NEWS FLASH
Print E-mail
Edisi - Pebruari 2011
Friday, 18 February 2011 22:28

Meningkatkan Pengelolaan Samudera Hindia Secara Berkesinambungan Dengan Pendekatan Ocean Governance


BADAN Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Asia, Pasifik dan Afrika (Ditjen Aspasaf) Kemlu RI dan Indonesian Council on World Affairs (ICWA), pada tanggal 1 Februari 2011 menyelenggarakan Seminar sehari dengan tema “Indian Ocean and the New Regional Strategic Development” di Plaza Bapindo Jakarta.

Acara dibuka oleh Joop Ave, Chairman of ICWA Governing Board dan Yusra Khan, Sekretaris Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK), Kemlu. Seminar menghadirkan 3 (tiga) orang pembicara, yaitu Prof. Dr. Sanjay Chaturvedi (Professor Political Science, Panjab University dan Vice Chairman of Indian Ocean Research Group/IORG), Dr. Ir. Gellwynn Jusuf, M.Sc (Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan RI), dan Duta Besar Prof. Dr. Hasjim Djalal (Pakar Konvensi Hukum Laut). Sementara itu Menteri Kelautan dan Perikanan RI,  Fadel Muhammad, berkenan menyampaikan keynote speech. 

Pentingnya posisi strategis Samudera Hindia dan semakin kompleksnya perkembangan yang terjadi bagi negara-negara kawasan, baik dari aspek ekonomi, politik, maupun pertahanan dan keamanan, telah mendorong Indonesia untuk lebih meningkatkan pengelolaan Samudera Hindia secara berkesinambungan dengan pendekatan ocean governance. Yaitu pendekatan yang menyeluruh (holistic approach) meliputi pendekatan ekonomi, politik dan keamanan, lingkungan, benefit sharing, riset serta ocean regime, termasuk peaceful dispute settlement.

Tujuan dari implementasi ocean governance antara lain adalah untuk menerapkan kebijakan dan program di tingkat nasional, regional maupun internasional, sehingga dengan demikian bias dihasilkan sebuah action plan yang efektif bagi pengelolaan laut secara berkelanjutan.  

Isu geopolitik/geostrategis dan aspek ekonomi merupakan tantangan utama yang dihadapi oleh Indonesia dalam kaitannya dengan Samudera Hindia ini. Tantangan geopolitik/geostrategis tersebut terkait dengan sikap dan peran yang dapat dilakukan oleh Indonesia dalam menyikapi hubungan antara China, India dan beberapa major power lainnya yang masih diwarnai perbedaan kepentingan di Samudera Hindia. Di bidang ekonomi, peluang pengembangan dan pengelolaan sumber daya di Samudera Hindia juga masih perlu terus ditingkatkan. Gagasan-gagasan baru kerja sama perlu terus didorong dan dilembagakan sehingga dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kepentingan nasional.  

Penyelenggaraan seminar dengan tema Indian Ocean and the New Regional Strategic Development ini dimaksudkan sebagai salah satu upaya berkelanjutan BPPK Kemlu untuk meningkatkan kualitas rekomendasi kebijakan terkait kajian isu Samudera Hindia dengan melibatkan partisipasi para pemangku kepentingan secara lebih luas dan dukungan data yang lebih akurat. Rekomendasi yang  dihasilkan dari penyelenggaraan seminar ini diharapkan dapat memperkuat langkah-langkah Indonesia dalam upaya menjaga stabilitas dan sekaligus pemanfaatan kawasan Samudera Hindia bagi seluas-luasnya kepentingan nasional Indonesia. []