|
|
| Edisi - Mei 2012 |
| Sunday, 20 May 2012 07:38 |
|
Komunitas Muda ASEAN 2015 Meningkatkan Peran Pemuda bagi Kemajuan ASEAN
Mexind S. Utomo (Duta Muda ASEAN), Dhita R. Wirapradja dan Astrid Kumentas (KNPI) (Peserta ASEAN Youth Forum 2012) Pada tanggal 1-2 April 2012, perwakilan pemuda ASEAN berkumpul di Phnom Penh untuk mengikuti ASEAN Youth Forum 2012 dengan tema “Peran Pemuda dalam Membangun Komunitas ASEAN”. Mereka dengan giat bersama-sama merundingkan Joint Statement yang kemudian disampaikan pada Pertemuan Para Pemimpin ASEAN dengan Perwakilan Pemuda pada pelaksanaan KTT ASEAN ke-20, tanggal 3 April 2012. Joint Statement tersebut meliputi bidang prioritas strategis dalam pemberdayaan pemuda, diantaranya; ASEAN Awareness, Kewirausahaan, Kepemimpinan dan Kesukarelaan. Sebagian besar masalah yang diangkat dengan mudah dapat disepakati, sementara beberapa hal, seperti Visa Tungga ASEAN, memicu perdebatan yang cukup hangat. Sebagian berpendapat untuk tidak membahas masalah ini dan menyerahkan pembahasannya pada Pilar Politik Keamanan ASEAN, sementara yang lain beralasan bahwa pemuda perlu menyuarakan dukungan khusus mereka karena mereka akan menjadi orang-orang yang bertanggung jawab terhadap konektivitas kawasan setelah 2015. Pada akhirnya, diskusi panjang itu menunjukkan betapa banyaknya pemuda yang peduli terhadap ASEAN dan masa depannya. Di antara berbagai aksi yang diusulkan dalam Joint Statement, para pemuda menyatakan kepada para Pemimpin untuk “Mendorong pengangkatan Duta Muda ASEAN tingkat nasional di masing-masing negara anggota yang akan membantu dalam meningkatkan awareness ASEAN di tingkat nasional, mengintensifkan dialog antar pemuda di kawasan, serta meningkatkan people-to-people contact antara ASEAN dan Mitra Dialog” dan untuk “Mengembangkan dan menerapkan strategi yang ditetapkan utuk para pemuda di kawasan, apapun latar belakang mereka, peluang yang sama dan nyata melalui pendidikan, pelatihan, belajar seumur hidup dan dukungan yang memadai untuk mendirikan perusahaan mereka sendiri”. Akhirnya, tiba saatnya untuk pertemuan yang ditunggu-tunggu antara Perwakilan Pemuda dengan para Pemimpin mereka masing-masing. Ketika Joint Statement sedang dibacakan, beberapa Pemimpin secara naluriah membuka pena mereka dan membuat catatan pribadi (meskipun Menteri Luar Negeri mereka sudah melakukannya di belakang mereka). Ketika Ketua ASEAN membuka floor untuk respon, Perwakilan Pemuda bergiliran satu per satu menyampaikan kata-kata bijak mereka dengan antusias. PM Dung dari Vietnam mengucapkan selamat kepada para pemuda untuk proposal yang sangat komprehensif, dan menekankan bahwa pemuda merupakan 60% dari populasi kawasan, sebuah kekuatan, semangat dan dinamika yang merupakan kekayaan ASEAN. Beliau kemudian meminta pemuda untuk terlibat dalam komitmen dan komunikasi yang lebih besar dalam mempromosikan ASEAN di luar kawasan. PM Shinawatra dari Thailand, Pemimpin termuda di ASEAN, meminta pemuda untuk secara aktif berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan kawasan yang bebas alkohol, bebas kejahatan dan bebas kelaparan. Beliau mendorong keterlibatan kaum muda yang lebih besar dalam Mitra Dialog ASEAN dan mengingatkan semua orang bahwa