Current Issue Juni 2022

PERHATIAN INDONESIA DARI ROHINGYA, PALESTINA HINGGA AFGHANISTAN

SEMUA KETERLIBATAN TERSEBUT ADALAH BAGIAN PENTING DARI PERHATIAN NEGARA TERHADAP NILAINILAI KEMANUSIAAN YANG SEDANG MENGEMUKA DI BERBAGAI NEGARA, TERUTAMA NEGARA-NEGARA YANG KURANG BERUNTUNG SECARA KEBIJAKAN EKONOMI DAN POLITIK REGIONAL..

Terkait dengan isu pengungsi, pada tahun 2021 dapat disampaikan bahwa atas dasar kemanusiaan, pemerintah telah melakukan koordinasi dan penanganan pendaratan 81 (delapan puluh satu) pengungsi Rohingya di Kabupaten Aceh Timur pada Juni 2021 dan 105 pengungsi Rohingya yang mendarat di Lhokseumawe pada 31 Desember 2021.
 
Sepanjang tahun 2021, telah dilakukan vaksinasi COVID-19 kepada pengungsi LN yang difasili-tasi oleh Pemerintah Daerah, IOM, UNHCR, dan pihak swasta. Data per 23 Februari 2022, sebanyak 4638 orang (67.1% dari total 6914 pengungsi LN yang eligible untuk vaksin) telah mendapatkan vaksi-nasi COVID-19 dosis kedua.
 
Kemlu RI juga berkontribusi dalam proses penjajakan awal rencana revisi Perpres No. 125 tahun 2016 tentang Penanganan Pen-gungsi dari Luar Negeri. Kemlu RI juga memulai pembahasan kerja sama Data Sharing Pengungsi dari Luar Negeri di Indonesia antara Pemri dan IOM yang ditargetkan akan rampung pada tahun 2022. MoU Data Sharing dengan IOM akan melengkapi MoU Data Sharing serupa yang telah berlangsung dengan UNHCR sejak tahun 2019.
 
Dukungan Indonesia terhadap situasi kemanusiaan di Palestina. Menambahkan komitmen bantuan Indonesia sebesar USD 800.000 kepada UNRWA dan USD 500.000 kepada ICRC sebagai bagian dari total hibah penanganan COVID-19 sebesar USD 2,5 juta kepada Pemerintah Palestina, UNRWA, dan ICRC). Pada pertemuan International Conference on UNRWA sustaining the rights and human development of Palestine refugees tanggal 16 November 2021 Indonesia kembali menyampaikan komitmen dukungan kepada UNRWA sebesar USD 200.000.
 
Bantuan Kemanusiaan ke Afghanistan

Menlu RI telah berpartisipasi dalam High Level Ministerial Meeting on Humanitarian Situation in Afghanistan dan menyampaikan pledge sebesar USD 3 juta untuk Afghanistan. Bantuan kemanusiaan sebesar USD 150,000 tersebut disalurkan melalui mitra NGOs lokal yang kredibel. Sementara itu, USD 2,85 juta akan diberikan dalam bentuk kerja sama pembangunan selama periode (Development assistance) 2022-2024, utamanya dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan pertambangan.
 
Di tingkat nasional, Pemerintah Indonesia juga secara aktif terlibat dalam Keanggotaan Komnas HAM di dalam Global Alliance of National Human Rights Institu[1]tions (GANRI) dan Asia-Pacific Forum for National Human Rights Institutions (APF). Kemudian terlibat aktif dalam penyusunan Rencana Aksi Nasional di Bidang HAM (RANHAM) tahun 2021-2025, yang telah disahkan melalui Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2021
 
Tidak hanya itu, perhatian negara terhadap kemanusiaan ini juga diwujudkan dalam Gugus Tugas Nasional Bisnis dan HAM yang dibentuk pada tanggal 5 April 2021. Saat ini pemerintah tengah menyusun Strategi Nasional Bisnis dan HAM. Untuk itu diharapkan tahun 2022 draf tersebut telah selesai dan dapat diimplementasikan.
 
Terkait penghilangan orang se-cara paksa, pemerintah saat ini juga tengah dalam proses ratifikasi Konvensi Penghilangan Orang Secara Paksa (International Convention for the Protection of All Persons from Enforced Disappearance) yang diharapkan dapatselesai dibahas dengan DPR pada tahun 2022.
 
Semua keterlibatan tersebut adalah bagian penting dari perhatian negara terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang sedang mengemuka di berbagai negara, terutama negara-negara yang kurang beruntung secara kebijakan ekonomi dan politik regional.
 
 
 
 

About the author

admin

Add Comment

Click here to post a comment

Don`t copy text!