|
|
| Edisi - November 2010 |
| Monday, 15 November 2010 21:36 |
Pagelaran Indonesia Channel 2010BEKERJASAMA dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, pada 21-23 Oktober 2010, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI kembali menggelar kegiatan Indonesia Channel. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, penyelenggaraan Indonesia Channel 2010 kali ini tidak hanya menampilkan pagelaran seni budaya melainkan juga pameran lukisan hasil karya pelukis dari 4 negara yang mengikuti Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI).Indonesia Channel merupakan ajang bagi para penerima program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) untuk menampilkan kebolehannya, setelah selama kurang lebih tiga bulan digembleng di beberapa sanggar seni yang tersebar di beberapa kota di Indonesia, yaitu Padang Panjang, Bandung, Solo, Yogyakarta, Surabaya dan Denpasar. Tidak kurang dari 1.500 tamu undangan dan 1000 penonton memadati Taman Surya Balaikota Surabaya untuk menyaksikan pagelaran Indonesia Channel 2010. Penonton yang sebagian besar adalah para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di kota Surabaya, sangat antusias untuk menyaksikan bagaimana kepiawaian para mahasiswa dari luar negeri memainkan alat musik dan seni tari tradisional dari beberapa daerah di Indonesia. Di sisi lain, para mahasiswa luar negeri penerima program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) 2010 juga sangat antusias mempertunjukkan kebolehan mereka dalam memainkan alat musik tradisional angklung dan gamelan, menyanyi serta menari. Mereka sangat senang dan bangga dapat menyuguhkan atraksi seni budaya Indonesia secara apik, yang mereka pelajari hanya dalam kurun waktu tiga bulan. Rasa penasaran para penonton yang ingin segera melihat penampilan para ‘bule’ menari dan memainkan gamelan semakin membuncah, ketika alunan musik kentongan, kendang dan kenong membahana di Taman Surya Balaikota Surabaya. Alunan musik tradisional khas Surabaya yang dimainkan dengan atraktif itu menandai kehadiran para tamu kehormatan kota Surabaya dalam acara pagelaran Indonesia Channel 2010. Mereka menyambut kehadiran Wakil Menteri Luar Negeri, Triyono Wibowo, yang didampingi oleh Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Andri Hadi dan Direktur Diplomasi Publik, Kusuma Habir. Tamu kehormatan lainnya adalah mantan Menlu, Dr. Hassan Wirajuda, para Duta Besar dan Korps Diplomatik dari beberapa negara sahabat yang mengirimkan mahasiswanya untuk berpartisipasi dalam program BSBI 2010. Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, beserta segenap jajarannya, dengan sukacita menyambut para tamu kehormatan tersebut. Seusai sambutan pengantar penyelenggaraan pagelaran oleh Wakil Menlu, Triyono Wibowo, para peserta BSBI langsung menyuguhkan kepiawaian mereka memainkan instrumen musik bambu dan membawakan dua buah lagu, yaitu ‘Tanah Airku’ dan ‘Pretty Women’. Para penonton sempat dibuat terpana dan mengikuti alunan musik bambu tersebut dan baru tersadar ketika dua buah lagu tersebut usai disuguhkan. Tanpa dikomando, para penonton serentak memberikan aplaus, mereka tidak menyangka bahwa para ‘bule’ dari mancanegara itu dapat menyuguhkan permainan musik bambu tradisional yang cukup memukau. Selanjutnya para penonton disuguhkan penampilan para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya yang berkolaborasi dalam sebuah paduan suara. Dengan penampilan yang prima dan olah vokal yang bagus, kelompok paduan suara mahasiswa Surabaya ini memperoleh sambutan hangat dari para penonton yang sebagian besar memang merupakan warga Surabaya. Masing-masing kelompok yang mewakili empat sanggar seni dimana para peserta BSBI menerima pendidikan dan pelatihan ini kemudian bergantian menampilkan aneka kesenian dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali. Selain mempertunjukkan kemampuan mereka memainkan gamelan dari empat daerah yang berbeda, para peserta BSBI 2010 juga membawakan tarian tradisional Indonesia dengan sangat baiknya. Tarian yang ditampilkan diantaranya tari Pendet, tari Baris, tari Kiprah Glipang, tari Jaipong, tari Banyuwangen, dan Pencak Silat. Dengan percaya diri dan tanpa keraguan, para peserta BSBSI 2010 menunjukkan seluruh kemampuan yang dimilikinya untuk menyuguhkan penampilan yang terbaik. Tidak heran jika para penonton pagelaran Indonesia Channel 2010 di Surabaya ini dibuat terkagum-kagum dengan penampilan mereka. Dari satu sesi pertunjukan ke sesi pertunjukan berikutnya, kekaguman para penonton semakin bertambah, hal ini tidak lain karena totalitas mereka dalam melakukan pertunjukan disamping juga penataan pertunjukan yang apik. Melihat lenggak-lenggok dan gemulai gerakan tubuh mereka dalam membawakan tarian tradisional kreasi baru ditambah dengan balutan busana tradisional yang juga menampilkan kreasi baru dengan sentuhan modern, tentunya tidak ada yang menyangka bahwa mereka adalah para warga negara asing, hanya wajah-wajah mereka yang menunjukkan bahwa mereka bukan orang Indonesia. Di sesi akhir pertunjukkan yang dikemas secara kolosal ini, seluruh peserta BSBI 2010 melakukan kolaborasi membawakan tarian Barong Randa yang disajikan sedemikian rupa sehingga menyiratkan pesan kecintaan mereka terhadap seni budaya Indonesia. Di akhir acara, seluruh peserta menyanyikan lagu “Indonesiaku” buah karya Vincent Lagea (PNG) peserta BSBI 2008 yang menjadi lagu kebangsaan BSBI, sambil mengibarkan bendera Merah Putih.[] |



