Current Issue Juli 2017

UPN “Veteran” Yogyakarta Mitra Kemlu Untuk Mengembangkan BSBI Program Kekhususan

Diplomasi modern memungkinkan pemerintah dan masyarakat menjadi aktor utama dalam hubungan antar-bangsa. Di satu sisi, diplomasi pada umumnya menempatkan pemerintah sebagai aktor utama dalam politik luar negeri. Pemerintah bertindak sebagai perumus dan pelaksana kebijakan luar negeri. Namun demikian, demokratisasi juga memberi peluang luas kepada masyarakat –baik secara individu maupun kelompok– untuk berpartisipasi aktif dalam politik luar negeri.

Diplomasi dapat dilakukan dengan memanfaatkan jejaring antar-masyarakat yang telah terjalin dan tersebar di berbagai negara. Selain itu, diplomasi juga bisa dilakukan sebagai prakarsa bersama antara pemerintah dan masyarakat, seperti Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI).

BSBI merupakan salah satu upaya serius Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk menjalankan diplomasi antar-masyarakat atau people-to-people diplomacy.

Melalui program reguler dan kekhususan BSBI, Kemenlu mengajak generasi muda dari berbagai negara (termasuk Indonesia) untuk memperoleh pengalaman hidup secara langsung dengan tinggal dan belajar mengenai Indonesia yang multikultur. Kemenlu telah menunjuk UPN “Veteran” Yogyakarta, khususnya Jurusan Ilmu Hubungan Internasional (HI), sebagai mitra lokal dalam pelaksanaan BSBI Kekhususan sejak 2013 hingga sekarang. Dalam empat tahun ini, BSBI Kekhususan telah mengusung berbagai tema, meliputi: Future Indonesianist (2013), Unity in Diversity (2014), ASEAN (2015), dan Poros Maritim (2016).

Melalui BSBI Kekhususan, peserta dari berbagai negara dapat mempelajari seni-budaya Indonesia, termasuk berbagai isu kontemporer, meliputi politik, ekonomi, Islam, multikulturalisme, media, dan sebagainya. Tinggal dan belajar selama 3 bulan di UPN “Veteran” Yogyakarta telah memberikan banyak pengalaman berharga dan unik mengenai kehidupan lokal di Yogyakarta yang berbeda dengan peserta BSBI reguler di Denpasar, Makasar, Padang, termasuk Surakarta (Solo) dan Bandung. Pengalaman hidup yang unik itu bahkan membawa peserta itu kembali menengok kampus mereka di UPN “Veteran” Yogyakarta dan tempat kost mereka.

BSBI Kekhususan telah memberikan kesempatan emas untuk menerapkan berbagai teori dan konsep mengenai hubungan internasional, khususnya dalam diplomasi antar-masyarakat secara langsung kepada peserta. Berkat BSBI Kekhususan, UPN “Veteran” Yogyakarta telah memiliki 42 alumni internasional yang tersebar di hampir 20 negara hanya dalam waktu 4 tahun ini.

Kenyataan ini tentu saja secara signifikan menambah jejaringan sosial kampus kami di berbagai negara di dunia.

Salah satu hal yang menarik adalah saat menjalani bulan puasa. Sebagian dari mereka yang berbeda agama, juga ikut menjalani ibadah puasa, berbuka bersama dan melakukan ibadah tarawih. Mereka juga ikut untuk menyambut hari Raya Idul Fitri. Hal tersebut menunjukkan indahnya perbedaan jika semua dapat saling menghargai.

Program ini tidak hanya bermakna bagi peserta, namun sekaligus memacu para muda mudi untuk belajar lagi dan menghargai budaya kita sendiri. Melalui BSBI, kekeluargaan terjalin dengan hangat antara peserta BSBI dan anggota sanggar, walaupun sekali-kali ada masalah, dan karena ada masalah itu lah hubungan kami (anggota sanggar) dan peserta BSBI menjadi tambah erat dan tambah kompak.

Secara keseluruhan, program ini membuat kami merasa bertanggung jawab dan bisa membawa nama baik seni dan budaya Indonesia. Orang luar negeri saja mempelajari budaya kita, masa kita tidak? Berbeda dengan program reguler, BSBI Kekhususan telah memberikan pengalaman bagi kami untuk menyusun program kegiatan selama 3 bulan yang berbeda dari tahun ke tahun sesuai tema khusus yang telah didesain oleh Kemenlu. Pengalaman menyusun, menjalankan, dan merevisi program BSBI Kekhususan telah meningkatkan pemahaman kami mengenai urgensi diplomasi antar-masyarakat dalam hubungan antar-bangsa.

Pemberdayaan kemampuan ini juga berlanjut pada komitmen kami untuk meningkatkan kualitas hubungan kami dengan jejaring kelembagaan yang telah kami miliki selama ini di tingkat lokal, yaitu di Yogyakarta dan sekitarnya. Selama 3 bulan pelaksanaan BSBI Kekhususan, kami melibatkan berbagai lembaga, seperti partai politik, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), beberapa kampus, lembaga-lembaga keagamaan, media massa (radio, surat kabar, dan televisi lokal), berbagai lokasi wisata, sekolah-sekolah, dan berbagai individu akademisi serta penggiat seni-budaya di Yogyakarta. Sesuai tema, pelibatan lembaga dan individu itu selalu berbeda dari tahun ke tahun.

BSBI Kekhususan juga telah memberikan peluang berharga bagi mahasiswa kami di Jurusan Ilmu Hubungan Internasional untuk memiliki hubungan individual langsung dengan peserta dari berbagai negara. Perjumpaan dan interaksi langsung selama 3 bulan telah memungkinkan mahasiswa kami dan peserta BSBI Kekhususan untuk mengembangkan minat mereka, baik dalam studi dan kehidupan paska-studi.

Kenyataan bahwa banyak peserta BSBI masih berstatus mahasiswa S1 dan S2 juga memberikan dampak positif bagi mahasiwa kami untuk saling mengenal budaya, suasana akademik, dan kemungkinan studi lanjut di kampus peserta BSBI di berbagai negara. Berbagai peran telah dilakukan mahasiswa kami, meliputi liaison officer (kunjungan, bahasa Indonesia, dan dokumentasi), asisten pelatih tari, pendamping diskusi dan interaksi dengan mahasiswa untuk tugas-tugas penulisan esai.

Pengalaman mengelola BSBI selama 4 tahun ini tentu saja tidak dapat terhindar dari beberapa permasalahan tak terduga. Berinteraksi dengan 10 hingga 12 peserta dari negara yang berbeda memerlukan kemampuan penyesuaian diri yang luar biasa, baik di antara kami di UPN “Veteran” maupun peserta BSBI Kekhususan.

Upaya serius sejak hari pertama hingga hari terakhir dalam pelaksanaan BSBI adalah berusaha menghilangkan perbedaan antara ‘kami’ dan ‘mereka’. Dalam konteks diplomasi antar-masyarakat, berbagai perbedaan itu pada akhirnya disatukan oleh satu tujuan dari program kekhususan BSBI ini, yaitu mempelajari dan mengenal Indonesia secara secara lebih utuh dan langsung di Yogyakarta yang multikultur. []

Kategori