pemuda adalah investasi terbaik yang dapat kita buat untuk masa depan ASEAN. Presiden Aquino dari Filipina mengatakan bahwa penting untuk good care terhadap pemuda karena merekalah yang akan care kepada para Pemimpin saat ini dan akan menjadi “super seniors” di masa depan. Para pemuda mendapat manfaat dari pengalaman pembelajaran para Pemimpin sementara para Pemimpin bisa mendapatkan manfaat dari energi para pemuda. Bersama-sama, kita mengambil tindakan kolektif, dan membawa ASEAN ke tempat yang selayaknya. PM Razak dari Malaysia bersikeras bahwa pemuda harus diberdayakan dengan pendidikan yang baik, keterampilan, dan hak untuk mengekspresikan apa yang mereka inginkan. Para Pemimpin tidak ingin memutuskan untuk pemuda, melainkan ingin mendengarkan. Pemuda harus memberitahu Pemimpin apa yang baik bagi mereka. Hal ini penting untuk menjalin komunikasi dua arah. Wakil Presiden Boediono dari Indonesia menekankan bahwa sumber energi dari setiap komunitas terletak pada pemuda dan masyarakat yang berlangsung ketika satu generasi yang memiliki kualitas lebih baik menggantikan satu generasi sebelumnya. Dia menambahkan bahwa para pemuda dapat memilih teman, dan bukan tetangga, sehingga persahabatan di kalangan pemuda merupakan aset bagi ASEAN. PM Hun Sen dari Kamboja menegaskan kembali bahwa para Pemimpin sangat mendorong rekomendasi yang jelas dan penataan tugas para Menteri yang relevan, yaitu melalui ASEAN Ministers Meeting on Youth (AMMY) untuk pelaksanaan implementasi. Beliau terinspirasi untuk berbagi pengalamannya berjuang sebagai pemuda menghadapi ranjau, roket, dan tembakan serta dengan tulus meminta para pemuda untuk turut memperjuangkan nilai-nilai perdamaian ASEAN tanpa kenal lelah melebihi para pemuda pada generasinya. Beliau juga menceritakan pengalamannya diangkat sebagai Menteri Luar Negeri termuda di dunia pada usia 27 tahun dan menjadi Perdana Menteri pada usia 32 tahun. Untuk itu beliau meminta kepada para pemuda untuk tidak pernah membatasi mimpi mereka. Di bagian akhir, dengan hangat beliau meminta Perwakilan Pemuda untuk memanggilnya dengan ‘paman’ bukan ‘Yang Mulia’. Sekretaris Jenderal ASEAN, Surin Pitsuwan mengakui bahwa sebelumnya para Pemimpin tengah mendiskusikan tentang cara terbaik untuk menginspirasi Perwakilan Pemuda tapi ternyata bahwa para Pemimpin yang justru terinspirasi oleh Perwakilan Pemuda. Beliau kemudian secara spontan meminta para Pemimpin untuk melakukan kesempatan foto bersama dengan Perwakilan Pemuda. Rasa kekeluargaan seperti ini mungkin tidak didapatkan dalam pertemuan ASEAN di tingkat Presiden. Dalam analisis akhir, ASEAN telah membuat kemajuan yang berarti dalam pemberdayaan pemuda. Sebagai Ketua ASEAN, Kamboja telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk mempertahankan mekanisme check and balance antara Pemimpin dan Pemuda, seperti yang dilakukan oleh Indonesia dalam KTT ASEAN ke-18 tahun lalu. Memang, sekaranglah saatnya untuk bersuara. Sebuah Joint Statement tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya kehendak untuk mengambil tindakan bersama secara terpadu. Marilah semuanya memfokuskan hati dan mensinergikan energi kita untuk memimpin jalan dalam membangun Komunitas Muda ASEAN 2015.[]
|



