NEWS FLASH
Pendekatan Diplomasi RI Print E-mail
Google bookmarkDel.icio.usTwitterFacebookDigg
Edisi - Juli 2009
Thursday, 20 August 2009 08:28


NURHALIZA
Mahasiswi UIN


Mengenai isu luar negeri yang sedang hangat sekarang ini, yaitu masalah perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia, menurut saya sebaiknya pemerintah dan bangsa Indonesia harus tetap mempertahankan cara diplomasi. Walaupun banyak tanggapan dari masyarakat yang meminta pemerintah untuk melakukan aksi militer, tetapi saya kira hal tersebut jangan dilakukan.

Bagaimanapun, perang adalah jalan diplomasi terakhir. Kalau ternyata masih bisa diselesaikan dengan cara diplomasi, sebaiknya kita lakukan cara itu dengan tegas. Apalagi masalah internasional yang kita hadapi itu cukup banyak, seperti misalnya di ASEAN, Indonesia memang cukup vokal didalam penanganan masalah seperti people smugling dan traficking. Menurut saya hal itu cukup bagus, tetapi sayangnya kita melihat bahwa Indonesia hanya bersikap NATO (not action talk only).

Kerjasama dan integrasi ASEAN tampaknya juga masih sebatas government to government, sementara dalam konteks people to people hal itu masih kurang terasa bagi masyarakat. Padahal situasi kekuatan dunia saat ini telah berkembang dan mulai bergeser dari bipolar ke multipolar, dimana untuk itu kita jelas harus memperkuat identitas kita di kawasan. Identitas Indonesia sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim moderat terbesar di dunia, itu masih belum kuat. Kita masih dituntut untuk membuktikan hal tersebut kepada masyarakat internasional, seperti misalnya bagaimana peran Indonesia didalam membantu penyelesaian masalah Palestina.