|
|
| Edisi - Agustus 2010 |
| Friday, 20 August 2010 17:24 |
Indonesia Gelar Promosi Budaya Dan Pariwisata Di Pusat Keramaian Kota IstanbulDaerah pusat keramaian kota Istanbul, Taksim Square, menjadi pilihan ajang promosi budaya dan pariwisata dan pariwisata Indonesia selama 5 hari sejak 29 Juni hingga 3 Juli 2010 Kegiatan bertajuk “Misi Budaya dan Promosi Indonesia“ tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kembudpar) bekerjasama dengan Kemlu RI, Kemendag, Kemenperin, Kemeneg KUKM, Kementerian BUMN, BKPM, KBRI Ankara dan instansi terkait lainnya serta Yayasan Batik Indonesia (YBI) bertempat di Hotel Marmara. Pameran ini menampilkan 32 stand batik dan barang kerajinan Indonesia, hasil dari para pengrajin yang mewakili berbagai daerah di Indonesia. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik dalam sambutannya saat meresmikan pameran pada hari Rabu, 30 Juni 2010, mengatakan bahwa hubungan kerjasama antara Indonesia dan Turki dinilai penting oleh Kepala Negara dari kedua negara untuk ditingkatkan. Salah satu bentuk kerjasamanya adalah di bidang kebudayaan. Untuk itu, patut dijajaki kegiatan-kegiatan seperti penyelenggaraan festival film serta promosi pariwisata dan budaya di masing-masing negara. Dalam kesempatan itu, Ika B.S. Wahyudi mewakili YBI menyampaikan penghargaan yang mendalam atas dukungan seluruh instansi terkait Pemri yang telah mendukung suksesnya kegiatan ini. Pameran ini seyogyanya dilihat sebagai bentuk upaya masyarakat Indonesia untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam mendorong pemahaman masyarakat Turki terhadap Indonesia, sekaligus meningkatkan hubungan bilateral yang saat ini tengah diupayakan oleh pemerintah kedua negara. Mr. Goksel Gumusdag, wakil dari Pemerintah kota Istanbul menyambut baik kegiatan ini karena Istanbul adalah salah satu pusat kebudayaan dan pariwisata di Eropa. Sementara itu, tokoh masyarakat Turki, Mr. Nihat Boytuzun menyampaikan bahwa peningkatan hubungan budaya antara Indonesia dan Turki penting, karena masing-masing negara memiliki latar belakang sejarah dan budaya yang tinggi akibat pengaruh peradaban besar. Selama 5 hari tersebut, pameran juga diisi dengan peragaan busana batik, penampilan musik tradisional angklung serta suguhan tarian tradisional dan festival film Indonesia. Batik menjadi tema utama dari pameran tersebut karena kegiatan ini sekaligus dijadikan ajang kampanye promosi Batik Indonesia yang saat ini telah dimasukkan ke dalam Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity dari UNESCO. Pameran ini juga merupakan rangkaian promosi Batik Indonesia yang rencananya akan digelar di Gedung UNESCO Paris bulan November 2010 mendatang. (Sumber: Direktorat Diplomasi Publik) |



