Current Issue Oktober 2017

Kilas Balik Diplomasi Indonesia dan Capaian Politik Luar Negeri Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi – Jusuf Kalla

Bertempat di Gedung Pancasila, Jakarta, pada tanggal 26 Oktober 2017, Menlu Retno L.P.  Marsudi menyampaikan press briefing mengenai capaian Politik Luar Negeri Indonesia selama tiga tahun masa pemerintahan Presiden Joko
Widodo kepada para pemimpin redaksi serta awak media nasional dan asing. Sejumlah kilas balik yang menjadi highlight dan  menonjol selama tiga tahun terakhir diangkat oleh Menlu Retno dalam press briefing ini, diantaranya mengenai Diplomasi Kemanusiaan di Rakhine State, Isu Palestina dan Perlindungan WNI di luar negeri. Diplomasi Kemanusiaan Indonesia untuk Rakhine State Indonesia melihat adanya krisis kemanusiaan dan
kompleksitas masalah di Rakhine State. Melihat situasi ini, Indonesia memilih untuk tidak duduk berdiam diri saja
melainkan menjalankan mesin diplomasinya dan berupaya untuk berbuat sesuatu dengan tujuan membantu para korban.

Menlu Retno telah menyampaikan concern Indonesia dan juga concern dunia internasional agar situasi di Rakhine State tidak memburuk, dan juga menawarkan bantuan kemanusiaan. Mesin diplomasi Indonesia telah dan terus bekerja secara penuh menjalankan misi kemanusiaan untuk membantu penyelesaian krisis kemanusiaaan di Rakhine State.“Indonesia merupakan  negara pertama yang berada di Myanmar dan Bangladesh setelah new cycle of violence terjadi pada tanggal 25 Agustus 2017. Trust  yang dimiliki Indonesia dari dua negara tersebut kita gunakan untuk membantu saudara-saudara pengungsi yang ada di Rakhine State dan di Bangladesh. Trust tersebut
tidak dimiliki oleh semua negara,” jelas Menlu Retno.Pada pertemuan di Yangon, Indonesia menyampaikan formula 4+1 (formula four plus one) bagi penyelesaian Rakhine State, selain itu Indonesia juga menjembatani komunikasi antara Myanmar dan Bangladesh. “Setidaknya sudah terjadi tiga kali pertemuan antara Myanmar dan Bangladesh, yang terakhir adalah pertemuan atau kunjungan Menteri Dalam Negeri Bangladesh ke Myanmar,” terang Menlu Retno.

Dari aspek bantuan kemanusiaan, Indonesia telah menyampaikan bantuan kemanusiaan, baik ke Rakhine State
maupun ke Bangladesh. Indonesia membuka pintu bagi ASEAN Humanitarian Assistance Centre (AHA Centre) untuk pengungsi Rakhine State. Saat ini deployment  bantuan telah disampaikan AHA Centre ke Rakhine State dan diserahterimakan melalui instansi terkait di Yangon. Pengiriman dan penyampaian bantuan tersebut dipantau oleh Menlu Retno melalui laporan dan masukan yang diterima. Indonesia juga mendorong agar laporan rekomendasi Kofi Annan dapat diimplementasikan. “Dalam pertemuan saya dengan Daw Aung San Su Kyi pada 12 Oktober 2017, kita mendorong tiga butir rekomendasi dapat diimplementasikan. Tiga butir tersebut, yaitu (1). Repatriation and humanitarian assistance, (2). Reconstruction and rehabilitation serta (3). Development and durable peace,” terang Menlu Retno. Indonesia juga selalu dimintakan saran dalam setiap pembahasan isu Rakhine State, termasuk Dewan Keamanan PBB dan Kantor Sekjen PBB.

Peran diplomasi kemanusiaan Indonesia untuk Rakhine State bukan saja dimulai pada tahun 2017 melainkan sebelumnya pada tahun 2015 mesin diplomasi Indonesia untuk Rakhine State sudah berjalan. Saat itu, Indonesia juga melakukan maraton diplomasi. Namun bedanya bahwa pada tahun 2015 Indonesia menerima influx pengungsi dari Myanmar dan Bangladesh yang berjumlah sekitar 1.800 orang. Saat itu, Indonesia ikut berkontribusi dalam menangani akar masalah, antara lain dengan menjadi tuan rumah dalam Jakarta Declaration Roundtable Meeting on the Rootcauses of Irregular Movement of Persons pada November 2015. Kontribusi serupa dalam penanganan akar masalah dilakukan melalui penyelenggaraan interfaith dialogue antara Indonesia-Myanmar. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menanamkan dan sharing mengenai nilai-nilai toleransi dan harmoni. “Semua langkah diplomasi Indonesia yang telah dilakukan oleh mesin diplomasi tersebut dilakukan secara konstruktif tanpa kegaduhan,” ungkap Menlu Retno.

About the author

admin

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tabloid Diplomasi Versi PDF

Tabloid Oktober 2017

Tabloid Oktober 2017