|
|
| Edisi - September 2010 |
| Wednesday, 15 September 2010 14:06 |
Menlu RI : Indonesia Mendorong Peran Sentral ASEANPada tanggal 8 Agustus 2010, ASEAN merayakan hari ulang tahun ke-43. Hari bersejarah ini dirayakan tidak saja di Indonesia, melainkan juga di sembilan negara anggota ASEAN lainnya. Pada hari ini, kita semua, negara-negara ASEAN, menegaskan kembali komitmen untuk menciptakan kawasan yang aman, damai serta makmur bagi kesejahteraan seluruh rakyatnya. Selama 43 tahun, ASEAN telah memberikan manfaat yang nyata bagi kawasan Asia Tenggara. ASEAN telah memberikan sumbangan besar terhadap terciptanya suasana damai yang kondusif bagi pembangunan politik, ekonomi dan sosial budaya di Asia Tenggara. Di hari ulang tahunnya yang ke-43 ini, ASEAN menghadapi perkembangan global dan regional yang sangat dinamis. Proses globalisasi yang ditandai semakin meningkatnya ketergantungan antar bangsa. Suatu kondisi yang juga ditandai oleh munculnya berbagai tantangan baru yang saling terkait. Bisa dipastikan, tidak ada satupun negara yang mampu mengatasinya sendiri. Kerjasama global untuk menyelesaikan tantangan global merupakan suatu keniscayaan. Pendek kata, telah terjadi perubahan mendasar dalam seluruh tatanan kehidupan masyarakat dunia pada seluruh tingkatan, baik pada tingkat global, regional maupun nasional. Untuk menghadapi tantangan global dan regional dimaksud, tidak ada pilihan lain, kecuali kita harus dapat merealisasikan komunitas ASEAN pada tahun 2015. Sebuah komunitas yang memiliki ketahanan dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut. Bahkan sebuah komunitas yang mampu menjadi bagian dari solusi untuk menjawab berbagai permasalahan global dan regional. Indonesia, sebagai sebuah bangsa yang juga telah melakukan transformasi sejak satu dekade yang lalu, harus dapat memberikan ketauladanan dan kepemimpinan. Dalam perjalanan ke arah terbentuknya komunitas ASEAN, tidak ada pilihan lain bagi kita semua, terkecuali memastikan ASEAN dapat menjadi organisasi yang bermanfaat bagi masyarakat di ASEAN. Setidaknya terdapat tiga hal dimana Indonesia dapat berkontribusi. Pertama, Indonesia memiliki keyakinan kawasan ASEAN harus terus menjadi kawasan yang stabil dan bahkan memberikan kontribusi bagi penciptaan kawasan yang damai dan stabil. Indonesia juga senantiasa mendorong peran sentral ASEAN dalam mengembangkan tatanan kawasan yang memiliki keseimbangan dinamis atau dynamic equilibrium. Sehingga tercipta hubungan yang saling menguntungkan dan harmonis di antara para pemangku kepentingan negara di kawasan. Selain itu, Indonesia juga akan senantiasa mendorong komunitas ASEAN yang terbuka terhadap pengembangan dan penerapan nilai-nilai demokrasi, penghormatan hak asasi manusia dan tata kelola pemerintahan yang baik. Kedua, Kesejahteraan rakyat merupakan sesuatu yang senantiasa menjadi salah satu prioritas ASEAN. Komunitas Ekonomi ASEAN memungkinkan peluang yang lebih besar, baik bagi Indonesia maupun negara ASEAN untuk meningkatkan ketahanan ekonomi dan daya saingnya di kancah global. Ketiga, bagi Indonesia ASEAN harus relevan bagi masyarakatnya, termasuk bagi rakyat Indonesia. Pembangunan komunitas ASEAN harus melibatkan seluruh komponen masyarakat negara-negara ASEAN. ASEAN harus dekat dengan masyarakatnya. ASEAN juga harus mampu menampung aspirasi luas seluruh pemangku kepentingan. Ini pada gilirannya akan membangun semangat ke-ASEANan yang tinggi di kalangan masyarakat ASEAN. Indonesia telah diberi kepercayaan untuk menjadi Ketua ASEAN tahun 2011. Hal ini merupakan kesempatan yang baik bagi kita semua untuk memberikan kontribusi terhadap pencapaian komunitas ASEAN tahun 2015. Sebagai tuan rumah bagi berbagai pertemuan ASEAN, ini juga merupakan kesempatan bagi kita untuk menunjukkan identitas dan citra kita sebagai bangsa yang sedang bergerak maju di segala bidang. Untuk itu marilah kita bersama-sama mempersiapkan diri untuk menyongsong Keketuaan Indonesia tersebut. Saya ucapkan dirgahayu ASEAN. Satu Visi, Satu Identitas, Satu Komunitas.[] |
| Last Updated on Wednesday, 15 September 2010 21:41 |



