NEWS FLASH
PRESIDEN PALESTINA BERTERIMAKASIH ATAS PROGRAM CAPACITY BUILDING NAASP YANG DIPRAKARSAI INDONESIA Print E-mail
Google bookmarkDel.icio.usTwitterFacebookDigg
Edisi - Juli 2009
Thursday, 20 August 2009 08:10


Pertemuan Trilateral tindaklanjut KTM NAASP untuk Capacity Building for Palestine antara Indonesia, Afrika Selatan dan Palestina diselenggarakan di Amman, Yordania, 27-28 Juni 2009. Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Departemen Luar Negeri, Dubes T.M. Hamzah Thayeb memimpin delegasi RI. Delegasi Afrika Selatan dipimpin oleh Dubes Johannes Spies, Director of Economic Affairs and Regional Organizations, Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan dan delegasi Palestina dipimpin oleh Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Mehdawi.

Pertemuan bertujuan meninjau kemajuan perkembangan implementasi komitmen negaranegara NAASP untuk Capacity Building bagi Palestina sejak Pertemuan Tingkat Menteri (Ministerial Conference on Capacity Building for Palestine) di Jakarta, 14 Juli 2008. Di samping itu, pertemuan juga membahas berbagai kendala yang dihadapi dan merumuskan langkah langkah konkret pemecahannya serta mulai mempersiapkan laporan Coordinating Unit yang akan disampaikan dalam NAASP SOM yang direncanakan tentatif berlangsung pada Oktober 2009 di Jakarta. Disamping itu, juga dilakukan kunjungan ke fasilitas Asia-Middle East Dialogue Regional Vocational Training Center di Amman, Yordania, yang didirikan oleh Singapura dan Yordania, Oktober 2007. Kunjungan dimaksudkan untuk menjajaki kemungkinan pemanfaatan fasilitas untuk pelaksanaan sejumlah program Capacity Building bagi Palestina oleh Indonesia dan juga oleh negara-negara NAASP lainnya di masa mendatang.

Di sela-sela pertemuan, seluruh delegasi mendapat kehormatan diterima oleh Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, di Amman, pada 27 Juni sore. Disampaikan oleh Indonesia dan Afrika Selatan bahwa salah satu tujuan penting dari diadakannya program Capacity Building for Palestine oleh Asia-Afrika di bawah NAASP adalah untuk melengkapi proses politik dan bantuan keuangan bagi Palestina yang telah difasilitasi oleh Amerika Serikat dan negaranegara Eropa selama ini dalam persiapan menuju terbentuknya Negara Palestina suatu saat nanti.

Sejak Konferensi Capacity Building for Palestine di Jakarta, 14 Juli 2008, terdapat 24 negara dari 56 peserta konferensi yang telah melaksanakan program pengembangan kapasitas bagi warga Palestina. Khusus yang dilaksanakan Indonesia, program tersebut telah melibatkan hampir 100 warga Palestina hingga saat ini yang mencakup berbagai bidang antara lain pelatihan diplomatik, bisnis/ UKM, perdagangan, perindustrian, pekerjaan umum, pemberdayaan perempuan, pendidikan, pertanian, hingga kepemudaan.

Dalam tanggapannya, Presiden Mahmoud Abbas menyampaikan ucapan terima kasih kepada negaranegara Asia-Afrika atas dukungan dan bantuannya kepada rakyat dan pemerintah Palestina selama ini, dan khususnya atas program pengembangan kapasitas bagi Palestina. Presiden Abbas juga menyampaikan perlunya negaranegara membantu rekonstruksi di Gaza karena 50 persen bangunan dan infrastruktur di Gaza mengalami kerusakan parah sehingga masyarakat Gaza dirugikan dan kegiatan sehari-hari serta pelayanan terhadap warga Palestina sangat terganggu.

Terkait perkembangan proses perdamaian Palestina – Israel, Presiden Mahmoud Abbas menyatakan bahwa upaya Presiden Obama menghidupkan kembali proses perdamaian untuk mencapai solusi 2 negara yang telah didukung banyak negara ditolak oleh pemerintah baru Israel di bawah pimpinan PM Benyamin Netanyahu. Disamping itu, PM Israel juga tidak mengindahkan tekanan Presiden Obama mengenai penghentian pembangunan pemukiman di Jerusalem di wilayah Palestina. Dalam hal ini Palestina tidak dapat menerima alasan apapun yang disampaikan oleh Israel atas kelanjutan pembangunan di wilayah Palestina sehingga proses perundingan tidak akan dilanjutkan oleh Palestina.

Terkait dengan situasi politik dalam negeri, secara prinsip pemerintah Otoritas Nasional Palestina sangat ingin mengajak faksi Hamas dalam pemerintahan persatuan nasional guna secara bersama berjuang mencapai Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat karena memang Hamas merupakan bagian dari masyarakat Palestina yang menang dalam pemilu 2006.

Pertemuan dengan Presiden Mahmoud Abbas tersebut merupakan prakarsa Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Mehdawi, serta merefleksikan pentingnya NAASP Capacity Building for Palestine Programs yang diprakarsai Indonesia, di mata Palestina.