NEWS FLASH
Print E-mail
Edisi - Mei 2012
Sunday, 20 May 2012 07:39

 

Indonesia dan Italia Sepakat Tingkatkan Kerjasama Dialog Lintas Agama

Indonesia dan Italia bertekad akan terus memajukan dialog lintas agama dan tetap komitmen terhadap penguatan upaya saling memahami di tengah keragaman. Demikian hal tersebut disampaikan oleh Menlu Marty M. Natalegawa dan Menlu Italia Giulio Terzi di Sant’Agata pada saat membuka Dialog Lintas Agama ke-2 Indonesia-Italia, bertemakan “Unity in Diversity: the Power of Dialogue for Peaceful Cohabitation in a Pluralistic Society” di Gedung Pancasila, Jakarta pada tanggal 23 April 2012. 

Dialog yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri RI dan Kementerian Agama RI bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri Italia dan Komunitas Sant’Egidio (Italia) tersebut merupakan lanjutan dari kegiatan dialog lintas agama Indonesia-Italia yang pertama dan diselenggarakan di Roma pada bulan Maret 2009. 

Menurut Menlu Marty, forum dialog ini membuktikan upaya terus menerus Indonesia dalam membangun jembatan. “Kami percaya, membangun jembatan saling memahami adalah cara terbaik memperkuat budaya damai global.” 

Lebih lanjut Menlu Marty menegaskan, bahwa Indonesia selalu mendorong berbagai dialog dengan berbagai mitra, baik di tingkat bilateral, regional maupun global. Sejak tahun 2004, Kemlu RI melalui Direktorat Diplomasi Publik telah mengembangkan budaya dialog lintas agama sebagai bentuk upaya pro aktif Indonesia dalam mengedepankan sikap toleransi dan saling memahami antar sesama umat beragama dan antar peradaban.  Inisiatif kegiatan ini dinilai penting untuk mempromosikan harmoni dan kerja sama, serta menghilangkan kecurigaan dan kesalahpahaman antar agama dan budaya.

 Hingga saat ini, Indonesia telah bekerja sama menyelenggarakan sejumlah kegiatan dialog lintas agama dalam kerangka bilateral dengan sejumlah negara lainnya, antara lain dengan Austria, Rusia, Inggris, Belanda, Republik Korea, Australia, Ethiopia, dan AS.

Dalam kerangka regional, dialog lintas agama dilaksanakan melalui forum Asia Pacific Interfaith Dialogue, APEC Inter-Cultural and Faith Symposium, International Conference of Islamic Conference (ICIS), dan World Peace Forum (WPF).  Sedangkan dalam kerangka kerjasama antar kawasan, dialog tersebut dilakukan melalui forum ASEM Interfaith Dialogue.  

Dari pengalaman penyelenggaraan dialog tersebut, Menlu Marty menyimpulkan bahwa ada dua hal yang dapat mendorong keberhasilan dialog. Pertama, dialog sejati, yaitu dengan melibatkan keberlanjutan dialog dan proses mendengarkan, membuka diri terhadap pemikiran konstruktif yang disampaikan pihak lain dalam mencari kesamaan.

 Kedua, harus keluar dari zona kenyamanan, karena pesan-pesan perdamaian yang mengemuka dalam dialog lintas agama perlu dan harus digemakan di luar ruang pertemuan. Untuk itu Menlu menegaskan perlunya memaksimalkan dialog yang dibangun kedua negara agar dapat menjangkau secara luas hingga ke masyarakat internasional. 

Dalam dialog kali ini, Indonesia menghadirkan Prof. Dr. Din Syamsuddin (Ketua PP Muhammadiah) dan Mgr. Ignatius Suharyo (Uskup Agung Jakarta) sebagai pembicara. Sementara itu, selain Presiden Komunitas Sant’Egidio, Prof. Marco Impagliazzo, Italia juga menghadirkan dua anggota Komunitas Sant’Egidio lainnya sebagai pembicara, yaitu Prof. Romano Orlandi dan Mr. Fransesco Marini. Acara dialog ini dipandu oleh Ketua Dialog Lintas Agama Indonesia-Italia, Prof. Azyumardi Azra.

Kemajuan hubungan bilateral kedua negara telah mencapai pada tingkatan dimana kedua pihak secara nyaman dan tanpa kendala dapat saling belajar dan berbagi pengalaman dalam mengatur keberagaman budaya dan agama di masing-masing negara dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis, serta dapat mengidentifikasi berbagai cara dimana kedua negara dapat meningkatkan kontribusinya bagi semakin berkembangnya budaya perdamaian (culture of peace) pada tingkatan global.[] (Sumber : Diplik)