|
|
| Edisi - Agustus 2010 |
| Saturday, 21 August 2010 11:33 |
Coverage Mengenai ASEAN Masih Terbatas![]() Jauhari Oratmangun Dirjen ASEAN ASEAN sekarang ini adalah ASEAN baru, dan jangan dilupakan bahwa ASEAN Charter sebagai legal personality yang menjadikan ASEAN sebagai rule-based organization itu belum lama diberlakukan, yaitu pada tanggal 15 Desember 2008, tetapi memang ekspektasi terhadap ASEAN saat ini begitu tinggi. Perlu diketahui bahwa 64 % dari total nilai perdagangan ASEAN itu berada di Indonesia, dengan point ini saja dapat kita simpulkan bahwa we are the largest in ASEAN. Namun kemudian, apakah sebagai major player di ASEAN itu Indonesia dapat memainkan perannya sesuai dengan apa yang diharapkan oleh banyak pihak dan masyarakat internasional maupun masyarakat Indonesia pada umumnya. Pertanyaan yang agak sering diajukan, paling tidak sebagaimana yang direfleksikan oleh media massa, adalah mengenai seberapa penting dan apa manfaatnya ASEAN bagi Indonesia. Sebelum menjabat sebagai Dirjen ASEAN, saya pernah melakukan semacam riset mengenai coverage tentang ASEAN di berbagai media. Hasilnya cukup mengejutkan, bahwa setelah 43 tahun usia ASEAN, persepsi masyarakat yang terefleksikan dari coverage media terhadap ASEAN, ternyata sifatnya lebih kepada event semata. Itu berarti bahwa persepsi masyarakat terhadap ASEAN masih berada dalam tataran wacana. Sementara itu, berita dan pembahasan seputar ASEAN itu sendiri juga hanya dilakukan oleh beberapa media tertentu saja. Ini berarti bahwa coverage mengenai ASEAN itu masih terbatas dan hanya menjadi konsumsi kalangan terbatas atau elit saja. ASEAN baru bisa dikatakan sudah menjadi konsumsi masyarakat umum jika coverage mengenai ASEAN sudah ada di seluruh media yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat umum, baik cetak maupun elektronik. Oleh karena itulah maka sejak satu tahun terakhir ini, kami banyak melakukan kegiatan ASEAN goes to school dan sebagainya. Kami melakukan sosialisasi mengenai ASEAN ke sekolah-sekolah umum, madrasah, kampus dan sektor-sektor lainnya yang kami anggap perlu, karena bagaimanapun awareness bahwa ini adalah ASEAN baru sangat penting. Paling tidak itulah pemikiran Indonesia yang disampaikan oleh presiden SBY pada beberapa waktu yang lalu sebagai brain storming kebijakan politik luar negeri Indonesia.Mengenai arsitektur kawasan, mau tidak mau atau suka tidak suka, ASEAN harus memainan peran sentral di kawasan, sementara Indonesia sendiri harus memiliki peran yang dominan didalam ASEAN. Dalam konteks arsitektur regional juga terdapat perkembangan yang membawa ekspektasi yang tinggi, dimana dalam hal ini pada penyelenggaraan AMM di Ha Noi, Vietnam, para Menlu ASEAN sepakat mengundang Federasi Rusia dan AS untuk ikut dalam East Asia Summit. Walaupun kita belum tahu secara persis apa modalitasnya nanti dan isu-isu apa saja yang akan dibahas, tetapi paling tidak kita meyakini bahwa hal ini telah kita fikirkan sejak tahun 2000, dan tertuang dalam Kuala Lumpur Declaration pada tahun 2005. Sehingga dengan demikian East Asia Summit yang akan datang nanti harus didasarkan kepada Kuala Lumpur Declaration tersebut, yaitu bahwa forum ini merupakan leader lead forum. Tahun lalu kita sudah memiliki pemikiran untuk menggalang dan melakukan pertemuan dengan India yang sekarang ini sudah dilaksanakan. Selain itu kita juga akan menyelenggarakan ASEAN Summit dengan China dan Uni Eropa. Sekarang ini ada pemikiran untuk meningkatkan kerjasama dalam sectoral partner dengan Pakistan. Diskusi di tingkat Senior Official sekarang ini juga sudah berjalan dan maju dengan pesat. Kita sudah melakukan pertemuan dua kali, dimana awalnya dijadwalkan sebagai pertemuan dua tahunan kemudian dirubah menjadi pertemuan tahunan. Kita sudah memiliki program-program kegiatan dan juga working group-working group yang memperlihatkan kemajuan hubungan ASEAN dengan Uni Eropa dan lain-lainnya. Tetapi menurut kami, yang menjadi prioritas ASEAN saat ini adalah implementasi komitmen mengenai Piagam ASEAN dan tiga blueprint yang menjadi pilar ASEAN, yaitu ASEAN Security Community Blueprint, ASEAN Economic Community Blueprint, dan ASEAN Socio-Cultural Community Blueprint. Dalam hal ini semua negara anggota ASEAN harus mampu mengimplementasikan komitmennya masing-masing. |
| Last Updated on Wednesday, 25 August 2010 07:52 |




