Uncategorized

Menlu Sampaikan Pidato Di Debat Terbuka Dewan Keamanan PBB

Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi pada tanggal 28 Maret 2013 menyampaikan pidato di Debat Terbuka Dewan Keamanan PBB bertajuk “Collective Action to Improve UN Peacekeeping Operations”, di hadapan 15 Anggota Dewan Keamanan (DK) PBB dan seluruh peserta debat, di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat. Sebagai koordinator ASEAN untuk DK-PBB, Menlu Retno menyampaikan pidato atas nama ASEAN dan juga Indonesia.  Hal-hal utama yang disampaikan Menlu Retno dalam pidatonya mewakili ASEAN antara lain  adalah pentingnya reformasi DK PBB yang harus ditujukan untuk meningkatkan kinerja dan kapasitas serta proses pengambilan keputusan di lapangan. Kedua, menekankan agar sumber pendanaan PKO (Peace Keping Operation) harus memadai.

Ketiga, menegaskan bahwa keamanan dan keselamatan pasukan perdamaian menjadi tanggung jawab bersama negara anggota PBB, sehingga harus selalu diperhatikan. Sedangkan inti pidato Menlu Retno yang mewakili kepentingan nasional Indonesia, antara lain menekankan pentingnya membuat terobosan baru dalam memastikan keamanan dan keselamatan Peacekeepers di lapangan. Menlu Retno juga menegaskan, “Pasukan Keamanan PBB tidak bisa lagi bekerja Business as usual , Peacekeepers harus well-trained, well-equipped dan adequatelyresourced.“

Oleh karena itu, Menlu Retno menekankan pengembangan kapasitas yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan menjadi keharusan. Lebih lanjut Menlu Retno menyampaikan agar terus didorong inovasi dalam pembelian peralatan untuk misi Pemeliharaan Perdamaian PBB termasuk penggunaan industri strategis dari negara berkembang. Menlu Retno juga menegaskan pentingnya peningkatan kemitraan dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan termasuk dengan organisasi regional.  Salah satu isu yang menjadi perhatian Indonesia, terkait pasukan perdamaian PBB adalah pentingnya untuk meningkatkan keterlibatan perempuan. “Jumlah Peacekeepers perempuan dalam misi Pemeliharaan Keamanan PBB harus ditingkatkan, mengingat lebih mudah bagi perempuan untuk memenangkan hati dan pikiran masyarakat lokal dan lebih efektif dalam melindungi masyarakat sipil dari eksploitasi seksual dan tindakan kekerasan” tegas Menlu Retno.

Debat terbuka ini diselenggarakan di bawah presidensi Belanda di Dewan Keamanan PBB. Pertemuan dipimpin oleh Perdana Menteri Belanda dan Sekjen PBB selaku pemapar. Tercatat sebanyak 13 pejabat setingkat Menteri serta 69 negara anggota PBB ikut serta dalam debat terbuka ini. Menlu Retno mendapat kesempatan sebagai pembicara pertama setelah 15 negara anggota DK PBB berbicara. Kali ini, untuk pertama kalinya, ASEAN, sebagai regional grouping, menyampaikan pidato di depan DK PBB.  Tema debat terbuka dilatarbelakangi oleh semakin meningkatnya jumlah korban peacekeepers PBB yang disebabkan berbagai serangan dan ancaman keamanan terhadap misi PBB. Tercatat 57 korban selama tahun 2017 dan merupakan jumlah terbesar selama dua dekade. Selain itu debat juga mencoba untuk membahas proses politik bagi penyelesaian konflik di berbagai Misi Pemeliharaan. Perdamaian PBB.[]

About the author

admin

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tabloid Diplomasi Versi PDF

Tabloid Maret 2018

Tabloid Maret 2018