NEWS FLASH
Print E-mail
Edisi - Agustus 2011
Saturday, 13 August 2011 19:43

ASEAN Dibawah Keketuaan Indonesia Berupaya Mewujudkan Hasil-Hasil Nyata

Kemajuan dalam mewujudkan komunitas ASEAN 2015 terefleksi dalam rangkaian pertemuan Menlu ASEAN dan dialog dengan mitra wicara di kawasan. Capaian dari pertemuan itu tidak bisa dinilai melalui deklarasi yang dihasilkan, namun dicerminkan dari langkah-langkah nyata yang telah dilakukan selama berlangsungnya pertemuan dimaksud.

ASEAN di bawah keketuaan Indonesia, tidak ingin hanya menambah dokumen dan rencana aksi. Lebih jauh, Indonesia ingin berkonsentrasi untuk mewujudkan hasil-hasil nyata. Kita menyaksikan bahwa tiga prioritas ASEAN, mengalami kemajuan yang besar, yaitu adanya kemajuan yang signifikan dalam meraih komunitas ASEAN 2015; terwujudnya kawasan yang stabil dan kondusif bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan; dan memastikan peran Komunitas ASEAN di tengah komunitas global.

Pelaksanaan terhadap tiga prioritas tersebut, sebagaimana ditegaskan oleh Presiden SBY dalam acara pembukaan AMM, merupakan amanat para pemimpin ASEAN pada KTT ke-18 di Jakarta, Mei lalu.


Di kawasan Asia Tenggara, langkah nyata raihan maju atas prioritas itu dapat dilihat diantaranya melalui tekad bersama ASEAN dalam mewujudkan kawasan bebas senjata nuklir dan pengakuan internasional dalam upaya penyelesaian masalah Thailand-Kamboja. Keputusan yang diambil oleh Mahkamah Internasional (ICJ) memperkokoh pandangan Indonesia dan ASEAN. Ini menunjukkan ASEAN adalah bagian dari solusi.

Di kawasan yang lebih luas, telah tercapai kesepakatan ASEAN-China mengenai pedoman pelaksanaan Declaration of Conduct para pihak di Laut China Selatan (DOC). Bahkan ketika hasil kesepakatan tersebut disampaikan dalam Konsultasi KTT Asia Timur, tidak ada gejolak atau tensi dari negara-negara peserta. Sudah ada kesepahaman bahwa ASEAN dan China akan mengelola masalah Laut China Selatan secara damai. Ini menunjukkan bahwa ASEAN semakin tampil sebagai problem solver dan lebih mengutamakan action oriented.

Pertemuan ini juga berhasil memfasilitasi dialog antara kedua Korea pada pertemuan di tingkat teknis dan ketua delegasi pada six party talks, sementara hari ini telah terjadi pertemuan informal antara kedua Menlu Korea.

Pertemuan kedua Korea itu tidak terjadi begitu saja. Namun merupakan buah dari usaha dan kerja keras ASEAN. Penyelesaian masalah di Semenanjung Korea memerlukan proses, dan pertemuan keduanya di Bali merupakan perkembangan yang penting, terutama untuk meningkatkan saling percaya. Komunikasi diantara kedua menlu tentunya akan mengurangi defisit trust.

Dalam konteks KTT Asia Timur, kemajuan dari prioritas ASEAN yang berhasil dicapai adalah diterimanya peran sentral ASEAN di kawasan tersebut. Selain itu, gagasan Indonesia mengenai perlunya prinsip-prinsip dasar KTT Asia Timur dan kerjasama pengelolaan bencana juga diterima dengan baik. Inti dari gagasan Indonesia adalah penguatan kerjasama saling tukar informasi dan mempercepat bantuan bencana alam. Negara-negara memiliki kesamaan pandangan, masih terbukanya peluang kerjasama di bidang ini.

Kemajuan prioritas ASEAN itu tidak semata mengenai masalah politik dan keamanan, di bidang ekonomi dan sosial budaya, perkembangannya juga nyata. Contohnya, tawaran Indonesia mengenai visa ASEAN dan tekad negara-negara untuk meningkatkan kerjasama peran masyarakat ASEAN yang tengah diseriusi.[]