Current Issue Juli 2017

Program Beasiswa Seni dan Budaya 2017 SOFT POWER DIPlOMACY YANG MENCURI PERHATIAN DUNIA

Kementerian Luar Negeri c.q. Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik telah menyelenggarakan program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) 2017 yang berlangsung dari 7 Mei s/d 20 Agustus 2017. BSBI bertujuan untuk mempererat hubungan dengan negara sahabat melalui people-to-people contact dengan memanfaatkan keragaman seni budaya bangsa sebagai salah satu aset soft-power diplomacy Indonesia.

Peserta BSBI 2017 kali ini berjumlah 58 orang yang berasal dari 45 negara termasuk 4 peserta asal Indonesia. Pada tanggal 20 Agustus 2017, para peserta BSBI 2017 telah kembali ke negaranya masing-masing, sementara 13 peserta lainnya asal negara Jepang, Korea Selatan, Jerman, Yunani, Serbia, Belanda, Ukraina, Australia, Hungaria, Slowakia, Kanada, Meksiko dan Argentina memperpanjang masa tinggalnya di Indonesia untuk tujuan studi dan melakukan kunjungan wisata ke berbagai destinasi wisata di Indonesia.

Peserta yang memperpanjang masa tinggalnya di Indonesia untuk studi atau memperdalam kajian tentang seni dan budaya Nusantara, berjumlah 4 orang yaitu: Romain de Ferron (Perancis) untuk memperdalam seni akustik Padang, khususnya musik talempong, suling dan randai; Amdie Wirjoredjo (Suriname) untuk mempelajari tari klasik Remo, Jawa Timur; Andrei Zapsa (Moldova) untuk menulis novel “way to Indonesia”, yang terinspirasi dari kearifan lokal dan kehidupan sosial kemasyarakatan di Indonesia; serta Ana Marin Lario untuk studi antroplogi Bugis dan Bali.

Sejak diselenggarakannya program BSBI pada tahun 2003 hingga tahun 2017, jumlah alumni BSBI telah mencapai 776 orang yang berasal dari 69 negara.

Program BSBI 2017 dibuka secara resmi oleh Menlu RI, Retno LP Marsudi di Gedung Pancasila, Jakarta pada tanggal 10 Mei 2017. Program diawali dengan pekan orientasi dan outbond training, dari tanggal 8 s/d 13 Mei 2017. Program orientasi ini bertujuan untuk mengenalkan Indonesia dari berbagai aspek seperti sejarah, seni, budaya dan kehidupan masyarakat.

Orientasi tersebut diselenggarakan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia (UI), INDOSAT, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta berbagai museum di Jakarta (Museum Fatahilah, Monumen Nasional dan Museum Tekstil). Sedangkan outbond training dilakukan di The Village Bumi Kedamaian, Bogor yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan persahabatan di antara para peserta.

Selanjutnya, para peserta melakukan pelatihan selama tiga bulan di sanggar dan universitas mitra kerja Kemenlu di lima kota, yaitu Surabaya, Makassar, Bali, Padang dan Yogyakarta dari tanggal 14 Mei s/d 13 Agustus 2017.

BSBI 2017 dibagi ke dalam dua program, yaitu BSBI Program Reguler dan BSBI Program Kekhususan. BSBI Program Reguler berfokuskan pada pengenalan Indonesia dari aspek seni dan budaya. Program ini diikuti oleh 46 peserta. Mereka mendapatkan pelatihan mengenai seni tari, seni musik, Bahasa Indonesia dan kearifan lokal di berbagai sanggar seni yaitu Sanggar Semarandana di Bali, Studio Tydif di Surabaya, Rumah Budaya Rumata di Makassar dan Sanggar Sofyani di Padang.

BSBI Program Kekhususan diikuti oleh 12 peserta dan dilaksanakan dengan pendekatan studi akademik di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta. Sesuai tema BSBI 2017 yaitu “Celebrating Diversity, Harnessing Harmony”, kurikulum BSBI program kekhususan difokuskan kepada studi tentang kebhinekaan, kerukunan umat beragama di Indonesia dan peran Indonesia dalam meningkatkan dialog antar umat beragama serta perdamaian dunia. Selain itu, para peserta juga mempelajari seni musik dan tari tradisional serta Bahasa Indonesia.

Selama pelaksanaan program, Kemenlu RI juga melakukan evaluasi rutin untuk memantau perkembangan proses pembelajaran para peserta di masing-masing sanggar dan universitas. Selain itu, para peserta juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah dan komunitas masyarakat setempat, seperti Peringatan Pesona Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Anugerah Lingkungan 2017 di Surabaya; Makassar International Writers Festival dan Panggung Lintas Budaya di Makassar; Minangkabau Fashion Festival di Padang; dan Upacara Penyucian Pura di Bali. Para peserta juga turut berpartisipasi dalam diskusi, seminar dan program sosial yang diadakan oleh universitas setempat.[]

Kategori