Current Issue Juni 2022

KINERJA DIREKTORAT PWNI KEMLU RI TOTAL 26.173 KASUS DITUNTASKAN, REALISASI 90,29%

Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu RI mengalami transformasi struktur organisasi sejak tahun 2021. Berdasarkan Peraturan Menteri No. 6/2021, nama direktorat yang semula “Direktorat Pelindungan WNI dan BHI” berubah menjadi “Direktorat Pelindungan WNI”. Hal ini merupakan bentuk komitmen Kemlu RI untuk senantiasa mengedepankan pelindungan WNI sebagai prioritas nasional pemerintah.

Secara faktual, tahun kemarin masih diwarnai dengan pandemi global COVID-19, terutama dengan munculnya mutasi virus baru seperti varian delta. Distribusi vaksin COVID-19 yang belum merata juga mempengaruhi kerentanan WNI di Luar Negeri baik PMI, mahasiswa, masyarakat umum, hingga pejabat dan staf pelaksana fungsi pelindungan WNI. Protokol kesehatan dan pembatasan pergerakan masyarakat yang dilakukan secara ketat untuk mencegah penyebaran COVID-19 juga mempengaruhi migrasi WNI.

Meski demikian, volume kasus di tahun 2021 tidak sebanyak tahun 2020, namun masih lebih banyak dibandingkan tahun 2019. Kondi-si ini antara lain dipengaruhi oleh arus pergerakan WNI ke luar negeri yang masih terbatas serta tingkat kesiapan negara-negara dalam pengelolaan pandemi COVID-19 yang semakin membaik. Kondisi ini berbanding terbalik dengan kondisi awal pandemi pada tahun 2020. Saat itu terjadi kepanikan masif dan tiap negara masih dalam tahap mengupayakan pembangunan “COVID-19 response” yang ideal sesuai kapasitas nasional masing-masing. Penurunan volume kasus pada tahun 2021 memberikan peluang bagi Kemlu untuk menuntaskan kasus-kasus pada tahun 2020 serta menangani kasus-kasus baru yang dilaporkan. Di sisi lain, pembatasan pergerakan masyarakat membuat pembatalan, penjadwalan ulang, atau perubahan format berbagai kegiatan pelindungan WNI.

Dari sisi penyelesaian kasus, persentase Kasus WNI di Luar Negeri yang diselesaikan adalah sebanyak 26.173 kasus dari 29.223 kasus WNI di luar negeri yang ditangani. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11.066 kasus khusus telah diselesaikan dari 11.938 kasus khusus yang sedang ditangani (92,70%). Sebanyak 15.107 kasus umum telah diselesaikan dari 17.295 kasus umum yang sedang ditangani (87,35%). Dengan formula penghitungan realisasi dikali bobot (45% untuk kasus umum dan 55% untuk kasus khusus), maka diperoleh realisasi sebesar 90,29%.

Selain itu, sebanyak 88.895 WNI telah terverifikasi datanya di Portal Peduli WNI atau 8,72% dari target sebanyak 50% data WNI terverifikasi dari Daftar Pemilih Tetap Pemilu RI. Kemudian, adanya partisipasi 12 SDM Kemlu RI dan 165 SDM Perwakilan RI pada pelatihan bimbingan teknis terkait sistem informasi pelayanan dan pelindungan WNI di luar negeri.

Dari sisi Indeks Diplomasi Pelindungan WNI di Luar Negeri, sejumlah capaian utamanya adalah: (i) Penandatanganan Memorandum of Understanding on the Cooperation in the Fields of Employment and La bour Affairs for Fishermen Working in Korean Coastal Fishing Vessels (MoU) antara Republik Indonesia dan Korea Selatan pada tanggal 31 Mei 2021, (ii) Diterimanya rekomendasi Kemlu pada 13th Global Forum on Migration and Development (GFMD) 2021 di Uni Emirat Arab secara virtual, 18-26 Januari 2021 dan Asia Pacific Regional Review of Implementation of the Global Compact for Safe, Orderly and Regular Migration di Bangkok secara virtual,10-12 Maret 2021, (iii) Diterimanya masukan Kemlu pada Rencana Aksi Nasional Instruksi Presiden RI No-mor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan Peraturan Presiden RI Nomor 52 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia; serta (iv) 100% responden memberikan umpan balik positif atas Public Awareness Campaign.[]

About the author

admin

Add Comment

Click here to post a comment

Don`t copy text!