Current Issue Maret 2018

Menlu RI Paparkan Arah Kebijakan dan Polugri RI

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam acara ‘Talkshow Menlu RI bertajuk “Arah Kebijakan dan Polugri RI” yang diselenggarakan di Kantin Diplomasi Kemlu, Jakarta, (22/3/2018) memaparkan mengenai arah kebijakan politik luar negeri RI kepada para warga negara Indonesia (WNI) alumni beasiswa asing.  Menlu Retno mengungkapkan secara umum mengenai kebijakan politik luar negeri Indonesia, dan salah satu diantaranya adalah mengenai perlindungan WNI di luar negeri. “Semoga acara ini bisa menjadi wadah komunikasi antara kalian para alumni dengan Perwakilan kita. Semoga dengan forum ini kita bisa bertukar pikiran,” kata Menlu Retno.

Dijelaskan oleh Menlu Retno bahwa salah satu pilar politik luar negeri Indonesia adalah perlindungan seluruh WNI di luar negeri. Para alumni ini, lanjut Retno, tentu sudah merasakan bagaimana perlindungan WNI di luar negeri tersebut. Karenanya, Menlu Retno berharap para alumni terus menjalin hubungan dan komunikasi dengan para diplomat RI yang selama ini sudah membantu mereka. “Semoga masukan dari mereka semua bisa kami tampung dan kami terapkan,” tukas Menlu Retno. Sejumlah alumni dari berbagai negara, seperti Australia, Jerman, Amerika Serikat, Tiongkok, hingga Belanda datang dalam acara ini. Pada kesempatan ini, salah satu perwakilan alumni meminta untuk diadakan pelatihan pengenalan kebijakan politik luar negeri, agar bisa menjadi ‘diplomat’ Indonesia di luar negeri.

Menlu Retno menyampaikan rasa bangga atas jiwa nasionalisme yang  tinggi yang dimiliki oleh para mahasiswa Indonesia yang belajar di luar negeri. Menurut Menlu Retno, jiwa nasionalisme tersebut harus terus dipupuk untuk perbaikan bangsa dan negara di masa mendatang. “Saat mereka menjadi mahasiswa di luar negeri, yang kita banggakan adalah rasa kebangsaan mereka yang tidak pernah tergerus meskipun mereka berada di luar negeri”
kata Menlu Retno.

Lebih lanjut Menlu Retno mengutarakan rasa senangnya dapat bertukar pikiran mengenai kebijakan luar negeri RI dengan para pelajar tersebut. Menurutnya adalah sangat penting untuk mengadakan komunikasi dengan cara seperti itu, karena memang tidak boleh ada jarak antara politik luar negeri dengan masyarakat Indonesia. “Saya kira pertemuan komunikasi seperti ini dengan kelompok lain perlu dilakukan, sehingga, sekali lagi, tidak boleh ada jarak antara politik luar negeri yang kita lakukan dengan kepentingan yang ada di masyarakat,” jelas Menlu Retno.[

Tabloid Diplomasi Versi PDF

Tabloid Maret 2018

Tabloid Maret 2018