Current Issue Februari 2018

Pencalonan Indonesia Sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB Periode 2019-2020

Sebagai bagian dari rangkaian Rapat Kerja Kepala Perwakilan RI (Raker Keppri) yang diselenggarakan pada tanggal 12-15 Februari 2018, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) juga mengadakan Diskusi Panel membahas pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020 i Ruang Nusantara, Kemenlu RI, Jakarta pada tanggal 14 Februari 2018. Duta Besar Hassan Wirajuda (Menlu RI 2001-2009), Duta Besar Marty Natalegawa (Menlu RI 2009-2014), Duta Besar Dian Triansyah Djani (Watap RI di New York), dan Duta Besar Hasan Kleib (Watap RI di Jenewa) hadir sebagai narasumber. Selain membahas pencalonan dan penggalangan dukungan, diskusi juga membahas isu-isu substansial yang dinilai relevan selama masa keanggotaan nantinya, jika Indonesia terpilih.

Diskusi dipandu oleh Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral, Febrian Ruddyard, Selaku moderator. Febrian menekankan pentingnya sharing of knowledge dan experience dari sejumlah tokoh yang berpengalaman dalam keanggotaan Indonesia sebelumnya. Menurutnya, diskusi ini merupakan bentuk keseriusan dan komitmen Indonesia untuk mempersiapkan pencalonannya dengan mengusung tema “A True Partner for World Peace”.Pada diskusi ini, Dubes Hassan Wirajuda menekankan bahwa trackrecord Indonesia yang dikenal teguh dalam prinsip namun fleksibel dalam pendekatan dapat menjadi modal penting dalam mempersiapkan keanggotaan Indonesia. Dubes Hassan menilai terdapat ruang bagi Indonesia untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian dunia.  Sementara itu, Dubes Djani menyampaikan kondisi terkini perkembangan di New York danmenggarisbawahi komitmen Indonesia untuk terus berkontribusi dalam pembahasan berbagai isu di PBB. Catatan kontribusi Indonesia bagi Misi Perdamaian PBB dan upaya perwujudan perdamaian secara umum, harus dipandang sebagai sebuah merit yang dapat mendorong pencalonan Indonesia.

Sedangkan Dubes Hasan Kleib berbagipengalamannya sebagai Dewatap di New York pada 2007-2008. Dubes Kleib mengingatkan agar Indonesia juga harus menaruh perhatian pada aspek teknis sebagai penunjang aspek substansi dalam keanggotaannya.

Sementara itu, Dubes Marty Natalegawa, yang pernah menjabat sebagai Watapri di New York saat Indonesia menjadi Anggota Tidak Tetap DK PBB 2007-2008, mengingatkan agar Indonesia dapat terus secara konsisten menaruh perhatian pada isu-isu di kawasan Asia Tenggara untuk diperjuangkan di PBB. Menurutnya, keanggotaan Indonesia harus mampu menghasilkan regional footprint yang bermanfaat bagi negaranegara di kasawan.

Kepala Perwakilan RI juga menyampaikan komitmen untuk terus mendorong pencalonan Indonesia.Perwakilan RI di seluruh dunia mempunyai peran yang penting terutama dalam diseminasi komitmen dan prioritas Indonesia untuk pencalonannya.  Sebagaimana diketahui, Indonesia tengah mencalonkan diri sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020. Indonesia bersaing untuk memperoleh satu kursi dari Grup Asia Pasifik pada pemilihan tanggal 8 Juni 2018 di Markas PBB, New York.

Tabloid Diplomasi Versi PDF

Tabloid Februari 2018

Tabloid Februari 2018