NEWS FLASH
Print E-mail
Edisi - Maret 2012
Monday, 19 March 2012 23:13

Aliansi Strategis Indonesia - ASEAN - Rusia

Djauhari Oratmangun
Dubes RI untuk Rusia 

RUSIA adalah salah satu negara Mitra Wicara ASEAN, yang memiliki luas wilayah terbesar di dunia, dengan hampir enam kali luas Amerika Serikat (AS), dan termasuk sebagai negara super power. Karena saat ini Rusia menjabat sebagai Ketua APEC, maka penyelenggaraan KTT APEC 2012 akan dilaksanakan di Rusia, yaitu pada bulan Desember di Wladiwostok. Perjalanan dari Moskow ke Wladiwostok ditempuh selama 10 jam direct flight dan melalui sembilan zona waktu, 92 propinsi dan 27 negara bagian.

Agar Indonesia bisa membuat aliansi strategis dengan Rusia, kita harus memahami apa dan dimana saja letak kekuatan Rusia dalam konteks geopolitik dan geoekonomi, , dan dengan demikian benefit yang akan kita dapat menjadi jauh lebih baik.

Selain sebagai negara terluas di dunia, Rusia juga termasuk negara pemilik nuklir, memiliki jumlah penduduk terbanyak ke sembilan, anggota tetap Dewan Keamanan PBB, anggota G-8 dan G-20, observer di OKI, ekonomi terbesar ke-10, memiliki cadangan mineral dan energi terbesar di dunia tapi bukan anggota OPEC sehingga bisa memainkan harga energi dunia, tidak memiliki hutang luar negeri (dilunasi seluruhnya pada 2008), berperan aktif di APEC, ASEAN-Rusia, ARF, ASEM, dan EAS sejak tahun ini, serta masuk kedalam BRIC (kelompok negara yang memiliki potensi dan posisi luar biasa di dunia).

Diharapkan BRIC bisa ditambah dengan Indonesia, sehingga menjadi BRIIC. Kalau sekarang ini kita bisa mengkaitkan Brazil, Rusia, India dan China dengan ASEAN, bukan tidak mungkin kelak Indonesia bisa masuk kesana melalui ASEAN karena peran penting Indonesia di sana.

Semua itu memiliki kaitan yang erat dengan Indonesia dan ASEAN, karena kalau Indonesia bisa memainkan peran yang strategis untuk membuat aliansi strategis Indonesia-ASEAN-Rusia, maka kita juga akan menikmati manfaat dari geopolitik dan geoekonomi Rusia dalam tatanan global.

Bulan Maret akan berlangsung pemilu di Rusia dan sekitar akhir Juni mungkin ada pemilihan presiden. Terkait dengan ini sebenarnya kita harus mempersiapkan apa saja yang akan kita lakukan kedepan bersama Rusia. Kalau yang dilakukan Indonesia hanyalah hal-hal yang biasa saja, maka membutuhkan waktu puluhan tahun untuk kemudian kita bisa mencapai titik dimana Indonesia memiliki hubungan yang strategis dengan Rusia.

Indonesia dan ASEAN bisa mencapai hubungan strategis pada level brain feel dengan Rusia apabila kita melakukan tindakan-tindakan dan langkah-langkah yang strategis. Tahun ini Rusia adalah Ketua APEC dan pada 2013 menjadi tuan rumah pertemuan G-20, jadi dalam konteks dua tahun ini akan diupayakan apa saja yang bisa kita lakukan. Karena itulah saat ini saya melakukan apa yang disebut dengan led frog approach dengan memasukkan hubungan diplomasi yang kreatif.

Indonesia memiliki ikatan hubungan yang luar biasa dengan Rusia pada masa Presiden Soekarno, namun kemudian tidak ada perkembangan selama kurang lebih 30 tahun. Bagi saya sekarang ini adalah bagaimana kita bisa membungkus kedekatan tersebut dalam konteks hari ini, dan untuk itu kita harus mampu mempetakan hal ini.

Mungkin banyak yang tidak mengetahui bahwa 25% penduduk Rusia adalah Muslim moderat seperti di Indonesia. Itu merupakan potensi pasar yang juga bisa kita manfaatkan secara lebih optimal. Di Rusia juga ada kamus Rusia-Indonesia, dan yang menarik ada salah satu group musik rock disana yang bernama ‘Indonesia’, sementara di Indonesia tidak ada group musik yang bernama ‘Rusia’. Jadi ini semua adalah sesuatu yang bisa kita gali dalam konteks ekonomi kreatif saat ini.

Sekitar 80 ribu turis dari Rusia yang datang ke Indonesia setiap tahunnya, adalah orang-orang kaya Rusia yang menggunakan charter flight untuk mengunjungi Bali, Lombok dan tempat-tempat lainnya di Indonesia, dan mereka memiliki daya beli yang tinggi.

Hubungan Indonesia-Rusia itu sudah dimulai sejak lama, dimana Putra Mahkota dari Rusia pernah juga berkunjung ke Batavia. Kunjungan ini diabadikan dalam bentuk sajak-sajak yang dibuat oleh orang-orang Batavia saat itu. Sejauh ini di Indonesia ada beberapa bangunan atau monumen yang menjadi lambang kedekatan hubungan Indonesia-Rusia, yaitu Istora Senayan yang merupakan miniatur dari istora yang ada di Moskow, Monas, RS Persahabatan, patung Pak Tani, dan kapal selam yang ada di Surabaya. Dan sekarang ini kita juga membeli pesawat Sukhoi dari Rusia.[]