Current Issue Juni 2022 Uncategorized

Misi Kemanusian Indonesia di Afghanistan, Palestina dan Negara-Negara PBB

SAAT INI, LEBIH DARI 2.800 PERSONEL INDONESIA BERTUGAS DI 8 MISI PERDAMAIAN PBB. INDONESIA ADALAH NEGARA PENYUMBANG PASUKAN PEMELIHARAAN PERDAMAIAN PBB, TERBESAR KE-7 DI DUNIA, NAIK DARI PERINGKAT KE-8 SELAMA TIGA TAHUN TERAKHIR.

Menjelang tutup tahun 2021, Menlu RI Retno LP Marsudi telah menghadiri Sidang Luar Bia-sa Menlu OKI mengenai situasi kemanusiaan di Afghanistan. Indonesia termasuk inisiator pelaksanaan pertemuan tersebut mengingat situasi kemanusian Afghanistan yang semakin memburuk.

“Posisi Indonesia selalu konsisten, ingin melihat Afghanistan damai, stabil dan sejahtera. Dalam engagement Indonesia dengan Taliban, Indonesia terus mendorong agar janji yang disampaikan 16 Agustus 2021 dapat dipenuhi, termasuk penghormatan terhadap hak-hak perempuan,” ujar Menlu.

Atas dorongan Indonesia, sebuah roadmap pemenuhan komitmen Taliban telah dimasukkan dalam Resolusi pertemuan OKI tersebut. Di bidang kemanusiaan, Indonesia juga terus berkomitmen untuk berkontribusi. Tidak kurang dari dua pesawat Indonesia tiba di Afghanistan membawa bantuan makanan dan nutrisi bagi rakyat Afghanistan, bekerja sama dengan badan PBB.

Tahun 2022, Indonesia akan melanjutkan fokus pada isu pendidikan dan pemberdayaan bagi perempuan Afghanistan, termasuk melalui pemberian beasiswa Pendidikan. Mengenai peace keeping mission, partisipasi Indonesia dalammisi perdamaian tidak pernah surut. Saat ini, lebih dari 2.800 personel Indonesia bertugas di 8 misi perdamaian PBB. Indonesia adalah ne­gara penyumbang pasukan pemeliharaan perda-maian PBB, terbesar ke -7 di dunia, naik dari peringkat ke-8 selama tiga tahun terakhir

Persentase peacekeepers perempuan Indonesia, naik dari 5,9% pada tahun 2020, menjadi 6,7% pada tahun 2021. Indonesia juga aktif dalam penyusunan norma dan tata kelola Misi Perdamaian PBB. Indonesia menjadi salah satu Ketua Group of Friends on Safety and Security of UN Peacekeeping yang diluncurkan bulan April2021. Ini adalah sebuah inisiatif untuk memastikan peningkatan keamanan dan keselamatan peace keepers.

Dalam rangka memajukan isu Women, Peace and Security, Indonesiabersama South east Asia Network of Women Peace Negotiators and Mediators telahmenyelenggarakan Regional Forum of Women Peace Negotiators and Mediators. Network kawasanini telah tergabung dalam Global Alliances of Regional Women Mediator Networks padaApril 2021 sebagai anggota ke-6 dan satu-satunya wakil Asia.

Untuk tahun 2022,Indonesia berkomitmen mengirimkan 5 (lima) Satgas militer dengan total 950 personel dan satu Satgas polisi dengan total 198 personel. Indonesia juga akan menyelenggarakan berbagai pelatihan dan program peningkatan kapasitas peacekeepers, termasuk dalam skema UN Triangular Partnership Project (TPP).

Di bidang HAM dan demokrasi, sepanjang 2021, Indonesia telah menjadi penholder atau mensponsori berbagai resolusi terkait hak-hak rakyat Palestina, Rohingya serta isu hak asasi manusia dan kegiatan bisnis. Indonesia juga telah menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam mendorong pemajuan HAM di kawasan, antara lain melalui Regional Conference on Business and Human Rights 2021, Second Regional Conference on Humanitarian Assistance, dan ASEAN Human Rights Dialogue yang sudah vakum selama 6 tahun terakhir dan Indonesia berhasil mengadakannya kembali tahun lalu.

Selain itu, Indonesia juga kembali menyelenggarakan BDF ke-14 di tahun 2021. Secretary Blinken dan State Councellor Wang Yi berpartisipasi dalam BDF tahun 2021. BDF adalah bentuk komitmen Indonesia untuk terus memajukan demokrasi dan HAM di kawasan dan global. “Our commitment toward democracy goes beyond our borders,” ujarMenlu RI.

About the author

admin

Add Comment

Click here to post a comment

Don`t copy text!