Current Issue Mei 2017

Peserta OSTW 2017 Menciptakan Inovasi Sistem Penyuluhan Pertanian online Berbasis Aplikasi Smartphone

Kunjungan peserta OSTW 2017 ke Infoys, sebuah perusahaan jasa teknologi global yang berkantor pusat di Bengaluru, India. Perusahaan ini adalah eksportir TI terbesar kedua di India dengan 133.560 karyawan pada Maret 2011.

Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, pada tahun 2017 ini kembali menyelenggarakan Program Out Standing Student for The World (OSTW). Program ini bertujuan untuk meningkatkan citra Indonesia di luar negeri sebagai penetapan Diplomasi Ekonomi dalam politik luar negeri RI.

MUHAMMAD HARIS ZAMALUDIN, Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB).hariszamaludins@gmail.com

Program ini mengundang mahasiswa berprestasi di Indonesia yang memiliki prestasi di bidang start up entrepreneur berbasis IT, dimana salah satunya yang terpilih adalah Muhammad Haris Zamaludin Setiadi, mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB).

Sebagai satu-satunya perwakilan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan salah satu dari 12 mahasiswa yang mewakili Indonesia dalam OSTW 2017, mahasiswa yang akrab disapa Haris ini mampu menaklukkan dunia dengan inovasinya. Ia mengungkapkan bahwa keikutsertaannya di OSTW 2017 ini berawal ketika ia mengikuti seleksi Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI.

Pemuda kelahiran Bandung tahun 1994 ini menciptakan sebuah inovasi di bidang pertanian yakni menggagas sistem penyuluhan pertanian online berbasis aplikasi smartphone. Ia mengusung gagasan yang berbasis IT ini dengan harapan agar nanti saat bertemu dengan pengusaha-pengusaha kelas dunia, ia mampu belajar lebih banyak lagi tentang infrastruktur IT agar bisa diimplementasikan di Indonesia, khususnya di bidang pertanian. Aplikasi berbasis android ini bertujuan agar mampu membangun pertanian hingga akhirnya mampu mencapai swasembada pangan.

Munculnya inovasi untuk membuat aplikasi sistem penyuluhan pertanian yang mampu mengharumkan namanya ini terinspirasi saat ia turun lapangan ke para petani. Di sana ia melihat kurangnya tenaga kerja penyuluhan pertanian dan adanya eksploitasi para petani pada sistem supply chain perdagangan komoditas padi maupun hortikultura.

Hal inilah yang kemudian mengantarkannya menjadi salah satu peserta Program OSTW 2017.Mahasiswa Berprestasi peringkat III Nasional tahun 2016 ini mengungkapkan bahwa ia memiliki harapan agar aplikasi ini dapat dikembangkan dan segera direalisasikan sehingga dapat membantu mensejahterakan petani-petani di Indonesia. Aplikasi ini dapat diunduh di google play store dengan judul “IIOFS Haris Zamaludin”.Melihat bahwa saat ini India adalah sebagai salah satu negara yang sangat mumpuni di bidang IT, karena itu maka Program OSTW 2017 kali ini diselenggarakan di Mumbai India. Para peserta Program OSTW 2017 ini dipertemukan dengan pengusaha-pengusaha India ternama di bidang IT. “Jadi di sana kami mempresentasikan project-project yang telah kami lakukan atau menyampaikan gagasan-gagasan yang kami punya untuk dikembangkan”, tutur Haris.

Prestasi yang telah diraih oleh Haris bukan serta merta lahir dari kebetulan, melainkan dari proses. Hal ini terbukti dari beberapa penghargaan yang telah ia raih, seperti pernah menjabat sebagai Presiden IPB Debating Community 2014-2015 yang akhirnya mampu meraih penghargaan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, ia juga berhasil meraih beasiswa untuk menempuh studi di Shopia University, Jepang

 

 

 

Kategori