NEWS FLASH
Print E-mail
Edisi - Mei 2012
Sunday, 20 May 2012 07:41

 

KBRI Singapura Intensif Bekali Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) dengan Berbagai Ketrampilan

Duta Besar RI untuk Singapura, Andri Hadi, bersama dengan Menteri Negara Pembangunan Masyarakat, Pemuda dan Olah Raga Singapura, Halimah Yacob, pada tanggal 22 April 2012 mewisuda sebanyak 697 Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) asal Indonesia. Acara yang diselenggarakan di Sekolah Indonesia Singapura ini dihadiri oleh sekitar 500 undangan, termasuk para majikan. Dari 697  wisudawan tersebut, 52 orang diantaranya merupakan peserta Program Paket B dan Paket C, dan sisanya adalah peserta kursus Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, komputer, menjahit dan tatarias wajah. Dan enam lulusan terbaik dari masing-masing bidang memperoleh penghargaan dari KBRI Singapura.

 Dalam sambutannya, Duta Besar Andri Hadi menyampaikan apresiasi terhadap para guru dan secara khusus kepada para majikan yang telah memberikan ijin kepada PLRT untuk dapat mengikuti kursus-kursus yang diselenggarakan oleh KBRI Singapura. Duta Besar berharap agar keterampilan yang diperoleh dari Program P3K (Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kerja) tersebut dapat dimanfaatkan untuk menigkatkan keterampilan dalam melaksanakan pekerjaan di Singapura dan terutama pada saat kembali ke tanah air.  Di tanah air para PLRT dapat memanfaatkan pengetahuan dan  keterampilan yang telah didapat untuk memulai usaha baru.  

Selain itu, Duta Besar juga berharap agar kursus-kursus tersebut dapat meningkatkan awareness bagi segenap PLRT mengenai pentingnya keselamatan kerja. Dengan demikian, kecelakan kerja yang kerap terjadi dapat dihindari. Sementara itu, Menteri Halimah  dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan yang telah belajar dengan keras dan mendorong para PLRT untuk tetap terus belajar untuk meningkatkan kemampuan.  

Menteri Halimah juga menyinggung rencana pemberian satu hari libur dalam satu minggu kepada PLRT yang akan mulai diberlakukan pada awal tahun 2013. Dengan adanya hari libur tersebut, diharapkan para PLRT dapat berisitrahat dan memanfaatkannya untuk hal-hal yang positif seperti mengikuti kursus-kursus keterampilan seperti itu, karena belajar merupakan proses seumur hidup.

Menteri Halimah dikenal sangat aktif dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan bagi para domestic workers di Singapura. Atas usaha dan kerja keras beliau, mulai tahun 2013, Pemerintah Singapura akan memberlakukan one day off setiap minggu bagi seluruh domestic workers di Singapura, termasuk para PLRT asal Indonesia. 

KBRI Singapura telah mengelola Program P3K sejak tahun 2009. Program ini dirintis oleh Duta Besar Wardana dan diselenggarakan di Sekolah Indonesia Singapura (SIS) pada setiap hari Minggu.

 Program P3K meliputi kursus bahasa Inggris, bahasa Mandarin, komputer, menjahit dan tatarias wajah, serta Paket B dan Paket C. Dalam dua tahun terakhir, kegiatan P3K telah diikuti oleh 3003 PLRT, masing-masing sebanyak 958 orang pada tahun 2010, dan 1.325 orang pada tahun 2011. Pada awal tahun ini (2012) kegiatan P3K ini telah diikuti oleh sebanyak 720 orang. Sedangkan jumlah peserta didik yang telah lulus sejak tahun 2009 mencapai sebanyak 2.283 orang. 

Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Singapura, Simon D.I. Soekarno, menyampaikan bahwa melalui Program P3K ini, diharapkan para PLRT asal Indonesia di Singapura dapat menjadi pekerja yang lebih kompetitif dan berpandangan ke depan. KBRI Singapura memperkirakan bahwa jumlah peserta P3K akan meningkat pada tahun 2013 sehubungan dengan adanya ketentuan libur wajib satu hari dalam seminggu.

 Acara wisuda dilanjutkan dengan peluncuran transfer uang “D.U.I.T” (Dana Untuk Indonesia Tercinta) oleh Bank Syariah Mandiri dan ditutup dengan acara hiburan dari artis-artis ibukota, diantaranya Teuku Wisnu, Cici Tegal, Ari Limau dan grup musik Snada. []

(Sumber: KBRI Singapura)