NEWS FLASH
Teras Diplomasi Print E-mail
Google bookmarkDel.icio.usTwitterFacebookDigg
Edisi - Mei 2012
Saturday, 19 May 2012 23:42

 

Teras Diplomasi

Memasuki usianya yang ke-57 tahun, Konperensi Asia-Afrika (KAA) semakin memantapkan perannya di berbagai kancah internasional. Besarnya peranan yang dimainkan oleh negara-negara KAA saat ini dapat dilihat dari kiprahnya di berbagai forum multilateral dan regional, baik dalam percaturan politik maupun ekonomi global. Terutama dalam upaya menciptakan tatanan dunia yang lebih berimbang dan lebih adil sesuai dengan semangat dan cita-cita Dasa Sila Bandung.

Semangat Dasa Sila Bandung tidak semata hanya membebaskan negara-negara Asia-Afrika dari belengggu kolonialisme, namun juga mengeluarkan negara-negara KAA dari cengkeraman kemiskinan dan keterbelakangan.

Relevansi KAA dewasa ini terletak pada semangat solidaritas antar sesama negara berkembang untuk tetap tumbuh saling mendukung dan membantu guna memajukan pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Dan sebagai salah satu penggagas KAA, Indonesia terus berupaya memperkuat relevansi KAA di tengah-tengah perubahan dunia. Indonesia mengembangkan kemitraan strategis di antara negara-negara KAA dalam bentuk program-program nyata.

Dan pada abad ke-21 ini, negara-negara Asia-Afrika dituntut untuk tetap memegang teguh semangat yang terdapat di dalam Dasasila Bandung, yaitu untuk merdeka secara politik, ekonomi dan sosial budaya. Sebuah semangat yang pada akhirnya nanti akan mampu berkontribusi dalam membangun tatanan dunia yang lebih adil dan sejahtera.

Sekarang ini, negara-negara anggota KAA sudah memperoleh pengakuan dari dunia internasional, salah satunya disebabkan karena dominasi ekonomi-nya. Indonesia adalah salah satunya, selain China, India dan Afrika Selatan. Saat ini masyarakat internasional lebih melihat pada kenyataan bahwa negara-negara berkembang mempunyai peran dan pengaruh yang besar secara ekonomi, apalagi setelah terjadinya krisis ekonomi di Eropa.

Indonesia bahkan diperhitungkan baik secara ekonomi, politik, maupun sosial. Indonesia selalu berperan, setidaknya dalam menciptakan stabilitas kawasan yang menjadi dasar dari kegiatan-kegiatan ekonomi. Indonesia mencoba menciptakan apa yang kita sebut sebagai ‘dynamic equilibrium’ atau keseimbangan yang dinamis. 

Indonesia juga bertekad akan terus memajukan dialog lintas agama dan tetap komitmen terhadap penguatan upaya saling memahami di tengah keragaman. Secara konsisten Indonesia membuktikan upaya dan perannya dalam membangun jembatan, karena Indonesia meyakini bahwa membangun jembatan untuk saling memahami adalah cara terbaik memperkuat budaya damai global. 

Terkait dengan hal tersebut Indonesia selalu mendorong berbagai dialog dengan berbagai mitra, baik di tingkat bilateral, regional maupun global. Sejak tahun 2004, Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri RI telah mengembangkan budaya dialog lintas agama sebagai bentuk upaya pro aktif Indonesia dalam mengedepankan sikap toleransi dan saling memahami antar sesama umat beragama dan antar peradaban melalui kegiatan interfaith dialogue. Kegiatan ini dinilai penting untuk mempromosikan harmoni dan kerja sama, serta menghilangkan kecurigaan dan kesalahpahaman antar agama dan budaya.

Dalam pengembangan peranan yang lebih luas, Indonesia melakukan peningkatan kerjasama strategis dengan negara-negara di kawasan Amerika Latin melalui FEALAC yang tidak hanya difokuskan pada sektor ekonomi dan perdagangan semata, tetapi juga pada potensi kerjasama di sektor lainnya, yaitu meliputi bidang sosial budaya, pendidikan, dan kerjasama antar masyarakat (people to people)

FEALAC sebagai forum kerja sama Asia Timur - Amerika Latin telah mengalami kemajuan yang signifikan dalam perkembangannya. Sejak didirikan pada tahun 1999, FEALAC telah menjadi kerja sama antar-kawasan yang penting di dunia.

Perkembangan ini menunjukkan pentingnya FEALAC bagi anggotanya dan kesungguhan mereka untuk mencapai apa yang menjadi tujuan FEALAC. Indonesia juga merasakan FEALAC sebagai kerjasama antar-kawasan yang penting, dimana partisipasi aktif Indonesia dalam FEALAC adalah salah satu contoh yang menunjukkan pentingnya FEALAC.

FEALAC sangat penting bagi Indonesia, baik sebagai individu negara maupun sebagai bagian dari kawasan Asia Timur. Sebagai individu negara, Indonesia memandang FEALAC sebagai instrumen untuk me-ningkatkan hubungan bilateral dengan negara-negara Amerika Latin, dimana kemajuan negara-negara Amerika Latin selama dekade terakhir telah dianggap penting bagi banyak negara. Sejumlah negara Amerika Latin telah menjadi pemain penting dalam urusan global, seperti Brazil, Argentina, Meksiko, Venezuela, Kolombia, Chile, dan Ekuador. Inilah mengapa Indonesia mulai melihat Amerika Latin sebagai mitra yang menjanjikan di masa depan.

Menjadi dikenal di Amerika Latin sangat penting bagi Indonesia dalam rangka memperluas hubungan dengan negara-negara di kawasan ini, dan sebagai bagian dari kawasan Asia Timur, Indonesia memandang pentingnya FEALAC untuk meningkatkan hubu-ngan Asia Timur dan Amerika Latin. Forum FEALAC menawarkan hasil yang positif di bidang ekonomi, politik, dan hubungan sosial budaya kepada Asia Timur dan juga Amerika Latin sendiri. Hal ini dikarenakan FEALAC memiliki potensi yang sangat besar untuk dapat dikembangkan lebih lanjut.[]