Current Issue Oktober 2017

Diplomat Muda Asia dan Eropa Ikuti Pelatihan Diplomasi Publik

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelathan Eko Hartono membuka Asia-Europe Public Diplomacy Training Initatve: 5th Face-to- Face Training on Public Diplomacy di Jakarta (9-13/10/2017).

Rangkaian kegiatan Asia-Europe Public Diplomacy Training Initiative: 5th Face-to-Face Training on Public Diplomacy berlangsung di Jakarta pada 9-13 Oktober 2017.  Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Eko Hartono didampingi Direktur Kerja Sama Intrakawasan dan Antarkawasan Amerika dan Eropa, Dewi Gustina Tobing serta Deputy Executive Director Asia-Europe Foundation (ASEF), Mr. Sun Xiang yang telah membuka kegiatan yang melibatkan diplomat muda Asia dan Eropa, (9/10).

Rangkaian kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 23 diplomat muda dari 18 negara Asia dan Eropa yang berasal dari Indonesia, Hungaria, Bulgaria, Jerman, Selandia Baru, Vietnam, RRT, India, Mongolia, Portugal, Swiss, Irlandia, Latvia, Lithuania, Belanda, Polandia, Romania, dan ASEAN Secretariat.Asia-Europe Public Diplomacy Training Initiative: 5th Face-to-Face Training on Public Diplomacy merupakan hasil kerja sama antara Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa dan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri dengan Asia-Europe oundation, DiploFoundation dan National Centre for Research on Europe (NCRE). Sebelum kegiatan face-to-face training dilakukan, para peserta terlebih dahulu mengikuti pelatihan intensif secara online selama 8 minggu dengan sistem penilaian yang ketat dan selektif.

Dalam sambutannya, Kepala Pusdiklat menyampaikan bahwa kegiatan Asia-Europe Public Diplomacy Training Initiative ini membuktikan wujud komitmen Indonesia untuk mendorong peningkatan konektivitas di ASEM, yaitu di bidang kepemudaan, pendidikan dan kebudayaan. Para peserta diharapkan dapat berbagi pengalaman dan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang pengalaman negara mitra ASEM dalam mengoptimalkan forum kerja sama regional. Sementara itu, Deputy Executive DirectorASEF telah menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia yang telah bersedia menjadi tuan rumah kegiatan yang dimulai sejak tahun 2013 ini.

Pada saat pembukaan, beberapa peserta dari Eropa dan Asia juga menyampaikan kesan positifnya terhadap kegiatan ini karena dianggap sangat berguna untuk membangun network dan  pengertian yang dapat menjembatani berbagai perbedaan sikap dan cara pandang mereka terhadap berbagai isu yang dibahas.Selama 4 hari pelatihan, para peserta akan memperoleh ilmu dan pengetahuan tentang diplomasi dari pakar internasional maupun Indonesia dengan berbagai latar belakang seperti dari DiploFoundation, National Center for Research in Europe, University of Canterbury, Le Temps dan Le Figaro, European Parliament, Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada serta diplomat senior dari Indonesia dan Swiss.

Selama berada di Jakarta, para peserta juga akan diundang untuk mengunjungi beberapa objek wisata seperti museum, Kota Tua, dan Taman Mini Indonesia Indah.Asia-Europe Public Diplomacy Training Initiative merupakan inisiatif yang dikembangkan oleh ASEF sejak tahun 2013 untuk mendukung implementasi salah satu pilar ASEM, yaitu kebudayaan dan kepemudaan. Sedangkan ASEF adalah satu-satunya badan di ASEM yang dibentuk untuk melaksanakan berbagai program tematik yang telah dibahas dan disetujui oleh 53 mitra ASEM termasuk
Indonesia.

 

Tabloid Diplomasi Versi PDF

Tabloid Oktober 2017

Tabloid Oktober 2017