|
Angelic Caroline Alihusain-del Castilho Duta Besar Suriname untuk RI
Kerjasama kebudayaan adalah kunci terjalinnya hubungan antar negara, yaitu sejak adanya pengertian yang mendalam mengenai karakter, sejarah dan budaya bangsa lain. Oleh karena itu Suriname dan Indonesia yang sama-sama memiliki keinginan untuk lebih mengenal kebudayaan masingmasing, menandatangani perjanjian kerjasama dibidang kebudayaan pada tahun 1997, dimana kerjasama tersebut juga mencakup bidang olahraga dan informasi.
Sebagain besar dari kita disini tentunya memahami, bahwa Suriname dan Indonesia memiliki pertalian yang erat mengenai sejarah, karakter dan budaya. Sekitar 20% dari total penduduk Suriname adalah keturunan orang Jawa yang dibawa oleh Belanda pertamakali pada tahun 1890. Tahun depan, yaitu tahun 2010, kami akan menyelenggarakan perayaan 120 tahun bermigrasinya orang-orang Jawa ke Suriname.
Terkait dengan hal tersebut, maka ini merupakan titik awal bagi Suriname dan Indonesia untuk menjalin hubungan yang benarbenar berbeda dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Dari tahun ke tahun kami melihat banyak sekali bentuk bentuk implementasi yang dilakukan dari kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya antara Suriname dan Indonesia, baik itu melalui inisiatif pribadi ataupun publik. Cukup banyak inisiatif-inisiatif penting yang dilakukan, seperti misalnya pelaksanaan program beasiswa, dimana setiap tahunnya ada beberapa mahasiswa dari Suriname yang belajar di berbagai bidang studi di Indonesia.
Disamping itu, kami juga menyaksikan pertunjukan dari team kesenian Indonesia yang datang ke Suriname atas inisiatif dan undangan dari LSM-LSM di Suriname, yang bergerak di bidang pengembangan kebudayaan. Semua ini merupakan inisiatif yang baik dari berbagai pihak, yang tentunya tidak bisa saya sebutkan semuanya satu-persatu. Tetapi yang jelas adalah, bahwa fondasi hubungan yang baik antara Suriname dan Indonesia, kebanyakan inisiatifnya diambil dan dilakukan oleh komunitas Jawa yang ada di Indonesia dan Suriname. Ini tentunya merupakan dasar yang kuat bagi hubungan persahabatan dan saling pengertian diantara kedua negara.
Namun demikian, sekian banyak aktifitas yang telah dilakukan itu hanya merupakan tahapan untuk menuju kepada hubungan yang lebih baik, yang akan mengantarkan kita kepada kerjasama pengembangan kekayaan warisan budaya yang dimiliki oleh kedua negara. Ketika saya datang kesini sebagai duta besar dua tahun yang lalu, dalam waktu yang cukup singkat tersebut, saya telah mempelajari cukup banyak mengenai hubungan Suriname-Indonesia, termasuk bagaimana mengimplementasikannya, oleh karena itu kami telah menandatangani kesepakatankesepakatan baru mengenai kerjasama di bidang-bidang lainnya.
Saya datang kesini untuk melihat apa saja yang bisa kita lakukan, karena memang masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Saya percaya bahwa kita telah sampai pada tahapan berikutnya, dimana kita harus tetap menjaga tahapan perjalanan kerjasama yang telah dilalui sebagai dasar yang baik, untuk kemudian mengembangkan kerjasama yang baru di berbagai bidang kekayaan budaya. Suriname adalah negara dengan komunitas penduduk yang multi-etnik dan multi-religius, kami mempunyai orang-orang yang berasal dari seluruh penjuru dunia, dan saya selalu mengatakan bahwa kami adalah miniatur dunia.
Indonesia juga merupakan bangsa yang kaya akan budaya, yang tersebar diseluruh kepulauan Indonesia. Oleh karena itu Surinamese dan Indonesia dapat menarik manfaat dari pengalaman masing-masing dalam mengelola keanekaragaman yang dimiliki. Keduanya dapat berbagi pengalaman tentang bagaimana masyarakat di kedua negara dalam menyikapi keaneka-ragaman, dimana hal inilah yang membuat kedua bangsa menjadi kuat dan lebih bijaksana.
