Juni 2017 Preivous Issue

Bahasa Indonesia Menggeliat di Thailand

Salah satu peserta didik BIPA di Chiang Rai memperkenalkan diri dalam Bahasa Indonesia. (sumber foto: Yussak Anugrah) Mengenal kosa kata Bahasa Indonesia melalui permainan scrabble. (Sumber Foto : Yussak Anugrah)

Sejumlah kampus di Thailand mewajibkan mahasiswanya mengambil mata kuliah bahasa negara-negara di ASEAN dan dari bahasa  tersebut bahasa Indonesia yang paling favorit.

Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember, Brahma Mahendra, yang baru pulang mengikuti kegiatan “Indonesia Youth Culture Exchange” 2016 di Negeri Gajah Putih, Jumat, mengatakan  mata kuliah bahasa Indonesia yang paling favorit di antara bahasa ASEAN lainnya di Thailand.

“Dari diskusi yang kami ikuti, ternyata ketertarikan untuk belajar bahasa Indonesia itu didukung kenyataan bahwa dalam organisasi ASEAN ada tiga negara yang memakai bahasa Indonesia atau Melayu, yakni Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam,” katanya menjelaskan.

Menurut dia, banyak mahasiswa Thailand fasih berbahasa Indonesia. “Saat mengunjungi kampus Universitas Thammasat di Thailand, saya terkejut mendapatkan sambutan dengan bahasa Indonesia yang fasih oleh mahasiswa di sana,” kata Brahma.

Indonesia Youth Culture Exchange (IYCE) merupakan program yang mengajak seluruh pemuda yang ada di Indonesia untuk berpartisipasi memperkenalkan budaya Indonesia di Thailand, dengan tema “Strengthening the Role of Youth to Preserve the Cultural Heritage of ASEAN”.

Brahma mengaku bangga dengan bahasa Indonesia yang mendapatkan apresiasi yang baik di kalangan mahasiswa Thailand, namun di sisi lain menjadi tantangan bagi mahasiswa Indonesia untuk mempelajari bahasa negara anggota ASEAN lainnya, agar mampu bersaing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Menyambut antusiasme tinggi untuk belajar Bahasa Indonesia di Thailand, Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK) telah mengalokasikan porsi yang banyak untuk pengajar yang dikirim ke Negeri Gajah Putih tahun ini. Dari hasil seleksi pengajar Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) angkatan kelima, terdapat 12 orang yang siap diberangkatkan ke Bangkok dan kota-kota lain di Thailand. Jumlah tersebut masih sangat mungkin bertambah karena Prof. Emi Emilia menargetkan setidaknya 30 orang pengajar bisa difasilitasi untuk menyebarluaskan BIPA di Thailand.

Meskipun belajar bahasa Indonesia sedang berkembang menjadi tren di Thailand, hambatan dalam program BIPA tetap ada. Banyak peserta didik di Thailand yang masih belum lancar membaca huruf latin yang digunakan pada bahasa Indonesia. Hal ini karena bahasa Thailand yang mereka pakai sehari-hari sejak usia dini memang berbasis pada aksara Thai.

Selain itu, pengajar BIPA cukup kesulitan memilih bahasa pengantar ketika mengajar bahasa Indonesia di kelas. Sebagian besar pengajar tidak fasih berbahasa Thailand sehingga lebih nyaman mengenalkan bahasa Indonesia dengan medium bahasa Inggris. Di sisi lain, mayoritas peserta didik tidak mengerti bahasa Inggris. Oleh karena itu, PPSDK bekerjasama dengan Kedutaan Besar RI di Bangkok ke depannya akan mengusahakan agar para pengajar BIPA di Thailand juga dibekali kemampuan dasar berbahasa Thailand.

Untuk menambah daya tarik belajar bahasa Indonesia, PPSDK akan menambah muatan budaya Indonesia. Pengajaran bahasa Indonesia yang diwarnai dengan pengenalan aneka ragam budaya Indonesia diyakini dapat membuat proses belajar-mengajar menjadi lebih menyenangkan.

Peserta didik bisa diajak untuk belajar Bahasa Indonesia melalui media film-film Indonesia, literatur tentang budaya Indonesia, permainan tradisional, workshop memasak kuliner Indonesia, atau latihan bermain angklung. Dengan demikian, mereka pun semakin tertarik untuk bisa lancar berbahasa Indonesia agar nantinya lebih mudah memahami tentang Indonesia dan kekayaan budayanya.

Maraknya pembelajaran Bahasa Indonesia di Thailand membawa sejumlah peluang dan tantangan bagi kita di Tanah Air. Peluangnya tentu adalah terkait upaya internasionalisasi Bahasa Indonesia, khususnya di kawasan ASEAN. Thailand adalah negara yang penting di Asia Tenggara, baik secara politik, sosial budaya maupun ekonomi. Apabila semakin banyak warga Thailand yang bisa berbahasa Indonesia, maka cita-cita sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar Bahasa Indonesia ‘naik’ sebagai Bahasa ASEAN dapat selangkah lebih maju untuk terwujud. Bangsa Indonesia tentu juga akan merasakan kebanggaan tersendiri apabila Bahasa Indonesia diminati oleh warga dari negara-negara lain.

Berkembangnya Bahasa Indonesia di Thailand menjadi penetrasi pengaruh Indonesia secara sosial budaya. Pemahaman yang baik pada bahasa Indonesia akan mendukung peningkatan pemahaman orang Thailand pada bangsa dan negara Indonesia. Hal ini bermanfaat untuk memperkokoh hubungan bilateral antara Indonesia dan Thailand di berbagai sektor baik di level pemerintah (government-to-government) maupun antar masyarakat(people-to-people).[]

(Dirangkum dari berbagai sumber).

Kategori