Mei 2017 Preivous Issue

Program OSTW 2017 : PROGRAM BULE MENGAJAR Memadukan Edukasi, Pariwisata dan Pertukaran Budaya

LIA ANDARINA GRASIAUniversitas Gajah Mada YogyakartaEmail : lia.grasia@gmail.comNo

Usaha saya adalah di bidang socio-enterpreneur dimana saya mengembangkan program paket wisata pendidikan “Bule Mengajar”. Jadi para warga negara asing yang berkeinginan untuk mengikuti paket wisata pendidikan ini harus bersedia mengajar, dan tentunya juga harus membayar.

Mereka kami tempatkan untuk mengajar di SMP dan SMA, dan hingga sekarang ini sudah sebanyak 113 orang dari 24 negara yang mengikuti paket ini. Mereka datang ke Indonesia tidak hanya ingin berwisata secara konvensional, tidak hanya datang ke suatu tempat, foto-foto dan kemudian kembali ke negaranya. Mereka berfikir bahwa tidak masalah jika mereka bisa menyumbangkan pengetahuan mereka tentang negara dan budaya mereka kepada masyarakat lokal. Hal ini justeru membuat mereka senang.

Saya tertarik untuk mengembangkan dunia pariwisata karena pendidikan S1 dan S2 saya adalah bidang pariwisata. Saya tergerak untuk mengembangkan bisnis yang fokus di bidang pariwisata, tetapi saya juga punya passion di bidang pendidikan. Kebetulan saya juga berasal dari Kulonprogo, daerah dimana orang asing sangat jarang datang kesana, sehingga warga Kulonprogo belum begitu akrab dengan warga negara asing. Di sisi lain, kurikulum di SMP dan SMA menugaskan para siswa untuk bertemu atau berbicara langsung dengan warga negara asing untuk praktek bahasa Inggris. Jadi itu adalah suatu masalah dan saya melihat ada peluang disitu.

Saya bawa warga asing ke Kulonprogo untuk mengajar, tapi mereka harus membayar. Untuk 3 jam mengajar mereka dikenakan charge sekitar Rp 200 ribu, namun sejauh ini ada yang sampai 3 minggu mengajar.Beberapa paket yang kami tawarkan, yaitu; hanya Mengajar; Mengajar dan Berwisata; serta Mengajar, Berwisata dan Menginap. Karena itu ada yang full sampai 3 minggu. Mereka menginap di rumah penduduk, dan untuk rumah yang ketempatan untuk menginap mereka diberikan konpensasi biaya penginapan. Jadi program ‘Bule mengajar’ ini sekaligus juga untuk membangun ekonomi daerah. Tinggal di rumah penduduk adalah sesuai dengan permintaan mereka, bahkan ada yang minta rumah yang masih sangat tradisional. Dalam hal ini kami membuat list sesuai dengan permintaan, apakah toiletnya toilet duduk, jongkok atau bahkan ke sungai. Ada yang meminta belajar memasak menggunakan kompor berbahan bakar kayu, belajar memanjat pohon kelapa dan sebagainya.

Pada umumnya mereka puas, karena kami selalu menanyakan apa yang mereka inginkan, dan kami sediakan. Berikutnya juga kami sediakan souvenir khas Kulonprogo bekerja sama dengan UMKM. Ini sekaligus untuk memperkenalkan produksi khas Kulonprogo ke luar negeri. Kami tidak perlu melakukan promosi ke berbagai negara, tapi kepada setiap warga asing yang datang ke Kulonprogo kami berikan produk tersebut, dan kemudian merekalah yang mempromosikan ke negara mereka masing-masing. Kebanyakan para pembeli paket kami adalah para mahasiswa, jurnalis dan traveler. Ketika mereka pulang ke negaranya, biasanya mereka menulis artikel tentang Kulonprogo dan ‘Bule Mengajar’ sehingga banyak warga asing yang belum pernah datang ke Indonesia menjadi tertarik, khususnya untuk mengikuti program ‘Bule Mengajar’.

Usaha ini saya kembangkan sejak Oktober 2014, dan rata-rata dalam setahun ada sekitar 60 orang yang datang. Umumnya mereka membeli 3-4 paket, sehingga dalam sebulan bisa sekitar 26 paket yang bisa kami jual. Ada pula yang sudah pulang ke negaranya lalu kembali lagi kesini untuk membeli paket yang lain. Selama satu bulan itu selalu ada saja ‘bule’ yang mengajar. Untuk menarik minat para ‘bule’, pertama-tama kami melakukan presentasi langsung di depan mereka, yaitu warga asing yang sedang mengikuti program student exchange di Yogyakarta. Mereka tertarik, dan kemudian mereka mengikuti paket ini, bahkan mereka pula yang mempromosikan di negara mereka. Mereka yang sudah pernah mengikuti paket wisata ‘Bule Mengajar’ pada umumnya mengajak teman-teman mereka untuk ikut. Para ‘bule’ yang mengikuti program ini mendapat sertifikat sebagai volunteer dari kami dan pihak sekolah dimana itu sangat berguna buat mereka.

Sekarang ini kami sudah melakukan kerja sama dengan 12 sekolah SMP, SMA, dan SMK. Kami juga melakukan kerja sama dengan beberapa negara untuk mempromosikan paket ‘Bule Mengajar’ ini, yaitu dengan Inggris dan Jepang. Selain itu kami juga menjalin kerja sama dengan beberapa travel agent di Thailand dan Belanda, serta beberapa hotel dan homestay di Yogyakarta. Seluruhnya aktif mempromosikan paket wisara ‘Bule Mengajar’ ini. Negara yang peminatnya paling besar adalah Jepang, kemudian Thailand, Australia, Tiongkok, Afrika Selatan dan ada juga dari Fiji. Karena itu kami juga mejalin kerja sama dimana setahun dua kali kami membawa 10 ‘bule’ dari Jepang untuk mengajar.

Mereka mengajar dengan bahasa Inggris walaupun materinya tentang budaya Jepang, dan biasanya mereka juga mengajar dengan mengenakan pakaian tradisional Jepang. Untuk dapat menikmati paket wisata ‘Bule Mengajar’ ini, para ‘bule’ harus lolos kriteria yang kami tetapkan, misalnya usia (18-40), pendidikan (kami prefer mahasiswa), tidak boleh memiliki tatto yang terlihat secara jelas, harus ditutupi kalo bertatto, tidak boleh merokok selama mengajar dan tidak boleh mengeluarkan kata-kata yang kurang sopan. Saat ini kami memiliki 8 orang staff yang khusus fokus pada pengembangan promosi, tapi kami juga mempunyai volunteer yaitu para mahasiswa di Yogyakarta dan sekitarnya. Mereka inilah yang akan jalan-jalan dengan ‘bule’ nya. Kami yang melakukan promosi dan membuat programnya seperti apa, tapi pelaksananya adalah para volunteer .

 

Kategori