum KAA tapi juga para mitra Museum KAA dan Sahabat Museum KAA memahami etiket dan protokol negara.Ibu Sayu Oka Widani, narasumber dari Direktorat Protokol Kementerian Luar Negeri merasa kagum. Pasalnya, ada banyak kampus di Jawa Barat yang memiliki korps protokol sendiri. Sayu menggarisbawahi pentingnya unsur etika dan kedisplinan bagi para petugas protokol termasuk protokoler mahasiswa.

Selain etika dan kedisiplinan, Sayu juga menyampaikan pentingnya pemahaman akan budaya dan tradisi setempat, kerja sama, serta koordinasi yang baik antara semua pihak yang terlibat dalam melaksanakan tugas keprotokolan. Para peserta juga menerima penjelasan tentang praktik protokol kenegaraan melalui contoh kasus berupa kunjungan-kunjungan kepala negara yang kebetulan ditangani secara langsung oleh Sayu yang merupakan seorang diplomat madya tersebut. Paparan sukses menarik perhatian peserta. Terbukti hingga acara usai mereka tekun menyimaknya. Bahkan, dalam sesi tanya jawab terungkap tak sedikit di antara peserta yang berminat menjadi diplomat. Selain itu, rupanya banyak informasi baru dalam protokol negara yang jarang mereka temukan sebelumnya.Tanya jawab berlangsung hingga azan magrib berkumandang. Seluruh peserta beserta pihak museum berbuka puasa bersama.


Minggu (11/06/2017) petang puluhan anggota Sahabat Museum KAA berkumpul di Galeri I Museum KAA. Mereka adalah perwakilan klab-klab yang bernaung di Sahabat Museum KAA. Sejumlah orang membentuk kelompok-kelompok kecil. Mereka mencoba permainan tradisional sambil menunggu magrib. Ngabuburit dengan bermain permainan tradisional itu sekaligus mengkampanyekan semangat gotong royong dan persatuan yang jadi pesan Nilai-nilai KAA.Sidik, salah satu panitia acara dari Administrator Sahabat Museum KAA mengaku, ngabuburit bersama anggota Sahabat Museum KAA bertujuan mempererat tali silaturahmi antar anggota klab.

Dia mengatakan bahwa setiap tahun pihaknya didukung Museum KAA menggelar dua kali pertemuan antar klab. Pertemuan itu yang jadi agenda rutin sejak tiga tahun lalu dinamai Fellowship SMKAA. Jadi, menurutnya, acara itu adalah tradisi turun temurun yang selalu diramaikan anggota Sahabat Museum KAA. “Ini kali pertama acara fellowship dilaksanakan di bulan Ramadhan. Ya udah aja sekalian jadi acara ngabuburit,” ujarnya.Menurut Sidik, selain menjadi acara untuk mempererat kebersamaan anggota Sahabat Museum KAA, acara fellowship memperlihatkan bahwa Museum KAA tetap jadi tempat yang menyenangkan untuk belajar di bulan puasa.

 

Kategori