Current Issue Februari 2018

Kemlu RI Mengemas Dialog Lintas Agama Antar Kalangan Generasi Milleneal melalui Outstanding Youth for The World (OYTW)

Peserta program Indonesia-Australia Youth Interfaith Dialogue yang diadakan Kementerian Luar Negeri RI berkesempatan berdialog dengan Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, di Sydney Australia (17/3).

Tantangan anak muda di era digital saat ini adalah mengimbangi perbincangan di dunia maya menjadi interaksi nyata. Pertemuan anak-anak muda yang berbeda suku, agama, dan latar belakang antara Indonesia dan Australia di Sydney baru-baru ini tentu menjadi sangat penting. Selain mewujudkan interaksi, juga menebarkan manfaat kebinekaan. Delapan belas anak muda berbeda suku, agama, dan latar belakang pendidikan melakukan perjalanan selama empat hari di Sydney, Australia. Mereka berinteraksi dengan lima belas anak muda Muslim Australia. Selama empat hari itu, mereka bertukar cerita, pengalaman, dan saling belajar menyerap manfaat kebinekaan. Para anak muda itu adalah peserta program IndonesiaAustralia Youth Interfaith Dialogue yang diadakan Kementerian Luar Negeri RI. Di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus ASEANAustralia di Sydney, Sabtu (17/3), mereka berkesempatan berdialog dengan Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull. Tentu saja, topik yang dibahas adalah manfaat kebinekaan bagi kemajuan kehidupan masyarakat di kawasan Asia Pasifik, yang meliputi Indonesia dan Australia.

”Kita memperkenalkan bagaimana menjalankan toleransi beragama di Indonesia kepada masyarakat Australia. Kita tahu, ternyata di Australia, umat Islam yang minoritas juga dihargai dan hubungan antaragama di sini sangat baik,” kata Naiya Afifa (18), santri Pondok Pesantren Al Muayyad, Solo, Jawa Tengah. Naiya bersama temantemannya berasal dari Lombok (Nusa Tenggara Barat), Manado (Sulawesi Utara), Bali, Jakarta, Jombang (Jawa Timur), Kudus (Jawa Tengah), dan Tasikmalaya (Jawa Barat). Mereka merupakan generasi muda terpilih mewakili Indonesia yang terdiri dari 17.000 pulau, 714 suku bangsa, dan 1.100 bahasa daerah.

Begitu besarnya Indonesia, sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia merasakan manfaat kebinekaan dalam hidup yang toleran. Kehidupan berbangsa dan bernegara berlandaskan nilainilai Pancasila membuat Indonesia menjadi negara yang adaptif terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan identitas kebangsaannya. Outstanding Youth for The World (OYTW) merupakan sebuah program yang digagas oleh Kementerian Luar Negeri RI. Program ini dikemas dalam bentuk dialog lintas agama antar kalangan muda Indonesia dan Asutralia yang diselenggarakan di Sydney Australia pada 12-19 Maret 2018. Kegiatan OYTW 2018 bertujuan untuk mempromosikan generasi muda Indonesia berprestasi agar dapat berperan mendukukung kegiatan promosi dan peningkatan citra Indonesia di luar negeri, meningkatkan people to people contact serta memberikan gambaran pada peserta tentang kemajemukan serta pemahaman tentang proses pelaksanaan politik luar negeri Indonesia. Kegiatan OYTW 2018 diikuti oleh 18 pemuda yang terdiri dari 10 santri dan 8 pemuda dari agama kristen, katolik, Hindu dan Budha yang masingmasing diwakili 2 orang. Adapun komposisi laki-laki sebanyak 10 dan perempuan sebanyak 8 orang. Kegiatan di Sydney Australia terdiri dari kunjungan ke KJRI Sydney, kunjungan ke Parlemen New South Wales, pertemuan dengan Abrahamic Youth Group Association, Morning Walk bersama Presiden RI dan Perdana Menteri Australia Indonesia -Australia Youth Interfaith Dialogue, pertemuan dengan masyarakat Indonesia di Luar Negeri dan pertemuan dengan mayor of Randwick.[]

Tabloid Diplomasi Versi PDF

Tabloid Februari 2018

Tabloid Februari 2018