Current Issue Januari 2018

Kaum Muda Memiliki Suara dan Kontribusi yang Nyata dalam Demokasi

Bagi Sahara, mahasiswi asal Malaysia yang sedang kuliah di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, menyelenggaraan Bali Democracy Student Conference (BDSC) telah membuka wawasan yang sangat luas tentang bagaimana sebuah konferensi diselenggarakan. Dari konferensi ini ia bisa mendengar banyak Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa, Antonio Guterres, mengapresiasi penyelenggaraan Bali Democracy Forum ke-10 yang diselenggarakan ada tanggal 7-8 Desember 2017. Forum dialog ini dinilai mampu menjadi salah satu kunci upaya menjamin perdamaian dan keberlanjutan pembangunan dalam konteks demokrasi.

“Forum ini memungkinkan dialog antarnegara, demokrasi dan prinsip inklusi, keterbukaan serta dialog bersama,” kata Guterres dalam pesan video secara langsung pada sesi pembukaan BDF di ICE Serpong, Banten. Lebih lanjut Guterres mengatakan, bahwa forum diskusi demokrasi seperti BDF memiliki peran untuk meningkatkan representasi, mendorong pemilihan umum yang terbuka, memperkuat masyarakat sipil hingga memberdayakan perempuan yang sesuai dengan aturan hukum.“Seluruh masyarakat memiliki peran yang dimainkan untuk memastikan dukungan negara-negara berkembang dan demokrasi yang berkembang” ujar Guterres. Bentuk kemajuan pengaruh forum ini antara lain, bekerja sama dengan pemerintah Tunisia dalam penyelenggaraan BDF chapter Tunisia yang juga telah berkembang menjadi platform bagi negara-negara di kawasan Afrika Tengah dan Timur Tengah untuk bertukar pengalaman dalam proses demokrasi. BDF Tunisia membahas perkembangan home-grown democracy di masing-masing negara untuk melihat tantangan perkembangan demokrasi di kawasan serta mencari solusi tantangan yang ada.[] opini yang tidak semuanya sesuai dengan apa yang ia percaya, sehingga ia harus berusaha menerima dan berusaha menciptakan solusi yang bisa sama-sama diterima. Kesan serupa juga disampaikan oleh Tanti Rianti, mahasiswi Universitas Padjajaran, Bandung.

Menurutnya BDSC telah berhasil membuka wawasannya tentang bagaimana demokrasi di berbagai negara di dunia. “Saya mulanya tidak tahu bagaimana demokrasi di Uganda, Jepang dan Malaysia seperti apa, namun di sini saya akhirnya tahu. Dan juga paham bahwa ternyata demokrasi tidak bisa diterapkan dengan cara yang sama di setiap negara sehingga tiap negara memiliki cara menerapkan demokrasi,” ujar Tanti.Dari sekian banyak cerita tentang BDSC, ternyata dapat dipetik sebuah pelajaran bahwa para pemuda di era teknologi informasi saat ini merupakan sebuah peluang dan bukan ancaman bagi kehidupan masyarakat di masa depan, khususnya dalam hal berdemokrasi yaitu selama para elit dan pengambil kebijakan mau untuk terbuka dan melibatkan peran serta para pemuda untuk turut hadir dalam sebuah pengambilan kebijakan. Karena bagaimanapun para pemuda memiliki suara dan kontribusi yang nyata

About the author

admin

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tabloid Diplomasi Versi PDF

Tabloid Januari 2018

Tabloid Januari 2018