Current Issue Maret 2018

Pertemuan Bilateral Menlu RI di Sela-Sela Debat Terbuka DK PBB

Di sela-sela Debat Terbuka Dewan Keamanan PBB (DK PBB) di New York, Amerika Serikat pada tanggal 27 Maret 2018 Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi melakukan pertemuan dengan sejumlah koleganya, diantaranya Menteri Luar Negeri Belanda, Deputi Sekjen untuk Misi Perdamaian PBB, Wakil Tetap Grenada, Wakil Tetap Burkina Faso, Wakil Tetap Togo, dan Wakil Tetap Gabon. Dalam pertemuan dengan Menlu Belanda, Stef Blok, Menlu Retno menyampaikan apresiasi Indonesia atas Presidensi Belanda pada DK PBB untuk Maret 2018 yang difokuskan pada misi Perdamaian PBB. Misi Perdamaian PBB merupakan satu isu penting bagi Indonesia  mengingat Indonesia merupakan salah satu negara kontributor terbesar bagi Misi Perdamaian PBB.

Pada pertemuan ini, Menlu Stef Blok menyampaikan rencananya untuk berkunjung ke Indonesia tahun ini. Berikutnya dalam pertemuan dengan Deputi Sekjen untuk Misi Perdamaian PBB Jean Pierre Lacroix, Menlu Retno bertukar pandangan mengenai penguatan peran misi perdamaian PBB, sesuai dengan mandatnya, untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Deputi Lacroix mengapresiasi kontribusi Indonesia bagi misi perdamaian terutama polisi dan pasukan perdamaian perempuan Indonesia. Dalam pertemuan ini Menlu Retno menyampaikan kesediaan Indonesia untuk mengirimkan lebih banyak lagi pasukan perdamaian ke berbagai misi perdamaian PBB guna mencapai visi 4000 pada 2019. Menlu Retno juga menekankan keamanan dan keselamatan merupakan pilar penting dalam misi perdamaian PBB. Indonesia menawarkan Pusat Misi Perdamaian Indonesia di Sentul sebagai hub bagi pelatihan pasukan perdamaian PBB di kawasan.

“Saya sependapat dengan Deputi Lacroix terkait pentingnya peningkatan partisipasi perempuan pada misi perdamaian”. Sementara itu pada pertemuan dengan Wakil Tetap Grenada, Menlu Retno menekankan bahwa sebagai dua negara kepulauan, Indonesia dan Grenada memiliki kepentingan serupa dalam upaya mengatasi dampak perubahan iklim dan manajemen resiko bencana. Grenada mengapresiasi inisiatif Indonesia untuk menyelenggarakan “Archipelagic and Islands State Conference” dalam rangka memajukan kepentingan negara kepulauan di Bali, pada Oktober mendatang. Grenada juga menghargai kontribusi signifikan Indonesia dalam menciptakan perdamaian dan keamanan negara kepulauan di hadapan berbagai tantangan global masa kini. Dalam pertemuan dengan Wakil Tetap Burkina Faso, Menlu Retno menekankan komitmen Indonesia untuk bekerja sama dengan Burkina Faso dan negara kawasan Afrika lainnya. “Komitmen ini merupakan posisi dasar Indonesia sejak Konferensi Asia Afrika, 1955”, tegas Menlu Retno. Burkina Faso menghargai kontribusi besar Indonesia dalam pemajuan perdamaian dan keamanan terutama melalui peran pasukan perdamaian Indonesia di PBB.

Kesempatan ini juga digunakan oleh Menlu Retno untuk menyampaikan rencana penyelenggaraan Forum Asia Afrika pada bulan April 2018 di Bali sebagai langkah konkret dalam memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia-Afrika. Selanjutnya Menlu Retno melakukan pertemuan dengan Wakil Tetap Togo. Dalam pertemuan ini Menlu Retno menegaskan komitmen kuat Indonesia untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dengan Afrika. “Untuk itu, Indonesia akan menjadi tuan rumah Forum Asia Afrika pada bulan April 2018”, ungkapnya.

Bidang kerja sama lainnya yang berpotensi adalah misi perdamaian. Sebagai salah satu negara kontributor pasukan perdamaian terbesar, Indonesia siap bekerja sama dengan Togo dalam hal pasukan perdamaian. Togo berpandangan sebagai emerging countries, Indonesia memiliki potensi besar untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dengan negara-negara Afrika. Togo juga menghargai kontribusi besar Indonesia dalam pemajuan perdamaian dan keamanan khususnya melalui peran pasukan perdamaian Indonesia di berbagai misi PBB di Afrika. Sedangkan dalam pertemuan dengan Wakil Tetap Gabon, kedua pihak mencatat kerja sama ekonomi Indonesia dan Gabon telah meningkat berlipat ganda pada tahun 2017 dibandingkan tahun 2016.

Menlu Retno juga mengungkapkan kemajuan kerja sama antar para pebisnis. Tercatat bahwa PERTAMINA, sebagai salah satu BUMN Indonesia, telah membentuk kerja sama dengan Gabon. Gabon menyambut baik komitmen konkrit Indonesia untuk meperkuat kerja sama dengan negara-negara Afrika, dan sebagaimana negara Afrika lainnya, Gabon turut menghargai kontribusi besar Indonesia bagi penciptaan perdamaian dan keamanan terutama melalui peran pasukan perdamaian Indonesia di berbagai misi perdamaian PBB di Afrika.[]

Tabloid Diplomasi Versi PDF

Tabloid Maret 2018

Tabloid Maret 2018