NEWS FLASH
Print E-mail
Edisi - Mei 2011
Monday, 16 May 2011 23:44

Presiden RI :

Indonesia Selalu Berperan Besar Dalam Perjalanan ASEAN


TAHUN 2011 ini, Indonesia mendapat kehormatan dan tugas mulia menjadi Ketua ASEAN. Salah satu tugas yang kita emban adalah menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT, atau Summit) ke-18, yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 7 dan 8 Mei 2011, di Jakarta.
ASEAN (Association of Southeast Asian Nations), atau Asosiasi Bangsa-bangsa Asia Tenggara dibentuk pada tanggal 8 Agustus 1967. Indonesia bersama empat negara Asia Tenggara lainnya adalah pendiri ASEAN. Peran Indonesia dalam ASEAN dinilai penting, dan ini tercermin dari kepercayaan yang diberikan negara-negara anggota, dengan menetapkan Sekretariat Jenderal ASEAN berkedudukan di Jakarta.

Pada saat ini, keanggotaan ASEAN berkembang menjadi 10 negara, dan ASEAN telah menjadi suatu keluarga antar bangsa di kawasan Asia Tenggara.
Kita masih ingat, sebelum pembentukan ASEAN, kawasan Asia Tenggara terpecah belah, dan penuh dengan konflik antar negara. ASEAN dibentuk dengan tujuan untuk menciptakan kawasan yang aman dan damai, sehingga dapat tercipta kerjasama yang baik untuk mencapai kemakmuran bersama.

Kerjasama ASEAN sangatlah penting bagi Indonesia. Seperti dalam kehidupan bermasyarakat, manakala hubungan kita dengan tetangga baik, lingkungan di sekitar kita akan aman, tenteram, dan sejahtera. Demikian pula hakikat kehidupan antar bangsa di sebuah kawasan. Kalau kawasan kita aman dan stabil, kita dapat sepenuhnya berkonsentrasi pada upaya pembangunan nasional tanpa gangguan dari luar.

Sejarah telah mencatat, bahwa Indonesia selalu berperan besar dalam perjalanan ASEAN sejak didirikannya pada tahun 1967. Peran tersebut, antara lain kita lakukan untuk mempererat persahabatan antar negara-negara anggota ASEAN, melalui dokumen Kesepakatan Bali (Bali Concord) yang dihasilkan pada KTT ASEAN di Bali, tahun 1976. Dokumen tersebut menjadi fondasi kokoh bagi persahabatan dan kerjasama di antara negara-negara ASEAN.

Pada tahun 2003, saat Indonesia kembali menjadi Ketua ASEAN, telah dihasilkan dokumen Kesepakatan Bali II (Bali Concord II) yang memberi mandat bagi pembentukan komunitas ASEAN, atau “ASEAN Community”. Komunitas ASEAN yang tengah kita bangun dan wujudkan memiliki 3 (tiga) pilar, yang intinya ASEAN merupakan “Masyarakat Keamanan”, “Masyarakat Ekonomi”, dan “Masyarakat Sosial-Budaya”.

Dengan demikian jika dulu seolah ASEAN hanya menjadi asosiasi kerjasama antar Pemerintah, kini melibatkan semua rakyat negara-negara ASEAN. Jika dulu seolah-olah agendanya lebih pada bidang politik, keamanan dan ekonomi, kini mengedepankan pula bidang sosial dan budaya.

Gagasan Komunitas ASEAN ini kemudian menjadi dasar perubahan organisasi ASEAN. ASEAN kini memiliki suatu piagam atau konstitusi yang menciptakan keluarga bangsa-bangsa, dengan ditopang oleh rasa kekitaan (kebersamaan) yang lebih besar, dan kerjasama yang lebih erat. Semuanya ini akan membawa manfaat yang lebih nyata bagi seluruh anggotanya.

Kedudukan Indonesia sebagai Ketua ASEAN memberikan kita kesempatan, untuk memberi bobot dan mengukir sejarah baru, khususnya bagi terwujudnya Komunitas ASEAN 2015. Kita pun ingin memastikan kerjasama ASEAN membawa kemaslahatan dan manfaat bagi seluruh masyarakatnya.
Seperti kita ketahui bersama, saat ini banyak sekali tantangan dan permasalahan di tingkat dunia. Semua bangsa merasakan dampaknya, termasuk kita bangsa Indonesia. Kita ingin, ASEAN bisa ikut mengatasi permasalahan global dewasa ini, antara lain dengan memajukan ekonomi dan pembangunan kita, meningkatkan ketahanan pangan dan energi, serta menanggulangi masalah perubahan iklim dan kemiskinan.

Kita juga ingin, sebagai keluarga besar, ASEAN terus dapat menyelesaikan berbagai permasalahan di antara anggotanya, termasuk masalah politik dan keamanan secara damai, sejalan dengan cita-cita para pendiri ASEAN. Kita tidak ingin, kawasan Asia Tenggara menjadi kawasan yang tidak stabil, tidak aman, dan justru sarat dengan konflik sebagaimana yang terjadi di kawasan dunia yang lain.

Sebaliknya, kita semua berkepentingan untuk memastikan agar hubungan antar-negara di kawasan Asia Tenggara dan juga Asia Pasifik berlangsung dengan baik, sehingga tercipta keamanan dan stabilitas untuk pembangunan nasional serta kesejahteraan masyarakatnya.
ASEAN juga milik kita semua, milik bangsa Indonesia. Karena itu, saya mengajak seluruh rakyat Indonesia, termasuk para remaja, pelajar dan mahasiswa, para seniman, budayawan dan olahragawan, serta seluruh elemen masyarakat madani untuk bersama mengisi kepercayaan yang diberikan kepada kita, selaku Ketua ASEAN.
Marilah bersama membangun “kekitaan” ASEAN yang lebih kuat bagi persahabatan dan persaudaraan di antara seluruh bangsa Asia Tenggara.
Marilah kita bahu membahu dalam mensukseskan amanah yang saat ini kita emban sebagai Ketua ASEAN. Kita harus tetap dapat memberikan ketauladanan dan kepemimpinan, seperti yang telah kita lakukan selama ini.

Kita akan menerima kehadiran Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan negara ASEAN beserta delegasi masing-masing, untuk menghadiri KTT ASEAN yang ke-18. Marilah kita semua menjadi tuan rumah yang baik. Mari kita sukseskan KTT ASEAN di Jakarta.
Bersama, kita songsong ASEAN yang mampu menjawab berbagai tantangan di kawasan Asia Tenggara dan di dunia. Juga ASEAN yang mampu mensejahterakan kehidupan rakyatnya. ASEAN : Satu Visi, Satu Identitas, Satu Komunitas. []

(Sumber : Pidato Presiden RI Menjelang Penyelenggaraan KTT Ke-18 ASEAN di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 3 Mei 2011)