|
|
| Edisi - Mei 2012 |
| Sunday, 20 May 2012 07:46 |
|
“CULTURE BALI 2012” Mendekatkan Indonesia ke Publik Belgia Cuaca mendung yang melingkupi Taman Indonesia (Kingdom of Ganesha) di Parc Pairi Daiza, Brugelette, pada Minggu tanggal 6 Mei 2012, tidak membuat ribuan pengunjung taman wisata tersebut beranjak dari posisinya untuk tetap menyaksikan pagelaran seni Bali dalam acara “Culture Bali” yang diselenggarakan atas kerjasama KBRI Brussel, Kementerian Agama RI, dan Konsul Kehormatan RI untuk Wilayah Wallonia hari itu. Setelah kagum atas permainan gamelan oleh kelompok “Saling Asah” dan kelompok gamelan anak “Vikasati” yang memukau, berturut-turut para pengunjung diajak semakin larut dalam kekaguman atas pementasan Tari Gabor, Tari Baris Tunggal, Tari Legong Kuntul dan Cak Sunda Upasunda (tari kecak) yang dibawakan oleh tim kesenian Universitas Hindu Indonesia (UNHI). “Vikasati” merupakan kelompok gamelan anak-anak /KBRI Brussel yang beranggotakan anak-anak masyarakat Indonesia di Belgia. Tari Gabor merupakan tarian penyambutan dan ucapan selamat datang kepada para tamu undangan yang berbaur dengan para pengunjung taman. Gerakan Tari Gabor yang kuat, tegas dan enerjik menggambarkan prajurit yang gagah perkasa, kuat dan berwibawa. Tari Legong Kuntul menggambarkan sekelompok burung Kuntul yang tengah bercengkerama. Tari Cak Sunda Upasanda berkisah tentang dua bersaudara bernama Sunda dan Upasunda yang bertarung memperebutkan bidadari utusan Dewa Siwa yang bernama Nilotama. Pagelaran kesenian “Culture Bali” yang bertujuan untuk mempromosikan kekayaan seni dan budaya Indonesia serta kerukunan antar umat beragama di Indonesia pada hari itu ditutup dengan parade Ogoh-ogoh yang menampilkan arak-arakan 4 (empat) buah patung Ogoh-ogoh khas Bali, yakni Detya Niwatakawaca, Harjuna, Dewi Saraswati, dan Hanuman yang dipanggul oleh tim kesenian UNHI dan masyarakat Indonesia yang datang dari berbagai penjuru Eropa. Kegiatan ini mempunyai daya tarik tersendiri dan jarang ditemukan oleh para pengunjung Taman. Sebelumnya, pada 11 Juni 2011, di tempat yang sama, telah diselenggarakan Festival Ogoh-ogoh yang berhasil mendapatkan apresiasi positif publik setempat dan tanah air. Rangkaian pementasan “Culture Bali” diselenggarakan di Kingdom of Ganesha, yakni bagian dari Parc Pairi Daiza yang bertema Indonesia. Selain miniatur berbagai ikon Indonesia, di dalam Kingdom of Ganesha ini terdapat Pura Agung Shanti Bhuana yang menjadi lokasi persembahyangan umat Hindu Bali yang berdomisili di Belgia dan sekitarnya. Ratusan masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat Hindu Bali, yang berdomisili di Belgia, Belanda, Luksemburg, Jerman dan Perancis khusus datang ke Parc Pairi Daiza hari itu untuk mendukung pelaksanaan pagelaran kesenian ini dan berkesempatan melakukan persembahyangan bersama. Mereka berbaur dengan ribuan pengunjung lainnya yang berkesempatan untuk mengenal Indonesia lebih jauh melalui seni dan budaya Bali yang ditampilkan.[] [Kedutaan Besar Republik Indonesia, Brussel] a |