Semua itu merupakan manfaat yang bisa diraih didalam peningkatan hubungan yang lebih kuat diantara kedua negara. Orangorang di Suriname dapat melihat bahwa mereka dapat bertukar pengalaman dan mempelajari kebudayaan tidak hanya dengan orang-orang di pulau Jawa saja, tetapi juga dengan orang-orang yang berada di semua pulau yang ada di Indonesia. Apalagi karena Indonesia memiliki pengalaman yang sama dengan Suriname, maka ini dapat mendorong peningkatan kerjasama kebudayaan yang lebih jauh diantara kedua negara.
Ada banyak sekali peluang bagi Indonesia dan Suriname untuk melakukan kerjasama, dimana keduanya sama-sama memiliki kekayaan sejarah dan budaya, disamping juga bagian-bagian lainnya yang dapat dilakukan secara lebih intensif, guna memperluas dan memperdalam kerjasama yang ada. Posisi saya tidak pada sebagai pengambil keputusan dalam kerjasama kebudayaan ini, dan saya menyesalkan karena Direktur untuk Urusan Kebudayaan Suriname tidak dapat hadir dalam pertemuan ini, sebab sebetulnya dialah yang mempunyai otoritas untuk mengambil keputusan terkait kerjasama kebudayaan ini. Tetapi saya akan pastikan bahwa dalam pelaksanaan Sidang Komisi Bersama ke-empat antara Suriname dan Indonesia tahun ini, beliau akan datang ke Indonesia.
Forum ini merupakan hal yang baik bagi percampuran keanekaragaman, dan kita bisa menyelenggarakan ini di Bali, Kalimantan atau Sumatera, untuk mendapatkan beberapa masukan. Ada beberapa pemikiran dari saya yang mungkin bisa dijadikan masukan didalam pengembangan kerjasama kebudayaan ini lebih jauh : yaitu menyadari bahwa persoalan terbesar bagi kedua negara adalah masalah jarak, dimana kita bisa berasosiasi dalam hal biaya perjalanan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti :
Memotivasi institusi- institusi kebudayaan dengan memberikan kepada mereka berbagai informasi yang diperlukan dan juga kontakkontak untuk melakukan hubungan dengan berbagai pihak melalui pertukaran bukubuku, program-program radio dan televisi, musik, serta film. Di Suriname tidak semua orang keturunan Jawa bisa berbicara dalam bahasa Indonesia, karena itu untuk memperluas hubungan, kami harus menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh semua orang disana, dan dalam hal ini kami menggunakan bahasa Inggris. Tahun 2010, saat diselenggarakannya perayaan 120 tahun migrasi orang-orang Jawa ke Suriname, dapat kita jadikan sebagai moment untuk pengembangan kerjasama kebudayaan Suriname-Indonesia lebih jauh kedepan, yaitu melalui partisipasi yang lebih besar dari para artis dan seniman dari seluruh Indonesia didalam berbagai aktifitas pertunjukan seni dan budaya sepanjang tahun di Suriname.
Upaya pengembangan program pertukaran generasi muda Suriname dan Indonesia. Pertukaran film-film kita yang baik, yang menggambarkan kehidupan masyarakat kita melalui festival-festival film. Pelaksanaannya mungkin bisa dikombinasikan dengan kegiatan yang telah ada, seperti Indofair. Jika bioskop-bioskop di Belanda melakukan subtitles kedalam bahasa Inggris, maka kami pastikan untuk melakukan hal yang sama.
Kerjasama kebudayaan ini merupakan bagian penting dari hubungan bilateral kedua negara yang patut dipelihara dan diupayakan pengembangannya. Oleh karena itu saya sangat menghargai inisiatif dari Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Departemen Luar Negeri RI untuk menyelenggarakan forum ini. Saya harap agar kontribusi saya dan juga kontribusi dari semua pihak dapat dipergunakan dengan baik untuk melapangkan jalan kerjasama kebudayaan antara Suriname dan Indonesia.
|