NEWS FLASH
Print E-mail
Edisi - Januari 2011
Thursday, 13 January 2011 23:02

Kemitraan Setara 

Michael Tene

MICHAEL TENE bergabung ke Kemlu pada 1994 dan merupakan alumni Sekdilu Angkatan XX. Tugas pertamanya adalah sebagai staf di kantor pelaksana GNB, yang dipimpin oleh Dubes Nana Sutresna, selama tiga bulan. Selanjutnya ditugaskan di Seknas ASEAN sebagai staf Biro Ekonomi dan kemudian di Sekretaris Dirjen Setnas ASEAN.  Pada 1997 hingga awal 2001, diplomat tampan ini ditempatkan di KBRI London. Saat itu isu Timtim cukup keras di London dan Michael Tene ditunjuk sebagai observer pada pelaksanaan jajak pendapat mengenai Timtim di wilayah Eropa yang dilaksanakan di Lisbon. Dari London, Michael Tene kemudian ditugaskan di Direktorat Polkam, Dirjen Kerjasama ASEAN selama satu tahun. Pada 2002-2003, Michael Tene menetap di Tokyo karena memperoleh program beasiswa. Selesai menempuh pendidikan S2, diplomat yang hoby renang dan joging ini kembali ke posnya semula, bersamaan dengan disandangnya jabatan ketua ASEAN oleh Indonesia.

Menurut Michael Tene, periode ini cukup berkesan baginya, karena saat itu Indonesia meluncurkan gagasan mengenai Komunitas ASEAN. Dirinya banyak terlibat didalam penyusunan plan of action, khususnya di bidang politik dan keamanan ASEAN. Akhir 2005, Michael Tene ditempatkan di KBRI Washington DC dengan tugas utamanya adalah menjalin hubungan dengan Kongres AS. Melakukan berbagai pertemuan dengan anggota Kongres AS adalah hal yang juga cukup berkesan baginya, karena pada umumnya pengetahuan mengenai Indonesia tidak terlalu banyak dikuasai oleh anggota Kongres AS, dan Michael Tene lebih kepada salesman yang memperkenalkan Indonesia.

Akhir 2009, Ayah dari dua orang putri ini kembali ke Jakarta dan ditempatkan di Direktorat HAM. Awal Agustus 2010 Michael Tene mulai bertugas di BAM dan dipercaya sebagai Jubir Kemenlu. Tugas utamanya adalah mengkomunikasikan kepentingan dan pandangan Kemlu mengenai berbagai isu yang menjadi tanggungjawab dan kewenangan Kemlu, dan menyampaikan pesan-pesan tersebut kepada masyarakat secara efektif. Bagaimana BAM bisa lebih efektif dalam mendukung kepentingan Menlu.

Menurut Michael Tene, sekarang ini semuanya sudah berjalan dengan baik, tetapi tentunya diharapkan adanya peningkatan, perbaikan dan hal-hal yang perlu lebih dikembangkan. Dalam menjalankan tugasnya, Michael Tene mengharapkan seluruh staf BAM untuk menjunjung profesionalisme dan semangat untuk tetap bekerja secara profesional. Dalam konteks ini tentunya adalah semangat untuk mengembangkan kapasitas pribadi dan dedikasi terhadap pekerjaan. “Saya kira kalau kapasitas pribadi dan dedikasi yang kuat itu sudah dimiliki dan selalu berupaya untuk meningkatkan kemampuan, baik secara pribadi maupun unit kerjanya, saya kira itu akan sangat bermanfaat’, jelas Micahel.

Diplomat yang gemar membaca ini, mengaku tidak memiliki waktu untuk aktif di berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, karena tugasnya sebagai Jubir sudah sangat menyita waktu bahkan hingga waktu luangnya. Praktis waktu yang tersisa hanya tinggal untuk keluarga.  Menurut Michael Tene, hubungan antara Kemlu dengan wartawan adalah kemitraan yang saling membutuhkan dan saling mengisi. Kemlu memiliki kebutuhan untuk menyampaikan dan menjelaskan apa yang menjadi kebijakannya, sementara wartawan membutuhkan informasi dan penjelasan terhadap apa yang dilakukan oleh Kemlu. “Saya kira kemitraan yang berdasarkan kepentingan bersama ini perlu terus kita kembangkan melalui hubungan kerja yang profesional, setara dan saling mengisi” jelas Michael Tene.[]