Desember 2021 Preivous Issue

MOMENTUM BERSEJARAH: INDONESIA MEMEGANG PRESIDENSI G20

Di Asia, dengan posisi Presidensi G20 Indonesia saat ini, total sudah ada lima negara yang pernah menjadi Presidensi G20, yaitu Jepang, RRT, Korea Selatan, Arab Saudi, dan terakhir Indonesia. Presidensi Indonesia mendapat dukungan dari seluruh anggota G20, dan terdapat harapan Indonesia akan mampu menjembatani kepentingan negara maju dan negara berkembang

Melansir dari laman Sherpa G20 Indonesia, G20 adalah kelompok informal yang terdiri dari 19 negara dan Uni Eropa Sebuah momentum bersejarah bagi Indonesia dipercaya memegang Presidensi forum negara-negara besar di dunia yang tergabung dalam G20. Indonesia dipercaya meneruskan estafet keketuaan atau Presidensi G20 dari Italia. Indonesia akan memegang Presidensi G20 terhitung mulai 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022. Lebih lanjut, G20 menjadi forum ekonomi utama dunia yang mewakili sekitar 60% populasi dunia, 75% perdagangan global, dan 80% PDB dunia.

Awalnya, G20 dibentuk karena komunitas internasional kecewa atas kegagalan Group of Seven (G7) mencari solusi dari permasalahan ekonomi global yang dihadapi saat itu. Negara yang bergabung dalam
G7, antara lain Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat. Ada pandangan bahwa negara-negara berpendapatan menengah dan negara yang memiliki pengaruh ekonomi secara sistemik harus ikut serta dalam perundingan demi mencari solusi permasalahan ekonomi global. Lalu, Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara G20 mulai mengadakan pertemuan untuk membahas krisis keuangan global yang terjadi pada 1997-1999. Hal ini terjadi berkat saran dari para Menteri Keuangan G7 pada 1999. Sejak saat itu, pertemuan tingkat Menteri Keuangan diadakan secara rutin pada musim gugur.

Negara yang Pernah Jadi Presidensi G20

Presiden AS George W. Bush mengundang para pemimpin negara G20 dalam KTT G20 pertama untuk melakukan koordinasi terkait dampak krisis keuangan yang terjadi di AS pada 14-15 November 2008.
Setelah itu, pertemuan lanjutan pun akhirnya disepakati oleh pemimpin negara. Berikut ini negara yang juga pernah menjadi presidensi KTT G20, beserta kota penyelenggaranya, yakni sebagai berikut.
• Washington, Amerika Serikat (2008)
• London, Inggris (2009) Pittsburg, Pennsylvania (2009)
• Toronto, Kanada (2010)
• Seoul, Korea (2010)
• Cannes, Prancis (2011)
• Los Cabos, Mexico (2012)
• St. Petersburg, Rusia (2013)
• Brisbane, Australia (2014)
• Antalya, Turki (2015)
• Hangzhou, RRT (2016)
• Hamburg, Jerman (2017)
• Buenos Aires, Argentina (2018)
• Osaka, Jepang (2019)
• Riyadh, Arab Saudi (2020)
• Roma, Italia (2021)
• Indonesia (2022)

Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 akan melakukan pertemuan beberapa kali dalam satu tahun untuk mempersiapkan KTT. Presidensi G20 ditetapkan berdasarkan kesepakatan sistem rotasi kawasan sehingga akan berganti setiap tahunnya. Biasanya, presidensi tahun berjalan, serta presidensi sebelum dan selanjutnya melakukan koordinasi agenda prioritas G20 secara intensif.

Isu yang selalu mejadi perhatian para pemimpin G20 di setiap KTT adalah isu krisis, isu reformasi lembaga keuangan internasional, dan isu perdagangan. Namun, tantangan global yang semakin berkembang juga membuat isu-isu nonkeuangan turut dibahas. Ada dua jalur pertemuan dalam G20, yaitu jalur keuangan (finance track) dan jalur nonkeuangan (Sherpa track). Jalur keuangan dihadiri Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20. Isu yang dibahas berkaitan dengan sektor keuangan. Kemudian, jalur Sherpa membahas isu lainnya di luar sektor keuangan sekaligus mempersiapkan konsep outcome documents yang dibahas pada KTT. Para Sherpa ditunjuk oleh Kepala Pemerintahan atau Kepala sebagai representasi pada pertemuan G20 selain K TT

Don`t copy text!