|
Daerah dapat memanfaatkan kerjsama teknik untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia melalui berbagai program pelatihan, pemagangan dan pertukaran ahli. Sudah seharusnya dilakukan kompilasi kebutuhan dan kapasitas daerah agar daerah dapat berperan mendukung kerjasama teknik Indonesia, baik Indonesia sebagai penerima maupun sebagai pemberi bantuan. Perkembangan hubungan internasional saat ini menuntut dilakukannya total diplomacy dengan tetap berpedoman kepada one door policy. Hubungan luar negeri oleh daerah harus tetap berada dibawah koordinasi dan konsultasi Deplu sehingga aman secara politis. Departemen Luar Negeri menyadari pentingnya peranan kerjasama teknik dalam mengembangkan potensi berbagai daerah di Indonesia, terutama di era otonomi daerah seperti saat ini. Beberapa hal yang diharapkan dapat diperoleh oleh pihak-pihak terkait didaerah dari kerjasama teknik antara lain:
Capacity Building (Pembangunan Kapasitas) Melalui berbagai program kerjasama teknik seperti pelatihan, pemagangan dan kesempatan belajar melalui beasiswa, kapasitas sumber daya manusia di daerah diharapkan akan semakin meningkat. Untuk tujuan tersebut, seyogyanya kerjasama teknik berlangsung secara berkesinambungan dalam jangka waktu yang lama (long term capacity building).
Dalam hal ini hendaknya daerah secara aktif dapat menangkap peluang-peluang pelatihan yang ditawarkan oleh negara-negara sahabat seperti Malaysia melalui MTCP (Malaysia Technical Cooperation Program), Thailand melalui TICA (Thailand International Development Cooperation Agency), Mesir malalui EICA (Egyptian International Center for Argriculture), Jepang JICA ( Japan International Cooperation Agency) India melaui ITEC (Indian Technical and Economic Cooperation) dan Korea Selatan melalui KOICA (Korean Internatioanl cooperation Agency). Sementara itu penawaran beasiswa banyak ditawarkan oleh negara-negara maju seperti Australia, AS dan beberapa negara Eropa.
Exchange of Experts (Pertukaran Tenaga Ahli) Pertukaran tenaga ahli yang dimiliki oleh daerah dengan pihak-pihak di luar negeri diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan mempromosikan kemampuan tenaga ahli tersebut kepada pihak luar negeri. Contoh yang lebih kongkrit dalam hal ini adalah dengan semakin banyaknya tenaga ahli pertanian Indonesia yang terserap dalam program negara lain yang dibiayai oleh lembaga regional dan international. Keahlian Indonesia dibidang pertanian khususnya padi telah dikenal luas dalam membantu sesama negara berkembang meningkatkan produksi pertaniannya. Tenaga ahli Indonesia selain pertanian adalah di bidang dekorasi kayu ynag diminta oleh pemerintah Laos dan pemanfaatan bambu oleh Pemerintah Fiji.
Transfer of Technology Pemanfaatan peluang kerjasama teknik luar negeri oleh daerah diharapkan dapat memberikan transfer of technology dari pihak donor kepada daerah sehingga memberikan nilai tambah untuk daerah. Dalam kaitan ini, hubungan lebih banyak ke pola Utara –Selatan. Contoh dalam hal ini adalah bagaimana Deplu membantu hubungan kerjasama riset antara Universitas Gadjah Mada dan Universitas Boras (University of Boras) di Swedia dalam hal pemanfaatan limbah. Hasil riset kemudian penerapannya akan dilaksanakan oleh Kabupaten Sleman sebagai pilot project. Pembiayaan SDM dan pilot project sepenuhnya menjadi tanggungan negara donor.
Nilai tambah untuk ekonomi daerah Kerjasama teknik diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah. Hal ini dapat tercapai apabila komponen lokal dalam kerjasama teknik tersebut dapat menjadi sarana untuk menjual produk nasional/daerah kepada pihak donor. Contoh kongkrit adalah benyaknya permintaan negara penerima pelatihan pertanian Indonesia untuk mendapatkan benih unggul, alat-alat pertanian dan traktor yang telah mampu diproduksi Indonesia. Beberapa alternative yang dapat dimanfaatkan daerah untuk melakukan pengembangan kapasitas dalam kerangka kerjasama teknik yaitu :
Sister province atau sister city. Suatu pemerintahan propinsi atau kota di Indonesia dapat melakukan kerjasama yang setara dan saling menguntungkan dengan Pemerintah Daerah negara lain yang memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia dan tidak mengganggu stabilitas politik dan keamanan dalam negeri RI. Dalam kerangka kerjasama inilah, dapat dimasukkan program-program kerjasama pengembangan kapasitas.
Kerjasama bilateral Dalam kerangka bilateral, berbagai lembaga donor bilateral seperti AusAID (Australia),JICA (Jepang), NZAID (Selandia baru), KOICA (Korea Selatan) dan GTZ (Jerman) dapat dijadikan sebagai target donor potensial untuk pengembangan kapasitas dalam kerangka kerjasama teknik.
Kerjasama multilateral. Dalam kerangka multilateral, berbagai lembaga donor multilateral, baik badan PBB maupun non PBB dapat dijadikan sebagai target donor potensial untuk pengembangan kapasitas dalam kerangka kerjasama teknik. Terkait dengan pembangunan kapasitas, terdapat 8 (delapan) agenda pengembangan kapasitas sesuai “Kerangka Nasional Pengembangan dan Peningkatan kapasitas dalam rangka Mendukung Desentralisasi” yang dikeluarkan oleh Bappenas yaitu :
Pengembangan peraturan perundangan yang dibutuhkan untuk mendukung desentralisasi, Pengembangan kelembagaan daerah, Pengembangan keuangan daerah, Peningkatan kapasitas DPRD, Badan Perwakilan Desa, ORNOP, dan Organisasi kemasyarakatan, Pengembangan system perencanaan, Pembangunan ekonomi daerah, Pengembangan kemampuan mengelola masa transisi.
Berbagai peluang kerjasama teknik luar negeri bagi daerah diharapkan dapat lebih dimanfaatkan, tentunya dengan tetap mengacu pada kebijakan Pemerintah Indonesia mengenai kerjasama teknik luar negeri bagai daerah. Departemen Luar Negeri dalam kaitan ini berharap kerjasama teknik bagi daerah pada gilirannya dapat memberikan nilai tambah bagi daerah melalui capacity building, exchange of experts dan transfer of technology.
|