Current Issue Februari 2018

Menlu Retno Menekankan Perlunya Kemitraan Untuk Menghormati Hukum Internasional dan Mengembangkan Multilateralisme

Pada pidato Pernyataan Pers Tahunan Menlu 2018 di Gedung Utama Kementerian Luar Negeri, Jakarta (9/1), Menlu Retno LP Marsudi menyatakan bahwa situasi dunia tahun 2018 diwarnai optimisme pertumbuhan ekonomi dunia. Namun demikian, dunia juga perlu menyikapi berbagai tantangan utama yaitu instabilitas politik dan keamanan di tingkat global, potensi proxy conflict di berbagai belahan dunia, dan beberapa negara yang menarik diri dari komitmen internasional sehingga menyisakan tanda tanya besar. Oleh karena itu Menlu Retno menekankan perlunya kemitraan untuk menghormati hukum internasional dan mengembangkan multilateralisme. Memanfaatkan peluang dan menghadapi tantangan di tahun 2018, Menlu Retno telah menetapkan delapan langkah dan fokus politik luar negeri Indonesia.

Diantaranya memperkuatpersatuan dan sentralitas ASEAN, meningkatkan diplomasi perdamaian dan kemanusiaan, memastikan kesuksesan beberapa perhelatan penting di tahun 2018, mendorong ekonomi kreatif sebagai pilar pertumbuhan ekonomi global,mengintensifkan kampanye pencalonan sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020, pemagaran batas wilayah dan kedaulatan RI, meningkatkan perlindungan terhadap WNI di luar negeri, intensifikasi perundingan kerjasama perdagangan dan ekonomi, serta memperkuat upaya untuk memerangi kejahatan lintas batas, radikalisme dan terorisme. Menlu Retno menegaskan komitmen bahwa untuk melaksanakan politik luar negeri tersebut, segenap jajaran Kementerian Luar Negeri di tahun 2018 akan tetap fokus, bekerja keras dan bekerja tuntas. Pernyataan Pers Tahunan Menlu 2018 ini dihadiri oleh para Duta Besar negara  sahabat, pimpinan organisasiinternasional, pimpinan Komisi I dan anggota DPR RI, mantan Menlu RI dan jajaran Kementerian Luar Negeri serta pimpinan media massa. Pada kesempatan ini Menlu Retno secara khusus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh staf Kementerian Luar Negeri, DPR RI dan semua pemangku kepentingan. Menlu juga secara khusus mengapresiasi kemitraan dengan insan media.

Peran media dipandang penting dan menjadi mitra strategis bagi pelaksanaan politik luar negeri. Capaian dan kinerja diplomasi terberitakan secara baik, faktual dan berimbang melalui kemitraan tersebut. Sebagai penghargaan atas kontribusi dan kemitraan media, Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Cecep Herawan menyerahkan penghargaan Adam Malik Award (AMA) 2018, yaitu kepada; Harian Kompas sebagai Media Cetak terbaik, Detik.com sebagai Media Online terbaik, Metro TV sebagai Media Televisi terbaik, Radio Elshinta sebagai Media Radio terbaik, Josie Susilo Hardianto (Harian Kompas) sebagai Jurnalis Cetak terbaik, dan Aditya Eko Sigit Wicaksono (Antaranews. com) sebagai Jurnalis Online  terbaik.

Tabloid Diplomasi Versi PDF

Tabloid Februari 2018

Tabloid Februari 2018