April 2009

Mochtar Kusumaatmadja Diplomat Berpikir Cepat dan Lugas

Prof. Dr. Ganjar Kurnia
Rektor Univ. Padjajaran

“…apabila kita menganggap bahwa uraian mengenai masalah hukum internasional itu telah menggambarkan suatu keadaan yang tetap dan sempurna serta tidak akan mengalami perubahan, maka anggapan itu sangat keliru.”

Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja sepanjang hidupnya telah banyak memberikan pencapaian yang berharga bagi negeri Indonesia tercinta. Maka tidaklah berlebihan jikalau para tokoh di negeri ini menjuluki beliau sebagai “diplomat yang berfikir cepat dan lugas”, hal itu semakin menunjukkan kualitas beliau yang bukan hanya sebagai diplomat ulung tetapi juga seorang akademisi yang handal.

Gabungan dari diplomat dan akademisi itu telah menjadikan Prof. Dr. Mochtar Kusuma Atmadja sebagai tokoh Indonesia yang disegani dan dihormati di forum internasional. Sebagai wakil Indonesia di konferensi hukum laut PBB, beliau berperan sangat besar dalam menuangkan konsep Negara Kepulauan. Suatu konsep yang luar biasa berani, karena pada saat itu belum ada satupun instrument hukum internasional yang mengatur tentang rejim negara kepulauan secara komprehensif. Disamping itu, konsep ini ternyata juga mendapat tantangan yang luar biasa gencarnya, terutama dari negara-negara maju. Hal ini cukup beralasan karena negara-negara maju tersebut khawatir bahwa regim hukum laut internasional tentang negara kepulauan dapat secara signifikan mengurangi kebebasan mereka dalam memanfaatkan laut lepas.

Namun berkat perjuangan keras delegasi Indonesia, termasuk Prof. Dr. Mochtar Kusuma Atmadja, konsep ini kemudian berhasil disepakati dan menjadi bagian dari konvensi PBB tentang hukum laut internasional pada tahun 1982. Di bidang akademisi, salah satu kontribusi pemikiran Prof. Dr. Mochtar Kusuma Atmadja yang cukup penting bagi dunia pendidikan nasional adalah definisi tentang hukum, yaitu bahwa “hukum adalah keseluruhan asas dan kaidah yang mengatur kehidupan masyarakat, termasuk didalamnya lembaga dan proses untuk mewujudkan hukum itu dalam realitasnya”.

Disamping itu dibidang hukum internasional, beliau juga telah memberikan sumbangan yang sangat penting, terutama bukunya tentang hukum internasional yang hingga saat ini masih menjadi referensi wajib dalam bidang hukum internasional. Setelah sekitar tiga dasawarsa Prof. Dr. Mochtar Kusuma Atmadja menulis buku Pengantar Hukum Internasional, tentunya telah banyak sekali perkembangan yang terjadi didalam buku itu, dimana hal ini tidak terlepas dari perkembangan yang terjadi di masyarakat internasional mulai dari lingkungan, sumberdaya alam, informasi, teknologi, dan HAM.

Dan beliau sendiri didalam bukunya menyatakan, bahwa apabila kita menganggap bahwa uraian mengenai masalah hukum internasional itu telah menggambarkan suatu keadaan yang tetap dan sempurna serta tidak akan mengalami perubahan, maka anggapan itu sangat keliru. Untuk itu marilah kita kaji dengan lebih mendalam dan kritis, karena tentunya pendidikan hukum internasional di Indonesia sekarang ini memerlukan perspektif baru yang lebih sesuai dengan perkembangan terkini dari dunia internasional. Dan tidak hanya itu, perspektif baru inipun memerlukan kajian yang lebih intensif sedemikian rupa sehingga dapat diselaraskan dengan kepentingan nasional Indonesia.

Saya yakin bahwa semangat yang dimiliki oleh Prof. Dr. Mochtar Kusuma Atmadja untuk memperjuangkan kepentingan Indonesia dalam kancah internasional akan menjadi inspirasi yang tidak ternilai bagi kita, sehingga pada akhirnya kita dapat mengidentifikasi dan menganalisa berbagai aspek dan tantangan yang dihadapi oleh para pemangku kepentingan dibidang pendidikan hukum internasional.

About the author

admin

Add Comment

Click here to post a comment

Don`t copy text!