Surat Pembaca

Surat Pembaca Edisi 15 Juli – 14 Agustus 2017

Sungguh membanggakan bahwa Bahasa Indonesia semakin berkembang dan dipelajari oleh bangsa-bangsa lain di dunia. Topik yang dimuat oleh Tabloid Diplomasi mengenai minat warga negara asing diluar negeri untuk mempelajari bahasa Indonesia merupakan hal yang sangat menggembirakan.  Apalagi bahwa Bahasa Indonesia menjadi bahasa populer ke-4 di Australia, sehingga saat ini banyak anak-anak SD di Australia yang dapat berbicara bahasa Indonesia dengan fasih. Belum lagi di Vietnam, yang telah secara resmi mengumumkan bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua disana.

Perkembangan ini tentu saja merupakan peluang yang besar bagi kita untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional. Namun upaya untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional harus diawali dari bangsa Indonesia sendiri, yaitu dengan mencintai dan menghargai bahasa Indonesia itu sendiri.
Kita harus bangga menggunakan bahasa Indonesia ketimbang menggunakan bahasa asing seperti Bahasa Inggris misalnya. Bahasa Indonesia merupakan salah satu identitas bangsa yang harus terus kita jaga dan pelihara. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam aktifitas keseharian kita.

Mari kita galakkan pemakaian bahasa Indonesia, dan jangan bangga dengan istilah asing yang saat ini telah sedemikian merajalela di kehidupan keseharian kita. Apalagi sebagai pemuda Indonesia, kita telah bersumpah bahwa kita memiliki bahasa persatuan, yaitu Bahasa Indonesia yang harus selalu kita junjung, baik di forum nasional maupun internasional.

Muhammad Rifki
Mahasiswa UNJ, Jakarta


Asia Tenggara termasuk salah satu kawasan yang aman di dunia, semua konflik antar negara di kawasan ASEAN
dapat diselesaikan dengan jalan damai. Namun persoalan konflik internal didalam negeri sebagian negara ASEAN
masih terjadi seperti konflik di wilyah Filipina Selatan dan Thailand Selatan. Saya mengapresiasi pemerintah RI yang berkomitmen untuk turut menciptakan perdamaian di kedua wilayah tersebut.

Peran Indonesia untuk mewujudkan perdamaian di Asia Tenggara khususnya di Thailand dan Filipina, perlu terus dilakukan. Konflik yang terjadi di kedua negara tersebut berlangsung cukup lama dan sudah saatnya diakhiri.

Peran aktif Indonesia sebagai pemimpin di ASEAN sangat diperlukan. Indonesia juga bisa memberi pengalaman keberagaman kepada masyarakat muslim di wilayah Mindanao dan Patani dengan pendekatan Islam Nusantara yang ramah dan moderat. Jika hal ini dilakukan maka lambat laun akan tercipta keharmonisan antar umat beragama yang akan berdampak pada upaya penyelesaian konflik secara damai.

Dita Fakhrina
Universitas Hasanudin Makasar

About the author

admin

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori