Current Issue Juni 2017

Indonesia Terpilih Sebagai Wakil Presiden The High-level United Nations Conference to Support the Implementation of Sustainable Development Goal 14 (Ocean Conference)

Indonesia Terpilih Sebagai Wakil PresidenThe High-level United Nations Conference to Support the Implementation of Sustainable Development Goal 14 (Ocean Conference), New York, 5-9 Juni 2017

Indonesia ambil bagian pada sidang The High-level United Nations Conference to Support the Implementation of Sustainable Development Goal 14 (Ocean Conference) yang berlangsung pada tanggal 5-9 Juni 2017. Tema pertemuan Oceans Conference pertama ini bertema Our Oceans, Our Future: Partnering for the Implementation of SDG 14. Dalam hal ini peran aktif Indonesia di Ocean Conference akan difokuskan pada illegal, unreported and unregulated (IUU) fishing dan pelestarian laut. Indonesia juga berperan sebagai Wakil Presiden pertemuan Ocean Conference.

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Panjaitan dan Menteri Kelautan and Perikanan, Susi Pudjiastuti, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Selain memberikan national statement dalam plenary meeting, Delegasi Indonesia (Delri) terlibat dalam sejumlah kegiatan lainnya seperti pada mata kegiatan partnership dialogue, side events, pertemuan bilateral dengan Sekjen PBB, Presiden SMU PBB ke-71 dan dengan sejumlah negara mitra Indonesia.

 Pada kesempatan ini pula, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, telah terpilih sebagai salah satu Vice President konperensi dan memimpin dalam sejumlah mata kegiatan selama Ocean Conference ini.

“Peran Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman sebagai Wakil Presiden Konferensi dan kehadiran Menteri KKP menunjukan keseriusan Indonesia dalam melestarikan lautan, laut dan sumber daya laut secara berkelanjutan untuk mencapai SDG 2030”. Demikian disampaikan Wakil Tetap RI di New York, Duta Besar Dian Triansyah Djani.

Selama berlangsungnya konperensi dimaksud, Indonesia sebagai salah satu negara dengan wilayah laut terbesar di dunia, mengadakan 3 side-event untuk berbagi pengalaman mengenai penanganan IUU dan plastik sampah laut. Ketiga acara tersebut diselenggarakan bersama Perutusan Tetap Norwegia dan Timor Leste serta Interpol dan UNODC.

Indonesia bersama Norwegia juga presentasikan dan diskusi mengenai upaya global dalam penangan sampah plastik laut serta pentingnya kerjasama dalam melestarikan lautan yang bersih dari sampah plastik.

Indonesia telah menyampaikan 9 voluntary commitment terkait implementasi SDG 14 yang disampaikan pada Ocean Conference ini. Komitmen tersebut disampaikan Pemerintah Indonesia terkait penanganan IUU Fishing, sampah laut dan konservasi terumbu karang.

Pertemuan Ocean Conference merupakan pertemuan pertama yang didedikasikan untuk implementasi SDG 14 yang merupakan upaya negara-negara dalam konservasi dan pemanfaatan samudera, laut dan sumber daya bahari untuk pembangunan berkelanjutan. Ocean Conference khususnya membahas upaya-upaya untuk mendukung implementasi SDG 14; membangun kemitraan yang inovatif dan konkret untuk memajukan implementasi SDG 14; menyediakan sarana berbagi pengalaman terkait implementasi SDG 14.

Delegasi RI terdiri dari berbagai unsur kementerian dan lembaga terkait maupun pemerintah daerah, Komnas Perempuan, serta berbagai organisasi masyarakat madani. Ocean Conference dihadiri oleh seluruh negara anggota PBB, yang mana hadir 4 Kepala Negara, 1 Wapres, 4 Perdana Menteri, 1 Pangeran,  1 Wakil PM, 42 Menteri, 6 Wakil Menteri, dan 46 Organisasi Internasional). []

Kategori