NEWS FLASH
Print E-mail
Edisi - Desember 2010
Tuesday, 30 November 2010 20:46

KTT APEC 2010


PADA tanggal 13-14 November 2010, para Pemimpin APEC bertemu di Yokohama, Jepang, dalam penyelenggaraan KTT APEC ke-18 yang mengusung tema “Change and Action “ yang merupakan artikulasi dari visi para pemimpin APEC untuk mengupayakan pembangunan kawasan Asia-Pasifik yang lebih terintegrasi di abad 21. Dua puluh satu tahun yang lalu, para pendiri APEC melihat perlunya konsultasi dan kerjasama yang lebih besar untuk memandu perekonomian negara-negara Asia-Pasifik yang semakin saling tergantung menuju sebuah sistem ekonomi regional yang lebih erat dan efektif. Dari pendekatan baru dan kreatif tersebut kemudian lahir sebuah konsensus yang tertuang dalam Bogor Goals, yaitu bahwa investasi dan perdagangan yang bebas terbuka merupakan cara yang paling tepat untuk mencapai stabilitas dan kesejahteraan yang lebih besar di kawasan Asia-Pasifik. Sejak digulirkannya gagasan tersebut, maka kemudian APEC dan kawasan Asia-Pasifik telah menjadi pendorong pertumbuhan perekonomian dunia.

Melalui berbagai upaya, baik secara individu maupun kolektif  dalam mencapai tujuan Bogor Goals, kawasan Asia-Pasifik telah berhasil mengatasi berbagai hambatan substansial dalam bidang perdagangan dan investasi. Upaya ini menyebabkan terjadinya peningkatan arus perdagangan dan investasi, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dan kemajuan besar dalam kesejahteraan masyarakat di kawasan. Para pemimpin meyakini bahwa APEC berada dalam jalur yang benar untuk mencapai tujuan perdagangan bebas dan investasi terbuka diantara negara-negara APEC. Tahun ini APEC melakukan review untuk mengevaluasi pencapaian Bogor Goals di lima negara industri dan delapan negara berkembang yang menjadi relawan. Para pemimpin mendukung Laporan Ekonomi APEC 2010 mengenai kemajuan Menuju Bogor Goals dan menyimpulkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan disamping kemajuan yang telah dicapai secara signifikan oleh 13 negara APEC.

Pada periode 1994- 2009, total perdagangan barang APEC tumbuh sebesar 7,1 % per tahun sementara perdagangan intra-APEC meningkat tiga kali lipat selama periode yang sama. Investasi langsung luar negeri, baik ke dalam maupun keluar dari APEC, tumbuh sebesar 13 % per tahun pada periode 1994-2008. Rata-rata tarif yang diterapkan di seluruh kawasan turun dari 10,8 % pada 1996 menjadi 6,6 % pada 2008.

Kemajuan pencapaian Bogor Goals yang cukup pesat dalam bidang perdagangan bebas dan investasi terbuka tersebut dimungkinkan oleh keputusan para Pemimpin APEC untuk melakukan liberalisasi ekonomi di negaranya masing-masing. Para pemimpin percaya bahwa pembentukan APEC telah memungkinkan terbukanya ekonomi domestik, dan karenanya menegaskan kembali komitmen untuk mencapai perdagangan bebas dan investasi terbuka di kawasan.
 
Abad ke-21 menyajikan harapan-harapan dan juga tantangan-tantangan baru, dimana lingkungan global dan regional mengalami perubahan akibat meningkatnya pengaruh kawasan Asia-Pasifik, berkembangnnya rantai pasokan secara lebih luas, dan adopsi informasi dan teknologi komunikasi baru yang lebih cepat. Didorong oleh perubahan ini, maka kawasan telah menjadi lebih terintegrasi dan saling tergantung. Sementara transformasi bersejarah telah membawa dinamika ekonomi yang luar biasa di kawasan, beberapa kejadian dalam beberapa tahun terakhir ini telah menunjukkan bahwa krisis telah dengan cepat menyebar ke seluruh sektor ekonomi dan berdampak cukup dramatis terhadap sistem ekonomi regional dan global, serta menghambat pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja.

Ekonomi kawasan Asia-Pasifik memang sudah mulai pulih dari krisis, namun ketidakpastian masih tetap membayangi. Tantangan yang dihadapi semakin meningkat sehubungan dengan perlindungan lingkungan dan sumber daya alam, termasuk keharusan untuk mengatasi perubahan iklim secara bersama-sama. Semua pihak harus mengambil pelajaran dari masa lalu dan mengakui peran kawasan yang semakin meningkat di dalam ekonomi global, yaitu sebagai kawasan yang paling dinamis di dunia. Negara-negara di kawasan perlu memperkuat pondasi ekonomi masing-masing dan sistem perdagangan multilateral untuk menjamin pertumbuhan yang kuat, berkelanjutan, dan seimbang sebagaimana disebutkan dalam kerangka G20.

Para pemimpin menyambut baik hasil KTT G20 di Seoul dan akan menyeimbangkan serta memperkuat permintaan global, mengejar manajemen fiskal yang sehat dan meningkatkan pembiayaan untuk sektor-sektor utama seperti infrastruktur, usaha kecil dan menengah, rumah tangga dan green investation sebagaimana yang ditekankan dalam Laporan Pertumbuhan  dan Strategi Keuangan Kyoto yang disampaikan oleh Menteri Keuangan APEC. APEC harus terus mengambil langkah-langkah untuk membangun sistem keuangan global yang lebih kuat dan tangguh. APEC tetap berkomitmen untuk mempertahankan pasar terbuka dan menentang proteksionisme, serta menegaskan kembali tekad bersama untuk mendukung pemulihan ekonomi dengan cara yang kolaboratif dan terkoordinasi.

Para Pemimpin APEC menegaskan komitmen yang kuat untuk mensuksekan Doha Development Agenda secepatnya. Mengingat bahwa 2011 sangat penting sebagai “window of opportunity”, para Menteri APEC akan langsung terlibat dalam sebuah negosiasi yang komprehensif yang menitik beratkan pada peranan APEC yang didasari atas kemajuan yang telah dicapai, termasuk dalam modalitas dan konsistensi mandat Doha. Berupaya meraih dukungan domestik sesuai dengan sistem masing-masing untuk memperkuat perjanjian dalam menentang proteksionisme, dan sepakat untuk memperpanjang komitmen standstill yang dibuat pada 2008 hingga akhir 2013 untuk tidak melakukan hambatan baru dalam bidang peningkatan investasi, perdagangan barang dan jasa, serta pemberlakuan pembatasan ekspor. Tidak melakukan tindakan yang tidak konsisten dengan WTO di semua bidang, termasuk tindakan yang merangsang ekspor. APEC berkomitmen untuk mengambil langkah-langkah mendistorsi rollback perdagangan yang muncul selama krisis dan selanjutnya  akan terus menahan diri dalam melakukan berbagai langkah dengan mempertimbangkan konsistensi WTO jika terdapat efek proteksi yang signifikan dan segera memperbaiki tindakan-tindakan tersebut.[]