Current Issue Juli 2017

Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia : DBaliK Misi Pencapaian Diplomasi

Plt. Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik

Merujuk pada testimoni para peserta dan status peserta di sosial media (Facebook, Twitter dan Instagram), pelaksanaan program BSBI dan Indonesia Channel 2017 dinilai telah memberikan kesan mendalam kepada peserta. BSBI bermanfaat untuk pembentukan karakter, penjajakan/pembangunan karir dan peningkatan pengetahuan serta pengalaman peserta. BSBI telah menciptakan keluarga baru dan kecintaan terhadap rumah kedua, yaitu Indonesia.

Materi seni budaya, kearifan lokal, studi ekskursi, proyek karya individu/group dan aktifitas/tugas pendukung lainnya yang diberikan dalam kurikulum pendidikan dan pelatihan BSBI telah sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Kemenlu cq. Direktorat Diplomasi Publik. Materi bersifat variatif dan terdapat banyak kelas tambahan atas pemintaan dan ketertarikan peserta.

Namun, khusus untuk studi Bahasa Indonesia (BI), di masing-masing sanggar mitra perlu dilakukan pembenahan, utamanya perihal jumlah jam pengajaran Bahasa Indonesia di universitas tertunjuk, yaitu sebanyak 32 jam selama 3 bulan.

Publikasi media lokal dan nasional terhadap aktivitas peserta di daerah tidak merata, sehingga kedepan perlu kemitraan dengan media (TV, radio dan cetak/online) nasional untuk publikasi pelaksanaan BSBI yang dibuat secara reguler.

Di sisi lain, dukungan yang diberikan Pemerintah Kota Surabaya cukup besar dan perlu mendapatkan apresiasi.

Merujuk hasil penelitian dan analisa Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK), Kemenlu RI bekerjasama dengan ASEAN Study Centre Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia pada tahun 2015, dari 4 (empat) program soft power dalam bentuk beasiswa Pemerintah Indonesia (Pemri) untuk warga negara asing, program BSBI merupakan beasiswa terbaik, dikaji dari pengukuran efektifitas dan integrasi tata kelola serta pencapaian misi yang sesuai dengan tujuan diplomasi Indonesia.

Adapun 4 (empat) program beasiswa Pemri untuk warga negara asing adalah; Darmasiswa oleh Kemendikbud; Kemitraan Negara Berkembang oleh Dikti; Beasiswa Unggulan oleh Kemendikbud; dan BSBI oleh Kemenlu.

Indikator penilaian didasarkan pada proses perencanaan, penyebaran informasi, seleksi, pelaksanaan, pemantauan dan kelembagaan alumni.

Hingga saat ini belum ada kelembagaan terhadap alumni BSBI oleh Dit. Diplomasi Publik dan Perwakilan RI di negara penerima. Pembentukan komunitas atau asosiasi alumni BSBI di masing-masing negara dilaksanakan secara parsial atau berdasar pada inisiatif alumni di negara setempat.

Dit. Diplomasi Publik dan Perwakilan RI di luar negeri telah mengelola database alumni, namun pemanfaatan alumni di luar negeri masih perlu ditingkatkan.

Pada 2003 – 2009, Program BSBI diperuntukkan hanya untuk program reguler, kemudian pada 2010 – 2017 program BSBI diperluas dengan memberikan program kekhususan yang diperuntukkan untuk peserta yang memiliki pengetahuan lebih tentang Indonesia dan mengikuti studi Indonesia di negara asalnya. Selain materi seni dan budaya, program kekhususan juga memberikan materi perkuliahan tentang Indonesia dan ASEAN dari berbagai aspek, antara lain aspek politik, ekonomi, dan lainnya.

Pada tahun 2018, merujuk dari persentase materi seni dan budaya program kekhususan dan program reguler adalah berbeda, sehingga terdapat perbedaan hasil pendidikan dan pelatihan antara sanggar dan universitas (sebagai pelaksana program kekhususan). Hal tersebut dikarenakan perbedaan bobot materi seni dan budaya yang diberikan.

Selama 15 tahun, pelaksanaan program BSBI dilakukan di 5 (lima) kota/ keterwakilan daerah yaitu Jawa (Jogja dan Surabaya), Sumatera (Padang), Bali, dan Indonesia Timur (Makassar, Sulawesi Selatan). Pada 2018, direncanakan penyusunan kembali komposisi sanggar mitra yang memenuhi keterwakilan daerah di Indonesia, yaitu; Jawa diwakili  oleh D.I. Yogyakarta,  Cirebon, Jawa Barat; Bali dan Nusa Tenggara diwakili oleh Bali; Sumatera diwakili oleh Padang, Sumatera Barat; Kalimantan diwakili oleh Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur; dan Sulawesi diwakili oleh Kendari, Sulawesi Barat.

Pemilihan kota sebagai tempat pelatihan para peserta ini bersifat selektif. Kota tujuan pembelajaran haruslah memiliki akses dan infrastruktur yang baik dan mudah dijangkau, seperti bandara, rumah sakit, universitas, taman budaya, pusat perbelanjaan dan fasilitas umum lainnya.

Standar hidup layak yang mencakup akomodasi dengan ketentuan kamar memiliki AC, kamar mandi dalam/modern, TV, akses internet dan fasilitas penunjang lainnya, konsumsi harian dan transportasi selama mengikuti program pelatihan.

Sanggar juga menjalankan fungsi konsultasi dan Liaison kepada peserta dan aktif bekerjasama dengan pemerintah daerah dan media setempat serta kreatif mengikutsertakan peserta pada sejumlah kegiatan yang kaya akan nilai kearifan lokal, sosial, seni dan budaya Nusantara.

Kesan para peserta dan penonton terhadap pagelaran Indonesia Channel meningkat setiap tahunnya. Hal ini terlihat dari laporan infografis sosial media dan peningkatan jumlah penonton setiap tahunnya. Penanaman makna kepada peserta bahwa pagelaran Indonesia channel sebagai wadah apresiasi, dan kepada penonton (untuk memotivasi pemuda tentang kecintaan terhadap seni budaya Nusantara) tercapai.

Karena itu konsep pagelaran Indonesia Channel setiap tahunnya harus menarik dan mampu membaca keinginan penonton dan tren terkini.  Pagelaran Indonesia Channel harus ditangani oleh tim yang ahli dalam seni pertunjukan.

Kedepan, pelaksanaan program BSBI selama 3 bulan dan pagelaran Indonesia Channel diharapkan dapat dipublikasikan lebih meluas melalui kemitraan dengan media TV nasional skala besar yang memilki konten siaran budaya yang tinggi dan pemuda sebagai penyimak utamanya.

Meskipun program BSBI sudah berjalan dengan baik dan lancar, sesuai arahan Menlu RI, namun kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut agar dapat dilaksanakan dengan lebih baik dan membawa manfaat lebih besar untuk bangsa dan negara.

Kategori