NEWS FLASH
Print E-mail
Edisi - November 2010
Monday, 15 November 2010 21:43

Sanggar Soeryo Soemirat

Indonesia Berpotensi Memiliki Pengaruh Kuat di Dunia Melalui Kebudayaan

G.P.H. Herwasto Kusumo

DIPLOMASI  kebudayaan itu sangat baik sekali, dimana Indonesia mungkin bisa memiliki pengaruh yang kuat di dunia melalui kebudayaan, karena Indonesia sangat kaya dengan keanekaragaman budaya, namun tetap satu sebagai budaya Indonesia. Kita lihat di Jawa Tengah saja, itu memiliki begitu banyak ragam seni dan budaya, belum lagi di Jawa Barat dan Jawa Timur. Kemudian ada Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Papua dan lain-lainnya, yang masing-masing memiliki keragaman seni budaya yang begitu tinggi. Hampir setiap daerah di Indonesia itu memiliki seni budayanya sendiri-sendiri yang khas.

Kami kira sudah saatnya sekarang bagi para generasi muda Indonesia untuk mengenal dan mencintai  seni budayanya sendiri dan kemudian berupaya melakukan pelestarian dan pengembangan. Seperti sekarang ini misalnya dalam hal batik, masyarakat kita memang sudah memiliki kecintaan dan kebanggaan untuk mengenakan pakaian batik, namun untuk kalangan generasi muda, hal ini tampaknya masih terbatas dan perlu dikembangkan lagi.

Para pemuda kita memang perlu dibangkitkan dalam hal ini, dan dengan adanya penyelenggaraan BSBI dan pagelaran Indonesia Channel ini diharapkan dapat membangkitkan kesadaran dan semangat para generasi muda kita untuk lebih mencintai seni budaya Indonesia dan berpartisipasi didalam mengembangkannya. Indonesia Channel ini bisa dijadikan sebagai cambuk bagi mereka, karena orang asing saja bisa mencintai dan melakukannya, lalu kenapa kita sendiri tidak.

Kendala yang kami hadapi dalam melakukan pelatihan umumnya tidak terlalu besar, karena dalam menghadapi sekian banyak orang dari latar belakang negara dan budaya yang berbeda, biasanya ada saja permasalahan yang disebabkan oleh perbedaan budaya dan pola berfikir. Karena itu di Solo ini mereka juga diajarkan mengenai budaya dan adat istiadat masyarakat setempat serta nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya, seperti menghormati perbedaan agama dan keyakinan, tradisi, penghormatan terhadap orang, kebersamaan, toleransi dan sebagainya, sehingga mereka bisa memahaminya secara lebih utuh.

Dalam hal pementasan, kami kira relatif tidak ada kendala. Yang perlu menjadi perhatian kita kedepan adalah bagaimana agar segenap pihak terkait memiliki kepedulian dan juga memberikan apresiasi terhadap sanggar-sanggar seni budaya yang telah berupaya keras untuk melestarikan dan juga berupaya mengembangkan  asset bangsa yang tidak ternilai ini. Tugas sanggar-sanggar seni budaya ini kedepan jelas tidak ringan bahkan semakin berat mengingat semakin derasnya arus globalisasi. Program-program seperti ini kami kira sangat perlu untuk terus dikembangkan dan ditingkatkan, disamping juga program-program lainnya, seperti penyelenggaraan pementasan, festival, lomba dan sebagainya yang bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya Indonesia.

Para alumni BSBI yang belajar  di sanggar Soeryo Soemirat ini pada umumnya mereka kembali lagi kemari, selain untuk lebih mendalami apa yang sudah mereka pelajari ketika mengikuti program BSBI, mereka juga ingin menyambung tali silaturahmi dan melepas rasa kangennya dengan kota Solo ini, karena umumnya mereka sangat terkesan dengan keramahan dan sikap bersahabat masyarakat Solo. Bahkan beberapa diantaranya ada yang membawa keluarganya untuk mengenalkan mereka kepada kami. Ada juga yang sengaja membawa beberapa teman mereka untuk belajar bahasa Indonesia, tarian dan karawitan  disini.
Komunikasi kami dengan mereka tetap berjalan dengan baik, apalagi dengan teman-teman yang kemudian juga membentuk atau bergabung dengan kelompok pecinta seni budaya Indonesia, khususnya Jawa Tengah, di negara mereka.[]