|
Lima puluh pejabat senior dari 27 negara telah mengikuti kegiatan Indonesia Election Visitor Program (EVP) atas undangan Pemerintah Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama antara Departemen Luar Negeri dengan Institute for Peace and Democracy (IPD) dan berlangsung di Hotel Sheraton Bandara, dari tanggal 6 – 9 Juli 2009. Kegiatan EVP tersebut dibuka secara resmi oleh Menteri Luar Negeri RI, Dr.
N. Hassan Wirajuda, pada 6 Juli 2009 di Hotel Sheraton Bandara. Selama kegiatan, para peserta mengikuti workshop dengan thema “Indonesian Presidential Election: A Democratic Assessment”. Workshop tersebut membahas tentang reformasi dan pembangunan politik Indonesia, tentang peraturan-peraturan PEMILU Indonesia, serta tentang dinamika politik lokal di Indonesia. Para pembicara dalam workshop tersebut adalah Dr. Rizal Sukma, Prof. Dr. Dewi Fortuna Anwar, Prof Dr. Bahtiar Effendy, Denny Indrayana PhD, Ramlan Surbakti, Saiful Mujani, Riza Primahendra (KID), I Ketut Putra Erawan PhD (IPD) dan Paul Rowland (NDI).
Selain itu, bekerjasama dengan Komunitas Indonesia untuk Demokrasi (KID), peserta EVP juga akan melihat pelaksanaan PEMILU Presiden secara langsung di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) di wilayah Tangerang, Yogyakarta, Malang, Denpasar, Ujung Pandang, dan Banyu Asin – Palembang. Kegiatan EVP tersebut merupakan salah satu tindak lanjut dari rekomendasi pertemuan Bali Democracy Forum (BDF) yang dilaksanakan pada tanggal 10 – 11 Desember 2008 yang lalu. BDF telah merekomendasikan agar pembangunan dan modernisasi politik di kawasan Asia kiranya perlu untuk disebarluaskan dan dibagi melalui pertukaran pengalaman diantara negara-negara di kawasan Asia. Indonesia berada dalam posisi yang baik untuk berbagi pengalaman dengan negaranegara di kawasan, sekaligus juga memperoleh pengalaman dari negara-negara lain. Oleh karenanya, proses PEMILU Presiden RI tanggal 8 Juli 2009 merupakan wahana yang tepat untuk berbagi pengalaman tersebut.
Negara-negara peserta EVP adalah Afghanistan, Australia, Bangladesh, Brunei Darussalam, RR China, Filipina, Indonesia, Irak, Jepang, Kamboja, Kazakhstan, Republik Korea, Kuwait, Laos, Maladewa, Myanmar, Pakistan, Papua Niugini, Qatar, Selandia Baru, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Timor-Leste, UAE, Uzbekistan, dan Vietnam.
|