Januari 2018 Preivous Issue

Menlu RI : Indonesia Merupakan Contoh Negara Tempat Demokrasi dan Islam Dapat Berjalan Berdampingan

“TIDAK ADA SATU FORMULA YANG DAPAT DIGUNAKAN SEMUA NEGARA DALAM MENERAPKAN DEMOKRASI, SEHINGGA FORUM SEPERTI BALI DEMOCRACY FORUM (BDF) SANGAT BERMANFAAT UNTUK BERTUKAR FIKIRAN DAN MEMBAGI PENGALAMAN TERKAIT DENGAN PROMOSI DEMOKRASI” KATA MENLU RETNO L.P. MARSUDI SAAT MEMBUKA BDF CHAPTER TUNISIA, YANG MENGANGKAT TEMA “HOME-GROWN DEMOCRACY: THE NORTHAFRICA EXPERIENCE” PADA TANGGAL 2 OKTOBER 2017 DI TUNIS, TUNISIA.

Bekerja sama dengan Pemerintah Tunisia, penyelenggaraan BDF Chapter Tunis merupakan upaya Indonesia untuk menyediakan platform bagi negara-negara di kawasan Afrika Tengah dan Timur Tengah untuk bertukar pengalaman dalam hal proses demokrasi, membahas perkembangan home-grown democracy di masing-masing negara, dan untuk melihat tantangan terhadap perkembangan demokrasi di kawasan serta mencari solusi terhadap tantangan tersebut. Sejalan dengan tema BDF Chapter Tunis, Menlu Retno dalam sambutannya menyampaikan pengalaman Indonesia dalam proses transformasi demokrasi.

Menlu Retno menuturkan bahwa demokrasi adalah suatu proses panjang yang berkelanjutan. Berdasarkan pengalaman Indonesia dan banyak negara lainnya, proses demokrasi tidaklah mulus. Menlu RI : Indonesia Merupakan Contoh Negara Tempat Demokrasi dan Islam Dapat Berjalan Berdampingan“Demokrasi adalah proses yang berkelanjutan dan bukan tujuan, karena tujuan kita bernegara adalah untuk mencapai kesejahteraan dan kehidupan yang layak bagi seluruh rakyat kita” terang Menlu Retno.

“JIKA INGIN MELIHAT ISLAM, DEMOKRASI, MODERNITAS DAN HAK PEREMPUAN BERJALANBERDAMPINGAN, DATANGLAH KE INDONESIA” MENLU RETNO

Selanjutnya Menlu Retno menekankan bahwa walaupun nilai demokrasi adalah universal, namun tidak ada pendekatan yang one-size-fit-all untuk demokrasi. Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya harus memperhatikan kepentingan dan keinginan rakyat, bukan kepentingan luar. Menlu Retno juga menekankan bahwa Indonesia merupakan contoh negara tempat demokrasi dan Islam dapat berjalan berdampingan. Hal ini, selain disebabkan oleh berbagai nilai demokrasi yang sejalan dengan Islam, namun juga karena sejarah panjang pluralisme sehingga masyarakat Indonesia biasa dengan perbedaan dan adanya ideologi Pancasila. “Jika ingin melihat Islam, demokrasi, modernitas dan hak perempuan berjalan berdampingan, datanglah ke Indonesia” kata Menlu Retno.

BDF Chapter Tunis dihadiri oleh peserta dari Aljazair, Mesir, Libya, Maroko dan Tunisia. Sedangkan narasumber yang hadir dari Indonesia adalah Prof. Dr. Azyumardi Azra (Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta) dan Rahimah Abdulrahim (Direktur Eksekutif Habibie Center). Tunisia akan melaporkan hasil dari pertemuan BDF Chapter Tunisia ini pada Bali Democracy Forum ke-10 yang diselenggarakan pada tanggal 7-8 Desember 2017 di Serpong, Banten

Tabloid Diplomasi Versi PDF

Tabloid Februari 2018

Tabloid Februari 2018