Mei 2017 Preivous Issue

Pesawat dan Kereta Buatan IndonesiaSemakin Diminati Pasar Afrika

Wamenlu RI A.M. Fachir bertemu dengan Menteri Pertahanan Senegal, Augustin Tine, di Dakar, Senegal (8/6)

Kementerian Luar Negeri RI serius meningkatkan upaya diplomasi ekonomi. Berbagai upaya terus dilakukan termasuk diantaranya lawatan Wamenlu RI, Dr. A.M. Fachir ke negara-negara Afrika, salah satu diantaranya adalah kunjungan ke Senegal. Senegal memilki pertumbuhan ekonomi di atas 6 % dalam 6 tahun terakhir. Senegal memiliki pertumbuhan yang dinamis dan terbuka untuk investasi Indonesia.Hubungan yang baik antara Indonesia dan Senegal telah melahirkan berbai kerjasama ekonomi, termasuk diantaranya rencana pembelian kereta produksi PT INKA.

Sebagaimana disampaikan oleh Wamenlu Fachir, Indonesia siap penuhi permintaan dan bekerja sama untuk dukung proyek pengembangan transportasi nasional di Senegal.Pernyataan ini ditegaskan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dr. A.M. Fachir pada pertemuan bilateral dengan Sekretaris Negara bidang Rel Kereta Api Nasional Senegal, Abdou Ndene Sall di Dakar (8/6).Sekretaris Sall menyampaikan ketertarikan Senegal atas produk kereta api PT. INKA.“Kehadiran PT. INKA diharapkan dapat mendukung proyek prioritas Plan Senegal Emergent (Rencana Senegal Berkembang, red) khususnya untuk pembangunan jaringan rel kereta api antar kota Senegal yang mencapai total 1.500 km,” jelas Sekretaris Sall.Dalam pertemuan itu, Wamenlu Fachir juga memperkenalkan industri transportasi udara (PT. Dirgantara Indonesia) dan transportasi laut (PT. PAL Indonesia).“Pemerintah Indonesia siap menawarkan skema pembiayaan melalui Indonesia Eximbank guna mendukung kerja sama industri,” demikian disampaikan Wamenlu Fachir.Tindak lanjut minat Senegal terhadap produk PT. INKA dari hasil pertemuan akan menambah daftar keberhasilan diplomasi ekonomi Indonesia di pasar non-tradisional. Sebelumnya, Senegal telah membeli 2 pesawat CN-235 dari PT. Dirgantara Indonesia pada tahun 2011 dan 2014.Indonesia mengapresiasi kepercayaan Senegal terhadap produk-produk made in Indonesia.

Indonesia menawarkan produk-produk high-tech seperti pesawat CN-235 kepada Senegal. Hal ini diungkapkan Wamenlu RI Dr. A.M. Fachir dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan Senegal, Augustin Tine, di Dakar, Senegal (8/6).“Industri strategis memiliki potensi besar untuk semakin dikembangkan dalam kerangka kerja sama bilateral Indonesia dan Senegal,” kata Wamenlu Fachir.Menhan Tine menyatakan rencana Senegal untuk kembali membeli dua pesawat CN-235 dari PT. Dirgantara Indonesia dalam dua tahun ini.“Sebelumnya, Senegal telah membeli dua pesawat CN-235 pada tahun 2011 dan 2014. Sehingga terdapat empat pesawat PT. Dirgantara Indonesia yang dibeli Senegal,” jelas Menhan Tine.Wamenlu Fachir mendorong Senegal untuk menggunakan produk industri strategis lainnya seperti produk kapal dari PT. PAL Indonesia, PT Pindad dan baju militer.Menhan Tine menyambut baik dan menyampaikan bahwa produk-produk industri strategis RI telah banyak berkontribusi terhadap Senegal. Menhan Tinne berjanji akan mengkaji tawaran dimaksud.Pertemuan bilateral keduanya merupakan bagian dari Tur Afrika ke-2 Menlu. Wamenlu melakukan kunjungan ke Senegal dan Kenya, pasca kunjungan Menlu Retno ke Nigeria. Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Dubes RI Dakar, Mansyur Pangeran, dan Direktur Utama PT. PAL Indonesia, Budiman Saleh. []

 

Kategori