|
|
| Edisi - Agustus 2010 |
| Saturday, 21 August 2010 12:47 |
Agenda ASEAN Centrality dan EAS Tops AMMPerkembangan yang dicapai dalam East Asia Summit (EAS) adalah salah satu masalah utama yang dibahas dalam ASEAN Ministery Meeting (AMM) ke-43. Pertemuan tersebut merekomendasikan kepada para Pemimpin ASEAN untuk membuat keputusan secara resmi mengundang Federasi Rusia dan Amerika Serikat untuk bergabung dengan EAS. Rincian rekomendasi, antara lain menyangkut pengaturan yang memadai dan waktu yang tepat, akan dilakukan pada pelaksanaan KTT ASEAN ke-17 di Ha Noi.Baik Federasi Rusia dan Amerika Serikat telah menyatakan minat mereka untuk bergabung dengan EAS, dan karena itu pengaturan tersebut harus didasarkan pada agenda prioritas promosi EAS yang ada. AMM juga menegaskan kembali mengenai Sentralisasi ASEAN serta tujuan dan prinsip-prinsip didirikannya EAS, yaitu sebagai forum para Pemimpin di Asia Timur. Dalam hal ini AMM sepakat merekomendasikan pelaksanaan EAS ke-5 untuk menetapkan arah pengembangan EAS di masa depan. Dalam pembahasan mengenai EAS, para menteri luar negeri ASEAN menekankan pentingnya mempertahankan sentralitas ASEAN dalam arsitektur kawasan yang berkembang. Untuk tujuan ini, disepakati untuk mengintensifkan upaya percepatan integrasi dan pembangunan komunitas ASEAN, disamping juga memperluas dan memperdalam hubungan eksternal ASEAN secara proaktif serta memperkuat peran ASEAN sebagai penggerak utama dalam mekanisme regional yang ada. AMM menyambut baik aksesi Kanada dan Turki dalam Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC). Aksesi tersebut ditandai dengan komitmen Kanada dan Turki untuk memperkuat kerjasama dengan ASEAN serta komitmen terhadap perdamaian dan keamanan di kawasan. AMM juga menyambut baik penandatanganan amandemen Protokol Ketiga TAC yang dilangsungkan pada tanggal 23 Juli 2010 di Ha Noi. Berlakunya Protokol ini akan memungkinkan bagi Uni Eropa/Komisi Eropa untuk melakukan aksesi terhadap TAC tersebut. |



