Current Issue Oktober 2017

Intensifkan Diplomasi Ekonomi, Kemenlu dan Pemprov Jawa Tengah Promosi Potensi Daerah

Upaya Kemenlu untuk meningkatkan diplomasi ekonomi, tidak hanya difokuskan pada kegiatan ekonomi di luar negeri, akan tetapi juga dilakukan di dalam negeri diantaranya dengan menyelenggarakan kegiatan Updates from the Region (UFTR).Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyelenggarakan kegiatan Updates from the Region (UFTR): The Windows ofJawa Tengah, di Hotel J.S. Luwansa, Jakarta Pada tanggal 24 November 2017. UFTRdilaksanakan sebagai upaya mendukung promosi potensi daerah ke luar negeri terutama di bidang perdagangan, pariwisata dan investasi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 150 tamu undangan terdiri dari korps diplomatik (31 Kedutaan Besar negara sahabat), perwakilan dari Foreign Chambers di Jakarta, KADIN Pusat dan Jakarta, pengusaha internasional dan nasional, pejabat Kementerian Luar Negeri dan Pemerintah Daerah Jawa Tengah serta media massa. Dalam sambutan pembukaan, Menlu RI antara lain menyampaikan komitmentinggi Presiden RI dalam: (i) pembangunan inklusif yang bertumpu pada pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah termasuk bagian Timur Indonesia (Papua), (ii) menyederhanakan proses investasi sehingga peringkat Indonesia dalam indeks kemudahan melakukan bisnis meningkat dari peringkat 114 di tahun 2015 menjadi 72 di tahun 2017 dan indeks kompetitif global Indonesia meningkat dari 41 ke 36.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Jawa Tengah dalam paparannya menyampaikan bahwa peningkatan laju pertumbuhan ekonomi di Propinsi Jawa Tengah selama 5 tahun terakhir yang melampaui laju pertumbuhan ekonomi nasional, serta pertumbuhan positif volume ekspor yaitu rata-rata 5% per tahun dengan komoditas utama: kayu olahan, benang, produk minyak kelapa, furniture, garment dan lain-lain. Peningkatan rata-rata tahunan kunjungan turis mancanegara sebesar 9,78% dan 7,89% untuk turis domestik ke berbagai tujuan wisata di Jawa Tengah.

Kenaikan rata-rata investasi 61% per tahun lewat pengembangan investasi melalui regionalisasi. Terdapat 6 sektor investasi yaitu infrastruktur, pariwisata, pertanian, industri, properti, pertambangan, dan energi. Faktor-faktor pendorong investasi di Provinsi Jawa Tengah: (i) kawasan industri yang beragam, (ii) dukungan infrastruktur yang memadai, (iii) tenaga kerja yang melimpah dengan upah yang kompetitif; (iv) insentif berupa tax allowance dan tax holiday, serta (v) kemudahan aplikasi perijinan investasi dan memulai bisnis. Penyebarluasan informasi potensi sumber daya dan
investasi serta produk berdaya saing global kerja sama antara Pemprov Jateng dengan Bank Indonesia dan KADIN Jawa Tengah, melalui Forum “Keris Jateng” (Koridor Ekonomi, Perdagangan, Investasi, dan Pariwisata Jawa Tengah). Situs Keris Jateng juga terintegrasi dengan e-commerce platform : “Sadewa Market”, website pariwisata : “Visit Jateng” dan website investasi: “Siap Jateng”.

UFTR juga menampilkan 39 booths pameran dan workshop dari Pemprov dan IKM Jawa Tengah, yang dibuka untuk umum hingga pukul 8 malam. Perhitungan sementara, nilai transaksi penjualan pameran tercatat lebih dari Rp. 280 juta. Beberapa penjajakan bisnis yang terjalin selama UFTR diantaranya: Kedutaan Besar Amerika Serikat akan memfasilitasi CV. Kina Citratama, perusahaan furniture Jepara untuk mengikuti Expo Dagang di Los Angeles pada September 2018; Kedutaan Besar Polandia dan Afrika Selatan akan memasarkan produk-produk Jawa Tengah ke negara mereka masing-masing dan mengundang perusahaan-perusahaan di negara tersebut untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan di Jawa Tengah; Perusahaan dari Ceko dalam tahap negosiasi dengan perusahaan Umiyako Jawa Tengah, atas produk tempe kaleng senilai Rp. 2,5 milyar untuk pengiriman awal tahun 2018; Pada saat yang sama sejumlah perusahaan di Jakarta juga menawarkan menjadi reseller di Jakarta terhadap produk-produk yang dihasilkan IKM Jawa Tengah seperti Sabila Craft – Magelang, Kopi Cangkir – Rembang, Abon Koki – Purbalingga, Yuasa Food – Wonosobo, Tas Roro Kenes – Semarang, dan Bawang Goreng Dua Putra – Brebes.

Tabloid Diplomasi Versi PDF

Tabloid Oktober 2017

Tabloid Oktober 2017