Current Issue Maret 2018

Kemitraan Kemlu dengan LPEI Untuk Menjembatani Hubungan yang Lebih Intensif dengan Dunia Usaha

Diplomasi ekonomi merupakan salah satu prioritas utama Kementerian Luar Negeri RI, dimana dalam hal ini 132 Perwakilan RI di luar negeri menjadi ujung tombak dalam menjalankan mesin diplomasi ekonomi Indonesia. Secara khusus, Presiden Joko Widodo telah memberikan mandat kepada Perwakilan RI agar selalu aktif dan kreatif dalam memperjuangkan kepentingan ekonomi nasional di negara akreditasinya masing-masing. Namun demikian, diplomasi ekonomi bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, apalagi pada saat sekarang ini dimana tingkat persaingan antar negara begitu tinggi. Hal ini mengharuskan pelaku diplomasi untuk melakukan terobosan-terobosan serta jeli membaca peluang dan potensi untuk meningkatkan akses pasar global, terutama pasar non tradisional.

Pada kenyataannya, upaya penetrasi pasar non tradisional juga tidak lepas dari tantangan karena kalangan pengusaha dan investor masih memiliki kekhawatiran untuk berbisnis dengan pasar non tradisional. Terkait hal tersebut, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang Kerja Sama Peningkatan Diplomasi Ekonomi. Penandatanganan dilakukan pada 10 April 2018 di sela-sela pelaksanaan Indonesia Africa Forum (IAF) dan disaksikan oleh Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Kemitraan Kemlu dengan LPEI ini adalah untuk menjembatani hubungan yang lebih intensif dengan dunia usaha, khususnya dalam meyakinkan dunia usaha untuk semakin berani mengambil resiko terukur dengan mulai merambah pasar nontradisional.

LPEI merupakan lembaga yang diberi mandat untuk menjalankan pembiayaan ekspor nasional. Fungsi ini menjadikan LPEI sebagai mitra yang penting bagi Kemlu, khususnya Perwakilan RI, untuk memaksimalkan diplomasi ekonomi. Saat ini Indonesia tengah dalam proses negosiasi sejumlah perjanjian kerja sama perdagangan, baik bilateral maupun regional. Karena itu, dukungan LPEI akan sangat berperan dalam implementasi kerja sama dimaksud. Dengan Nota Kesepahaman ini, diharapkan komunikasi antara Perwakilan RI dan LPEI  menjadi semakin mudah, khususnya terkait pertukaran informasi hasil business intelligence yang akurat berdasarkan fakta dan kondisi di lapangan. Dengan informasi tersebut, maka dapat dilakukan identifikasi proyek potensial dan keunggulan komparatif Indonesia serta peluang outbound investment. Ruang lingkup kerja sama Kemlu dan LPEI meliputi kerja sama untuk mendorong investasi dan perdagangan internasional, perluasan jejaring internasional, pertukaran data/informasi terkait isu ekonomi, dan pengembangan kapasitas sumber daya.

Tabloid Diplomasi Versi PDF

Tabloid Maret 2018

Tabloid Maret 2018