Current Issue Januari 2018

Komitmen Indonesia dalam Mendorong Demokrasi Sebagai Agenda Kawasan

bali democracy forum

Gelaran Bali Democracy Forum (BDF) ke-10 di ICE-Serpong, Banten secara resmi ditutup oleh Wakil Menlu A.M. Fachir pada 7 Desember 2017 malam. Pada esok harinya (8 Desember 2017), para delegasi BDF ke-10 dijadwalkan melakukan site visit ke Festival BEKRAF di Bandung dengan menggunakan kereta api. Dalam Chair’s Statement yang disampaikannya, Wakil Menlu menggarisbawahi poin-poin penting yang diangkat dalam panel tingkat Menteri maupun sesi perdebatan umum yaitu meliputi: prasyarat dasar demokrasi, antara lain pembagian kekuasaan, pemilu, dan masyarakat sipil yang aktif; tantangan demokrasi masa kini seperti terorisme dan populisme membutuhkan kerja sama yang intensif; Pentingnya home-grown democracy, konsensus nasional, serta kondisi eksternal yang kondusif untuk mengembangkan demokrasi; inclusiveness sebagai kunci terciptanya kerukunan sosial dan partisipasi; faktor keamanan, kesetaraan, dan keadilan sosial sangat menentukan kemajuan demokrasi; kemajuan ekonomi adalah salah satu hasil demokrasi; demokrasi sebagai suatu proses yang membutuhkan komitmen dan persatuan masyarakat; serta upaya ASEAN sebagai suatu organisasi regional dalam memperkuat demokrasinya.

Dalam forum tersebut sejumlah negara menyampaikan kecaman keras atas keputusan Amerika Serikat yang akan memindahkan Kedutaan Besarnya ke Yerusalem. Hal ini karena bertentangan dengan keputusan Dewan Keamanan PBB. Selain itu, pada sesi penutupan tersebut, delegasi BDF ke-10 juga mendengarkan laporan dari perwakilan Bali
Civil Society and Media Forum (BCSMF), Endy Bayuni serta dari perwakilan Bali Democracy Student Conference (BDSC), Maryna Kyrylchuk (Ukraina) yang merupakan kegiatan paralel BDF. BDF merupakan pertemuan tahunan tingkat Menteri yang diselenggarakan oleh Indonesia sejak 2008. Pada BDF ke-10 tahun 2017 ini, sebanyak 400 delegasi dari 99 negara dan 7 organisasi internasional hadir dan berperan serta. Terus bertambahnya jumlah negara dan organisasi internasional yang hadir dari tahun ke tahun, semakin menguatkan perhatian dan komitmen internasional terhadap demokrasi, khususnya BDF. Para delegasi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah RI atas kesinambungan komitmen Indonesia dalam mendorong demokrasi sebagai agenda kawasan. BDF ke-10 juga ditandai dengan penyelenggaraan Bali Democracy Students Conference (BDSC) secara paralel yang menghadirkan 151 mahasiswa dari 61 negara. BDSC bertujuan untuk menumbuhkembangkan demokrasi di kalangan
generasi muda

About the author

admin

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tabloid Diplomasi Versi PDF

Tabloid Januari 2018

Tabloid Januari 2018